20 Oktober 2022

Gandung Pardiman Klaim, Konsep Trilogi Pembangunan Pak Harto Masih Relevan di Masa Sekarang

Berita Golkar - Trilogi Pembangunan yang digagas dan dilaksanakan oleh Presiden RI ke 2 Suharto dinilai masih relevan untuk diterapkan dalam pembangunan bangsa dan negara Indonesia. Demikian pernyataan anggota DPR RI yang juga ketua DPD Golkar DIY Gandung Pardiman dalam keterangan pers, Kamis ( 20/10/2022).

Trilogi Pembangunan merupakan salah satu isi program kerja yang dibentuk oleh Kabinet Pembangunan III pada masa pemerintahan Presiden Suharto pada periode 1978-1983. Kabinet Pembangunan III menyelenggarakan Pelita III, yang menekankan pada Trilogi Pembangunan dengan tujuan terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila serta UUD 1945.

" Saya menilai Trilogi Pembangunannya Pak Harto ini masih sangat relevan sampai sekarang ini. Sebab Trilogi Pembangunan memiliki tujuan yakni terciptanya masyarakat yang adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945. Arah dan kebijaksanaan ekonominya adalah pembangunan pada segala bidang," ungkap Gandung Pardiman yang juga anggota Komisi VII DPR RI.

Baca Juga: Agun Gunandjar Apresiasi Program dan Inovasi Bank Sampah Tumras, Ciamis

Gandung Pardiman menambahkan pada masa pemerintahan Presiden Suharto digagas Trilogi Pembangunan yang terdiri dari Stabilitas Nasional yang dinamis, Pertumbuhan Ekonomi tinggi dan Pemerataan pembangunan dan hasil - hasilnya. Isi trilogi Pembangunan ide dari Pak Harto ini masih sangat layak untuk diterapkan sampai sekarang ini.

" Program - programnya Pak harto masih sangat relevan jika diterapkan pada masa pemerintahan sekarang ini. Bahkan sudah dilakukan Presiden Joko Widodo sangat perhatian sekali dengan pemerataan pembangunan seperti salah satu isi dari trilogi Pembangunan yakni pemerataan pembangunan dan hasil - hasilnya. Daerah terpencil sudah dibangun oleh Pak Jokowi," ungkap Gandung Pardiman.

Pada masa pemerintah Presiden Suharto proses pembangunannya sangat tertata dan bertahap dengan program yang dikenal dengan rencana pembangunan Lima Tahun ( Repelita ). Mulai dari Repelita I hingga repelita VI yang disempuranakan dengan adanya garis Besar Haluan negara ( GBHN ).

Baca Juga: Apresiasi Golkar Institute, Yuddy Chrisnandi: Wadah Anak Muda Yang Ingin Terjun ke Politik

"Dengan adanya rencana pembangunan dan ditambah dengan GBHN arah pembangunannya jelas untuk 5 tahun mendatang. Hal - hal positif saat pemerintah presiden Suharto ini tidak ada salahnya jika diterapkan untuk pembangunan Indonesia kearah yang lebih baik," pungkas Gandung Pardiman. (sumber)

fokus berita : #Gandung Pardiman