02 November 2022

BRIN: Butuh Komitmen Internal Partai Golkar Untuk Muluskan Pencapresan Airlangga Hartarto

Berita Golkar - Firman Noor Peneliti dari Pusat Riset Politik Badan Riset dan Inovasi Nasional (PRP-BRIN) mengungkapkan, hasil survei LSI Denny JA bisa saja membuat Partai Golkar makin percaya diri mengusung Airlangga Hartarto ketua umumnya sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2024.

Walau begitu, Firman menilai penentu realisasi pengusungan Airlangga sebagai capres adalah komitmen Partai Golkar.

“Sejauh ini saya melihat terkait komitmen partai. Karena, sudah terlanjur komitmen harus ketum yang jadi capres. Itu semua perangkat Golkar, SDM, dan kader sedang diarahkan untuk mendongkrak suara Airlangga dengan berbagai macam cara,” ujarnya di Jakarta, Rabu (2/11/2022).

Sebelumnya, survei LSI Denny JA mengungkap elektabilitas Partai Golkar berada di angka 14,5 persen. Faktor yang mempengaruhi adalah kepuasan publik terhadap penanganan pandemi Covid-19.

Baca Juga: Tanggulangi Permasalahan Beras, Airlangga Hartarto Minta Bulog Serap Hasil Produksi Petani Lebih Besar

Dalam survei itu, Airlangga Hartarto disebut sebagai trend setter dan game changer. Karena, kinerja Airlangga sebagai Menko Perekonomian.

Golkar menjadi partai dengan elektabilitas nomor dua di bawah PDI Perjuangan (20,19) persen, diikuti Partai Gerindra (9,8 persen), Partai Keadilan Sejahtera (8,3 persen), Partai Kebangkitan Bangsa (5,9 persen), dan Partai Demokrat (5,4 persen).

Firman menekankan elektabilitas partai tidak bisa langsung dikonversi menjadi elektabilitas calon yang diusung. Begitu juga perolehan suara partai tidak otomatis menjadi suara capres.

“Permasalahannya adalah tidak dengan sendirinya suara di partai bisa dikonversi menjadi suara capres-cawapres. Itu sudah terbukti,” tegasnya.

Baca Juga: LSI Denny JA: Kinerja Airlangga Hartarto dan Peran Luhut Ikut Dongkrak Elektabilitas Golkar

Dia melanjutkan, partai politik patut mempertimbangkan berbagai macam faktor dalam melihat sosok capres yang bakal didukung. Tidak hanya sekadar posisi atau jabatan ketua umum.

“Partai harus mampu secara komprehensif melihat kandidat. Tentu saja mengukur akseptabilitas seorang ketum parpol tidak bisa hanya disandingkan dengan para ketum yang lain. Memang nanti orientasi pemilih juga tidak melihat posisi ketum. Tapi, memang satu popularitas yang dibangun oleh banyak faktor. Menurut saya, itu harus jadi perhatian siapa pun yang ingin mengangkat nama ketumnya,” pungkas Firman.

Meski pun Airlangga disebut sebagai game changer, Dave Laksono mengatakan pembahasan mengenai capres dari Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) masih berlangsung dinamis. Menurutnya, Golkar tetap fokus mengupayakan Airlangga Hartarto sebagai calon presiden pada Pilpres mendatang.

“Tetap fokus, capres dari Golkar adalah Pak Airlangga,” ucapnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta. Sementara itu, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) dan Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga ada dalam KIB menyebut beberapa nama yang potensial diusung sebagai capres seperti Ganjar Pranowo dan Ridwan Kamil.

Seperti diketahui, KIB sampai sekarang belum mengumumkan nama calon presiden yang akan diusung pada Pilpres 2024. (sumber)

 

fokus berita : #Firman Noor