18 Oktober 2022

Surya Paloh Klaim Nasdem Selalu Pro Kebijakan Jokowi, Sarmuji: Nggak Guna!

Berita Golkar - Golkar merespons pernyataan Ketua Umum NasDem Surya Paloh yang bilang partainya menjadi satu-satunya yang mendukung kenaikan BBM. Golkar menilai hanya Jokowi yang punya penilaian terkait dukungan partai koalisinya di DPR.

"Yang bisa merasakan partai mana yang selalu mendukung kebijakan pemerintah itu ya Pak Jokowi," kata elite Golkar, Muhammad Sarmuji, kepada wartawan, Selasa (18/10/2022).

Wakil Ketua Komisi VI DPR mengatakan justru program Jokowi yang terealisasi saat ini berkat adanya dukungan politik di DPR. Sebab, dukungan partai di DPR terbentuk dengan kokoh terhadap kebijakan Jokowi.

Baca Juga: Lampaui Target, 75 Ribu Warga NTT Meriahkan Jalan Sehat HUT Ke-58 Partai Golkar

"Program Pak Jokowi bisa terealisasi dengan baik di saat sulit sekarang tentu karena ditopang oleh koalisi yang kokoh," ujarnya.

Menurut Sarmuji, klaim yang diungkap Paloh tidak ada guna. Dia menegaskan semua beban pemerintah ditopang bersama partai koalisi.

"Jadi tidak ada gunanya mengklaim sebagai partai yang paling ini paling itu. Semua beban kita sangga bersama," lanjut Ketua DPD Golkar Jawa Timur ini.

Paloh Sebut NasDem Jadi Fraksi Tunggal yang Dukung Kenaikan BBM

Sebelumnya, Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh mengungkit dukungan partainya di DPR terhadap kebijakan kenaikan BBM. NasDem menjadi satu-satunya partai koalisi yang mendukung kebijakan tersebut.

Paloh mengatakan sikap partainya yang mendukung kenaikan BBM sebagai bentuk komitmennya untuk tegak lurus terhadap pemerintahan Presiden Jokowi. Dia menilai kenaikan BBM kebijakan yang tepat.

"Saya mau memberikan ilustrasi kepada Saudara, baru berapa puluh hari yang lalu pemerintahan Jokowi-Ma'ruf mengambil kebijakan strategis yang luar biasa. Untuk apa? Untuk mengambil faedah yang lebih berarti bagi kontinuiti pembangunan bangsa ini. Mengurangi subsidi BBM, itu artinya menaikkan harga. Apa yang ada dipikiran NasDem? Tepat kah itu? NasDem menganggap itu kebijakan yang tepat," katanya dalam sambutan launching program 'NasDem Memanggil' di NasDem Tower, Menteng, Jakarta Pusat, Senin (17/10) malam.

Paloh bahkan menyebut dari 7 fraksi partai koalisi Jokowi di DPR, hanya NasDem yang menegaskan sikap agar kebijakan kenaikan BBM jalan terus.

Baca Juga: Gde Sumarjaya Linggih Kagumi Ketertarikan Anak Muda Bali Pada Bisnis Ekspor

"Karena dianggap kebijakan yang tepat, NasDem memberikan dukungan yang setulusnya-setulusnya, sepenuhnya, tapi aneh bin ajaib kalau di sidang Dewan sana ada 9, ada 7 fraksi partai koalisi pemerintahan hanya ada 1 fraksi yang menyatakan jalan terus kenaikan BBM ini. Artinya apa? Artinya partai-partai atau fraksi lain menyatakan tidak tepat," ujar Paloh.

Menurut Paloh, dukungan terhadap kenaikan harga BBM membuktikan partainya loyal. Dia mengatakan biar masyarakat yang menilai loyalitas NasDem.

"Saya sambil bercanda bilang sama Pak Jokowi, Bapak Presiden, kita punya tujuh fraksi koalisi pemerintahan ini kebijakan kenaikan BBM, enam fraksi tidak sepakat hanya satu fraksi yang sepakat, ini kalau tidak fraksi yang paling tolol atau paling loyalis tidak mungkin begini," katanya.

"Jadi terjemahkan saja NasDem ini apakah partai tolol atau paling loyalis pada Jokowi, silakan terjemahkan," ujar Paloh. (sumber)

 

 

fokus berita : #M. Sarmuji