28 Oktober 2022

Airlangga Hartarto Apresiasi Kontribusi UMKM Pada Pertumbuhan Ekonomi RI

Berita Golkar - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia Airlangga Hartarto mengungkap Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) telah memberikan kontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Dia mengatakan kontribusi UMKM sebesar 61 persen terhadap produk domestik bruto (PDB) atau setara dengan Rp8.573 triliun yang menyerap tenaga kerja sebesar 97 persen dari penyerapan tenaga kerja nasional.

Airlangga mengatakan pemerintah akan terus memberikan perhatian kepada sektor UMKM dan yang mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dukungan ini menjadi salah satu strategi yang dilakukan guna memberikan kemudahan akses terhadap pemilihan UMKM melalui penyelenggaraan kredit usaha rakyat hingga akhir proses jual-beli.

"Sampai saat ini dukungan yang diberikan telah terealisasi sebesar 29 triliun atau 56 persen dari target 2022 kepada 4,4 juta debitur," jelas Airlangga dalam acara MSMEs Digitalization Places Indonesian MSMEs in Global Supply Chains, Pullman Hotel Thamrin, Jakarta Pusat, Jumat (28/10/2022).

Baca Juga: Bamsoet Apresiasi Pelantikan Ketua Depinas SOKSI Ahmadi Noor Supit Sebagai Anggota BPK

Di samping itu, pemerintah telah memberikan berbagai dukungan UMKM seperti subsidi bunga KUR, penjaminan kredit modal kerja PPH final tarif 0 persen untuk UMKM dan perpanjangan dari struktur organisasi kredit, untuk mencapai rasio kewirausahaan sebesar 3,95 persen di tahun 2024.

Seperti diketahui, pemerintah telah menerbitkan peraturan presiden nomor 2 tahun 2022 tentang pengembangan kewirausahaan Nasional, pemerintah juga memberikan berbagai kemudahan untuk UMKM seperti pendaftaran perizinan secara elektronik, fasilitas standarisasi, sertifikasi untuk ekspor, akses pembiayaan, penjaminan serta keutamaan dalam pengadaan barang dan jasa dari pemerintah maupun BUMN.

"Perkembangan UMKM tidak hanya dalam bantuan pembiayaan tetapi juga pemahaman literasi digital. Presiden Jokowi telah menargetkan 30 juta pelaku UMKM untuk go digital di tahun 2024. Saat ini, masih 24 persen dari total pelaku UMKM yang sudah memanfaatkan teknologi digital dengan berjualan di berbagai platform e-commerce," lanjutnya.

Menurut data, terdapat 202,6 juta pengguna internet dari 98,2 persen penetrasi smartphone Google. Berdasarkan data tersebut Indonesia memiliki potensi pertumbuhan ekonomi digital senilai 124 miliar di tahun 2005.

Baca Juga: Dewi Asmara Gelar Sosialisasi Pencegahan Stunting Untuk Ibu-Ibu Posyandu Kota Sukabumi

"Kita harus sambut baik potensi ini karena angka tersebut merupakan pertumbuhan ekonomi digital tinggi di kawasan regional. Ini merupakan peluang besar bagi sektor UMKM untuk melakukan transformasi digital dan menjadi bagian dari lantai masuk global manfaat digitalisasi bagi UMKM lebih mudah bersinergi," tuturnya. 

Berdasarkan survei, 70 persen pelaku UMKM mengalami kenaikan pendapatan rata-rata 30 persen dengan tergabung dalam ekosistem digital. Selain itu, menurut survei aktivasi bisnis UMKM yang dilakukan oleh bank BRI menunjukkan kenaikan indeks UMKM, di mana di kuartal II/2022 pencapai angka 19,4. "Berdasarkan angka tersebut, artinya berada pada level yang optimis dukungan nyata dari dunia usaha seperti pelatihan yang dilakukan," pungkasnya. (sumber)

 

fokus berita : #Airlangga Hartarto