23 Oktober 2022

Hasil Survei Charta Politika Terbaru: Rudy Mas’ud Dalam Lima Besar Cagub Kaltim

Berita Golkar - Charta Politika Indonesia merilis hasil survei terbaru elektabilitas figur Calon Gubernur Kalimantan Timur. Nama Andi Harun berada pada posisi teratas mengungguli Isran Noor dalam tingkat Pemilihan Gubernur atau Pilgub Kaltim mendatang.

Survei terbaru dilakukan pada periode 28 September 2022 - 4 Oktober 2022, dengan kriteria responden minimal 17 tahun atau sudah memenuhi syarat pemilih. Andi Harun meraih elektabilitas 30,3 persen disusul Isran Noor dengan perolehan 18,9 persen. Nama-nama politikus Kaltim lainnya juga mendapat perolehan elektabilitas menyusul Andi Harun dan Isran Noor.

Pengamat Politik Kaltim, Budiman menilai hasil survei terbaru merupakan indeks capaian yang telah dilakukan oleh masing-masing tokoh atau figur selama menjabat atau berada di posisi eksekutif maupun legislatif. "Itu kan sangat menentukan persepsi pemilih dan itu juga sangat menentukan pilihan dari pemilih," ujar Dosen dan Akademisi dari Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (Fisip) Universitas Mulawarman ini, Minggu (23/10/2022).

Baca Juga: Nilai Tukar Rupiah Terus Anjlok, Puteri Komarudin Desak BI Perkuat Jurus Intervensi

Lebih lanjut Budiman mengatakan bahwa saat ini publik juga bisa melihat apa yang telah dilakukan Isran Noor yang menjabat sebagai Gubernur Kaltim dan Andi Harun yang juga saat mengemban jabatan sebagai Walikota Samarinda.

"Kemudian apa yang telah dilakukan AH (sapaan akrab Andi Harun), sekarang kan kita bisa melihat identik dengan Pro Bebaya kemudian telah bisa memaksimalkan dalam artian kemacetan kota yang diakibatkan oleh PKL dan lain-lain juga sudah mulai keliatan, kemudian mengenai program E-Parkir di beberapa titik, nah beberapa program ini yang kemudian dapat mengalihkan pemilih tertuju padanya, belum lagi soal program penanggulangan banjir," ujar Budiman.

Sementara jika melihat figur Hadi Mulyadi yang dalam survei meraih elektabilitas sebesar 13,1 persen jika dalam posisinya sekarang sebagai Wakil Gubernur Kaltim agak susah untuk memperlihatkan agendanya.

Posisi Wakil, menurut Budiman, sebagai pembantu Gubernur, akhirnya pemilih kurang melihat kinerja Hadi Mulyadi. Meski, selama ini dalam masa periodenya, secara visi-misi berpasangan dengan Isran Noor.

Baca Juga: Hadiri Acara HUT Ke-58, Airlangga Hartarto Tegaskan Sinyal Ridwan Kamil Gabung Partai Golkar Kian Kencang

"Paling menonjol dari Isran Noor yaitu adalah perjuangan terhadap tenaga honorer yang ada di lingkup Pemprov Kaltim untuk tetap bekerja. Dalam konteks ini pemilih-pemilih yang sifatnya PNS atau honorer itu memungkinkan pihaknya untuk tetap tertuju pada Isran-Hadi," ucapnya.

Secara umum, Budiman juga melihat setiap program dua figur politikus senior Kaltim ini mempunyai modal masing-masing. Hadi Mulyadi dinilai punya modal sosial, identik dengan figur yang humanis, agamis kemudian merakyat.

"Seperti ada pesta pernikahan beliau pasti sumbangkan lagu, setidaknya ini kan meninggalkan kesan tersendiri bagi masyarakat yang ada. Di mata pemilih potensi Hadi Mulyadi bisa sangat tinggi kalau beliau mau benar-benar bertarung kedepan, karena beliau sudah punya modal sosial tadi," tuturnya.

Jika melihat figur Isran Noor, Budiman mengatakan perlu kerja keras. Dalam artian selama masa periodenya apakah bisa menampilkan program-program yang dimilikinya, dalam bentuk apapun, seperti Mantan Gubernur Kaltim Awang Faroek Ishak contohnya, dengan adanya legacy beberapa infrastruktur yang berhasil didirikannya. Serta kelemahan Isran Noor yang kurang bermain di platform media sosial.

Baca Juga: Peringatan Hari Santri 2022, Mukhtarudin: Mari Kita Jaga Kedaulatan NKRI

Sebelum memasuki masa Pilkada masih ada waktu sekitar 1 tahun lagi dan ini harus bisa dimanfaatkan bagi figur-figur Calon Gubernur Kaltim. "Belum lagi hal-hal yang dapat mempengaruhi pemilih untuk ke Andi Harun seperti yang kita ketahui Samarinda ini kan pusat, jika beberapa masyarakat dari daerah, seperti mahasiswa nah jika mereka lihat perkembangan pesat di Samarinda ini akan mempengaruhi pemilih juga, bahwa beliau dinilai mampu membangun provinsi," jelasnya.

"Intinya dalam satu tahun ke depan ini dapat menentukan elektabilitas para tokoh perlu dimanfaatkan dengan baik," kata Budiman. (sumber)

Survei elektabilitas Calon Gubernur Kaltim:

1. Andi Harun 30,3 persen

2. Isran Noor 18,9 persen

3. Hadi Mulyadi 13,1 persen

4. Rizal Effendi 7,8 persen

5. Rudi Mas'ud 7,6 persen

6. Fahmi Fadli 2,4 persen

7. Basri Rase 2,4 persen

8. Ardiansyah Sulaiman 1,1 persen,

9. Safaruddin 0,9 persen.

Sumber: Charta Politika Indonesia (Periode 28 September 2022 - 4 Oktober 2022)

 

fokus berita : #Charta Politika