20 Oktober 2022

Prihatin Atas Kelangkaan BBM di Maluku Utara, Alien Mus Minta Presiden Jokowi Beri Perhatian

Berita Golkar - Bahan Bakar Minyak (BBM) merupakan kebutuhan utama para pengendara baik roda dua maupun roda empat serta pelaku UMKM, usaha menengah atas dan masyarakat pada umumnya.

Sebelum kenaikan pada September 2022, Presiden Joko Widodo sudah lebih dulu menaikkan harga BBM non-subsidi jenis Pertamax pada April 2022. Harganya naik dari Rp 9.000 menjadi Rp12.500 per liter. Setelah itu, pertamax naik dari Rp12.500 menjadi Rp14.500 per liter pada awal September 2022.

Namun, pertamax mendapat penyesuaian harga pada awal 1 Oktober 2022. Pertamax turun Rp 600 per liter dari Rp14.500 menjadi Rp13.900 per liter.

Sejak 1 Oktober 2022, Bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah Badan Usaha penyedia seperti PT Pertamina (Persero), Shell Indonesia, Vivo Energy dan BP-AKR kompak turun.

Baca Juga: Melki Laka Lena Ajak Masyarakat Secara Kolektif Perangi Kasus Stunting di NTT

Sebagai contoh PT Pertamina (Persero), per 1 Oktober 2022 melakukan penyesuaian harga BBM jenis non subsidinya, seperti Pertamax, Pertamax Turbo hingga Pertamina Dex.

Pertamina dalam pengumuman menurunkan dua jenis produk BBM nonsubsidi, yakni bensin Pertamax (RON 92) dan Pertamax Turbo (RON 98). Namun, Pertamina juga menaikkan harga dua jenis solar nonsubsidi, yakni Dexlite dan Pertamina Dex. Ternyata harga tersebut tak mengalami perubahan hingga 16 Oktober 2022.

Walaupun pemerintah memberikan Bantuan Langsung Tunai (BLT) kepada masyarakat menengah bahwa untuk mengatasi kebutuhan masyarakat pasca kenaikan BBM sekitar Rp. 600.000, tetapi itu bukan solusi terbaik.

Faktanya pasca kenaikan BBM harga sembilan bahan pokok juga ikut naik, transportasi darat, laut, udara juga ikut naik, dan semua kebutuhan masyarakat serba mengalami kenaikan harga, naiknya harga BBM semakin menyulitkan perekonomian masyarakat.

Baca Juga: Golkar Janjikan Kejutan di Puncak Perayaan HUT Ke-58 Terkait Anggota Baru KIB

Maluku Utara, harga Pertamax turun menjadi Rp 14.200 per liter dan harga Dexlite perliter Rp 18.100. Namun turunnya harga BBM tersebut tidak berbanding lurus dengan ketersediaan BBM di Maluku Utara.

Anehnya di Maluku Utara dan daerah-daerah yang lain, BBM naik atau turun harganya tetap saja mengalami kelangkaan, patut diduga ada oknum-oknum yang sengaja menimbun BBM subsidi tersebut untuk mengambil keuntungan.

Saat ini di ibu Kota Provinsi Maluku Utara Sofifi terjadi Kelangkaan BBM, terjadinya antrian yang panjang disetiap SPBU, mobil baik pribadi, penumpang maupun dam trek perusahaan tambang dan kenderaan roda dua macet di pelabuhan Feri Sofifi dan dijalanan karena langka atau habisnya BBM.

Melihat kelangkaan BBM di Maluku Utara tersebut anggota DPR-RI Komisi IV Fraksi Partai Golkar yang juga merupakan Ketua DPD Partai Golkar Provinsi Maluku Utara Alien.

Baca Juga: Meutya Hafid: Konsep Digital Citizenship Harus Diterapkan Agar Masyarakat Bijak Dalam Gunakan Media Sosial

Mus sangat prihatin dan sedih terjadi Kelangkaan BBM di Maluku Utara sehingga banyak sopir dan masyarakat mengeluh. Srikandi terbaik Maluku Utara tersebut meminta kepada Pemerintah Pusat, dalam hal ini Presiden Joko Widodo agar memiliki kepedulian terhadap kelangkaan BBM di Maluku Utara, segera menyuplai BBM di Maluku Utara dan diharapkan kepada aparat penegak hukum agar menindak oknum-oknum yang menimbun BBM di Maluku Utara.

Hal ini bertujuan agar suplai BBM supsidi tersebut benar-benar tepat sasaran untuk masyarakat menengah bawah bukan dinikmati oleh para pengusaha menengah atas dan timbun oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab serta Pemerintah Pusat perlu mengoreksi kembali kenaikan harga BBM tersebut, karena naiknya harga BBM kehidupan masyarakat semakin sulit, harapannya. (sumber)

 

 

fokus berita : #Alien Mus