25 Oktober 2022

Airlangga Hartarto Paparkan Pentingnya Kemitraan Strategis Pemulihan Ekonomi RI di Forum CSIS AS

Berita Golkar - Kegiatan Public Lecture The CSIS ASEAN Leadership Forum berjudul 'Indonesia's Economic Priorities: A Conversation with Airlangga Hartarto' telah digelar di Washington D.C., Senin (24/10/2022) kemarin.

Dalam forum tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto memaparkan strategi dalam menstabilkan perekonomian di Indonesia menghadapi pandemi COVID-19 dan krisis multidimensi global belakangan ini.

Pertemuan tersebut turut dihadiri oleh Menteri Perindustrian beserta beberapa pejabat Eselon 1 dan 2 dari Kemenko Perekonomian dan Kementerian Perindustrian. Sesi awal dibuka oleh Presiden dan CEO CSIS John J. Hamre dan Director CSIS untuk Kawasan Asia Tenggara Gregory B. Poling sebagai moderator.

Dalam pembukaannya, John J. Hamre mengungkapkan komunitas global perlu melihat bagaimana peran Airlangga dalam menstabilkan perekonomian di Indonesia.

Baca Juga: Gandung Pardiman Janji Sediakan Layanan Kesehatan Yang Layak dan Terjangkau Untuk PWRI Ponjong

"Komunitas global perlu melihat peran Airlangga Hartarto dalam posisinya sebagai Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Indonesia, dalam menstabilkan perekonomian Indonesia menghadapi pandemi COVID-19 dan krisis multidimensi global akhir-akhir ini," ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (25/10/2022).

Pada acara tersebut, Airlangga memaparkan perekonomian Indonesia saat ini sudah berjalan dengan sangat baik. Ia menyebut pertumbuhan PDB Indonesia sebesar lebih 5% kini sudah melampaui pertumbuhan PDB Indonesia sebelum pandemi.

"Perekonomian Indonesia saat ini telah berjalan dengan sangat baik, dan dengan recovery ekonomi dari pandemi yang terus berlanjut dengan kecepatan tinggi. Pertumbuhan PDB Indonesia sebesar lebih 5% saat ini telah melampaui pertumbuhan PDB Indonesia pra-pandemi," ungkap Airlangga.

"Dalam rilis laporan World Economic Outlook terbaru pada bulan Oktober 2022, International Monetary Fund (IMF) memperkirakan pertumbuhan ekonomi untuk Indonesia sebesar 5,3% dengan perkiraan pertumbuhan ekonomi global kembali turun menjadi 3,2%," sambungnya.

Baca Juga: Abdul Jalil Resmi Dilantik Jadi Anggota Fraksi Partai Golkar DPRD Provinsi Jambi Gantikan Apif Firmansyah

Airlangga menuturkan Indonesia akan menjadi Ketua ASEAN pada tahun 2023, di mana ASEAN Economic Community akan tetap menjadi komitmen utamanya. Dengan menjadi Ketua ASEAN, Indonesia akan melihat upaya-upaya perluasan kerjasama regional dengan mitra ASEAN seperti Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP).

Airlangga menambahkan perjanjian perdagangan serupa dinilai akan semakin memikat, mengingat rantai pasok global dapat mendukung ketahanan ekonomi negara-negara dunia dalam menghadapi berbagai krisis di masa depan. Fasilitasi perdagangan yang lebih luas ini diharapkan dapat mengurangi tarif bea masuk barang dan jasa sekitar 92%.

Airlangga juga menyampaikan tentang lesson learned yang diperoleh Indonesia di masa pandemi. Pertama, dalam situasi ekonomi yang sulit pendekatan kebijakan harus fleksibel dengan semua instrumen kebijakan yang harus siap dan memiliki kapasitas maksimal. Kedua, di masa pandemi respons kebijakan kesehatan dan ekonomi harus dilakukan secara bersamaan.

Ketiga, menjaga momentum pertumbuhan adalah kunci keberhasilan strategi kebijakan untuk mengatasi pandemi. Airlangga menjelaskan di bawah Komite PC-PEN, Indonesia menerapkan kebijakan 'Gas dan Rem' untuk menyeimbangkan aspek kesehatan (kehidupan) dan aspek ekonomi (penghidupan). Keempat, sambung Airlangga, pentingnya meningkatkan kapasitas pelayanan kesehatan di dalam negeri.

Baca Juga: Demi Keadilan, Supriansa Usulkan Perubahan Masa Kadaluarsa Kasus Pidana Dalam RUU KUHP

"Saya percaya bahwa pada masa-masa perlambatan ekonomi adalah kesempatan bagi negara-negara seperti Indonesia untuk melakukan reformasi struktural. Reformasi yang mungkin bisa membutuhkan waktu 70 tahun untuk menyelesaikannya, namun Indonesia bisa melakukannya selama pandemi COVID-19 sehingga ketika pandemi hampir berakhir, kami mulai melakukan restrukturisasi dan reformasi ekonomi," terangnya.

Airlangga mengungkapkan Indonesia mampu memanfaatkan momentum pandemi COVID-19 untuk mengembangkan transformasi digital. Di antaranya, penggunaan aplikasi PeduliLindungi dan mengembangkan sistem e-payment menggunakan QR/QRIS.

Ia menyampaikan Indonesia berkomitmen untuk turut berperan dalam menghadapi tantangan perubahan iklim global melalui transformasi energi lewat upaya diversifikasi serta konservasi energi.

Pada kesempatan yang sama, Airlangga juga menekankan pentingnya menjaga stabilitas likuiditas dan nilai tukar. Pada bulan Maret 2022, US Federal Reserve telah meluncurkan Foreign and International Monetary Authorities (FIMO), di mana Bank Indonesia telah mendapatkan akses ke FIMO melalui repurchase agreement line senilai US$ 60 miliar.

Pada Presidensi G20 Indonesia, sambung Airlangga, terdapat empat agenda utama yang diangkat, yakni Global Public Health System, Economic Transformation and Digitalization, Food and Energy Security dan Green Energy Transition. Agenda-agenda ini akan terus berlanjut pada G20, mengingat relevansinya baik terhadap perekonomian negara berkembang maupun negara maju.

Komitmen Aktif dalam Indo-Pacific Economic Framework (IPEF)

Dalam sesi tanya jawab, terdapat berbagai isu yang menarik perhatian. Di antaranya terkait dengan potensi Indonesia di dalam skema Kerjasama IPEF, perkembangan Ibukota Nusantara (IKN) serta upaya pemerintah dalam mendorong industri semikonduktor di Indonesia.

Airlangga menjelaskan Pemerintah Indonesia menyambut baik inisiatif Indo-Pacific Economic Framework (IPEF). Kerja sama ini diharapkan memberikan manfaat yang signifikan bagi Indonesia serta seluruh kawasan Indo-Pasifik.

Airlangga menambahkan Indonesia juga optimistis terhadap deliverables dari IPEF dan berkomitmen kuat terhadap semua pilar IPEF. Menurutnya, hal tersebut penting karena anggota-anggota IPEF memiliki latar kondisi ekonomi yang berbeda.

Baca Juga: Alhamdulillah! Pengajian Al-Hidayah Sultra Resmi Dikukuhkan, Siap Solidkan Umat dan Menangkan Partai Golkar di Pemilu 2024

Selain pilar-pilar dalam IPEF tersebut, Airlangga juga menegaskan tentang pentingnya akses pasar dalam IPEF. "Indonesia berharap IPEF dapat memiliki komitmen serta konsensus di antara negara-negara yang terlibat, dan kami berharap dalam satu tahun Indonesia dan negara-negara lain dapat mencapai kesepakatan dalam semua pilar pembahasan tersebut," katanya.

Terkait keketuaan ASEAN tahun 2023, Airlangga menyatakan Indonesia akan melanjutkan empat pilar yang dibahas dalam G20, yakni arsitektur kesehatan global, transformasi digital, transisi energi, dan ketahanan pangan.

"Saya ingin menggarisbawahi bahwa ASEAN dengan 10 negara anggota memiliki ekonomi, luas lahan dan populasi yang luas. Indonesia terus mendukung komitmen Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA). Selain itu juga terdapat Regional Comprehensive Economic Partnership (RCEP), yang pertama kali diperkenalkan pada tahun 2011 saat Indonesia memimpin ASEAN," terangnya.

"Daya tarik perjanjian tersebut sekarang bahkan lebih tinggi, sangat penting untuk mendukung rantai pasokan global, serta kami berharap bahwa fasilitasi untuk menghilangkan 92% dari tarif bea masuk," pungkas Airlangga. (sumber)

fokus berita : #Airlangga Hartarto