01 November 2022

Bahlil Lahadalia Mengaku Masih Kader Golkar, Tapi Malah Dukung Puan Jadi Capres 2024

Berita Golkar - Menteri Investasi/Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mengklaim masih sebagai kader Partai Golkar. Namun dia mengaku bukan kader struktural Golkar sehingga bisa mendukung siapapun sebagai capres di 2024.

Bahkan Bahlil sempat mengeluarkan kata penyemangat “hidup presiden” kepada Ketua DPR Puan Maharani usai memberikan pidato dalam turnamen bulu tangkis Ketua DPR RI Cup ke-3 di Area Sport Center DPR RI pada Selasa (1/11/2022).

“Emang kalau dari orang partai lain, enggak boleh ngomong mbak Puan presiden?,” tegas Bahlil di Sport Center DPR RI pada Selasa (1/11/2022).

Bahlil sempat menegaskan posisinya sebagai kader partai Golkar kepada awak media saat ditanya soal kapasitas dirinya memberikan dukungan kepada Puan Maharani.

Baca Juga: Golkar Bantah Bakal Usung Ganjar Sebagai Capres, Lodewijk Paulus: KIB Bukan Ojek Online!

“Saya kan partainya bukan dari Golkar. Yang bilang partai saya dari Golkar siapa? Saya partai saya independen. Saya dulu kader Golkar, keluar sih enggak. Tapi bukan Golkar struktural,” jelasnya.

Namun, saat dipertanyakan kembali soal bukti bahwa dirinya masih sebagai kader Golkar, Bahlil menyebut dia masih memiliki kartu keanggotaan sebagai kader. “Iya lah (masih kader Golkar), punya KTA, kader partai,” sambungnya.

Bahlil mengatakan dukungan tersebut dia berikan karena Puan memiliki kapasitas sebagai calon pemimpin. Bahkan dengan posisinya saat ini menjadikan Puan sebagai sosok perempuan yang memimpin lembaga DPR.

“Mbak puan itu kan salah satu wanita top yang berpengaruh sekarang. Mantan menko, mantan anggota DPR, sekarang ketua DPR, usianya muda, cucu dari presiden, anak dari presiden. Apa lagi yang kurang?,” kata Bahlil.

Baca Juga: Gde Sumarjaya Linggih Desak Pemerintah Antisipasi Dini Ancaman Krisis Pangan

Meski begitu Bahlil meminta kepada publik tidak mengaitkan sikapnya ini dengan sikap dari DPP Partai Golkar yang mendukung Ketua Umumnya Airlangga Hartarto sebagai capres 2024. Sebab dalam dinamika politik, perbedaan sikap harus dihargai satu sama lain.

“Oh saya enggak bilang begitu (tidak mendukung ketum). Itu kan demokrasi. Kita semuanya pantas lah, namanya calon kan boleh dong semua mencalonkan. Semua calon bagus-bagus,” tegasnya. (sumber)

 

fokus berita : #Bahlil Lahadalia