31 Oktober 2022

Misbakhun Sayangkan Minimnya Keberpihakan Negara Pada Para Petani Tembakau

Berita Golkar - Anggota Komisi XI DPR RI Mukhammad Misbakhun menyayangkan minimnya pembelaan negara kepada petani tembakau. Padahal, menurutnya, petani tembakau tersebut selama ini telah berkontribusi besar bagi perekonomian negara. Yaitu, Industri Hasil Tembakau (IHT) telah memberikan sumbangsih Rp120 triliun kepada negara, meskipun dengan kontrol yang sangat ketat.

Oleh karena itu, dia menyebut hal tersebut merupakan bentuk ketidakadilan. “Ini kebijakan yang tidak adil. Petani tembakau itu tidak pernah mendapatkan haknya sebagai orang Indonesia yang hidup dengan bertani. Tidak ada advokasi program dan anggaran yang baik kepada petani tembakau,” ucap Misbakhun saat mengunjungi KUD Sumberrejo Unit SKT atau Mitra Produksi Sigaret (MPS) di Sukorejo, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Jumat (28/10/2022).

Disisi lain, ia juga menyinggung rencana pemerintah merevisi PP Nomor 109 Tahun 2012 tentang Pengamanan Bahan Mengandung Zat Adiktif Berupa Produk Tembakau Bagi Kesehatan. Misbakhun menyebut alasan yang mendasari rencana revisi itu hanya isu kesehatan. "Semua hanya berbicara kesehatan, tetapi tidak pernah berbicara bagaimana petani tembakau, bagaimana ibu-ibu pekerja SKT (sigaret kretek tangan),” kata Mantan pegawai Direktorat Jenderal Pajak itu.

Baca Juga: Sambut IKN, Hetifah Minta Penguatan SDM Ekonomi Kreatif Kaltim Ditingkatkan

Karena itu, ia kembali menyatakan komitmennya untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat yang menggantungkan hidup pada industri hasil tembakau (IHT). Menurut dia, selama ini kebijakan negara terhadap pelaku IHT sering tidak adil. Karena itu, dirinya punya kewajiban mewujudkan aspirasi konstituennya yang bergantung pada IHT.

“Ini adalah tugas konstitusional saya yang dipilih oleh petani tembakau, buruh rokok. Saya berkewajiban untuk memperjuangkan nasib mereka,” ujar Politisi Golkar dari Daerah Pemilihan Jawa Timur II tersebut. Pada kesempatan sama, Direktur MPS Unit SKT Pasuruan Nurul Huda mengapresiasi kiprah Misbakhun dalam membela pelaku IHT selama ini.

"Kami punya seribu pekerja yang bekerja di pabrik ini. Pak Misbakhun adalah tokoh yang konsisten dalam memperjuangkan petani dan IHT, sehingga kami tetap punya harapan untuk tetap bisa mencari rezeki di sektor ini (industri kretek)," ucap Nurul Huda. (sumber)

fokus berita : #Misbakhun