21 Oktober 2022

Wenny Haryanto Dukung Penuh Langkah Antisipatif Pemerintah Dalam Tangani Kasus Gagal Ginjal Misterius Pada Anak

Berita Golkar - Anggota Komisi IX DPR RI Wenny Haryanto mendukung langkah dan upaya pemerintah dalam mencegah meluasnya penyebaran kasus gagal ginjal akut misterius pada anak-anak.

“Kondisi ini memang memprihatinkan. Kita mendapat ujian lagi, penyakit gagal ginjal akut misterius ini belum diketahui penyebabnya secara pasti. DPR mendukung sepenuhnya langkah-langkah yang dilakukan pemerintah,” kata Wenny di sela menghadiri kegiatan Pemberdayaan Masyarakat melalui Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE) Obat dan Makanan di Depok, Kamis (20/10/2022).

Ia mendukung langkah pemerintah yang mengeluarkan surat edaran penghentian sementara penggunaan obat-obatan berbentuk sirup atau cairan. Langkah itu dilakukan karena ada dugaan pada obat cair mengandung etilen glikol yang bisa merusak ginjal.

“Larangan penggunaan obat cair sebagai antisipasi penyakit gagal ginjal akut pada anak ini harus jadi perhatian semua pihak. Tak hanya para orang tua, tapi apotik, puskesmas, dan semua harus menghentikan sementara penjualan dan penggunaan obat cair tersebut,” ujar politisi Golkar tersebut.

Baca Juga: Pengamat Politik Ini Jelaskan Mengapa Partai Golkar Gagal Menang di Tiga Pemilu Terakhir

Namun, ia mengingatkan bahwa penghentian penggunaan obat cair tersebut tidak cukup sebatas larangan pengumuman, namun harus disosialisasikan secara masif kepada publik.

Menurut Wenny, langkah sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat itu harus dilakukan secara masif dan optimal oleh pemerintah dengan memanfaatkan berbagai strategi komunikasi maupun platform media yang ada.

“Jangan sampai akibat informasi yang simpang siur lalu menimbulkan kepanikan serta rasa takut pada masyarakat. Untuk itu, orang tua harus aktif mengikuti siaran informasi dari pemerintah tentang kasus ini,” tambahnya.

Selain itu, lanjut Wenny, masyarakat juga harus diajari cara mengatasi penyakit yang diderita anak, seperti batuk dan demam tanpa harus menggunakan obat cair karena selama ini masyarakat dan tenaga medis sudah terbiasa memberikan anak obat cair ketika sakit.

Baca Juga: Pernah 32 Tahun Pimpin Indonesia, Sarmuji Yakinkan Masyarakat Bahwa Golkar Sanggup Membawa Kesejahteraan

“Bagaimana solusinya menurunkan panas pada anak tanpa obat cair, masyarakat harus diberikan edukasi tentang hal ini, seperti obat puyer, kapsul tablet, racikan injeksi maupun melalui anus adalah alternatif obat di luar sirup yang harus disampaikan kepada para orang tua,” pungkasnya.

Dalam rilis terbarunya, BPOM memberikan daftar lima obat sirup anak yang diduga mengandung etilen glikol. Berdasarkan data yang diterbitkan BPOM melalui situs resminya, terdapat lima obat sirop yang diduga mengandung cemaran etilen glikol (EG) dan Dietilen Glikol (DEG) melebihi ambang batas yang ditentukan.

BPOM melakukan sampling terhadap 39 bets dari 26 sirup obat yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG berdasarkan kriteria sampling dan pengujian.

Baca Juga: Pedihnya Hidup! Dedi Mulyadi Dapati Tuna Wicara Kerja Keras Jadi Pencuci Motor Demi Hidupi Keluarga

Berikut ini daftar obat yang diduga mengandung cemaran EG dan DEG:

1. Termorex Sirup (obat demam), produksi PT Konimex dengan nomor izin edar DBL7813003537A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

2. Flurin DMP Sirup (obat batuk dan flu), produksi PT Yarindo Farmatama dengan nomor izin edar DTL0332708637A1, kemasan dus, botol plastik @60 ml.

3. Unibebi Cough Sirup (obat batuk dan flu), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DTL7226303037A1, kemasan dus, Botol Plastik @ 60 ml.

4. Unibebi Demam Sirup (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL8726301237A1, kemasan dus, Botol @ 60 ml.

5. Unibebi Demam Drops (obat demam), produksi Universal Pharmaceutical Industries dengan nomor izin edar DBL1926303336A1, kemasan dus, Botol @ 15 ml.

Sebagai informasi, Kemenkes mencatat jumlah penderita gangguan ginjal akut misterius mencapai 206 kasus yang tersebar di 20 provinsi di Indonesia hingga Selasa (18/10/2022). Sebanyak 99 pasien di antaranya meninggal dunia. (sumber)

 

fokus berita : #Wenny Haryanto