02 November 2022

Masih Terkendala, Cen Sui Lan Mohon Maaf Pada Masyarakat Batam Belum Bisa Realisasikan Pembangunan Jalnas Senilai Rp.50 Miliar

Berita Golkar - Memang tak mudah “menggolkan” dana besar di rumah besar rakyat Indonesia di Senayan Jakarta, yang memiliki puluhan Propinsi dan ratusan Kabupaten/Kota

Dalam proses panjang perjuangan Cen Sui Lan memusyawarahkan di Komisi V DPR RI untuk mengarahkan dana membangun infrastruktur berkwalitas di Dapil-nya Propinsi Kepulauan Riau butuh kerja-keras agar pihak Kementerian terkait juga bersedia mengalokasikan dana dari membangun infrastruktur sesuai dengan yang dibutuhkan masyarakat luas.

Cen Sui Lan berada di pihak rakyat Kepri dan terus berkontribusi berkarya-nyata memperjuangkan dana pembangunan buat membangun Kepri.

Hak ini sesuai dengan “hak” nya sebagai Wakil Rakyat di Dapil-nya Kepri yang kaya akan gas,galian tambang bauksit, pasir laut dan aneka hasil kemaritiman laut lainnya termasuk lima besar daerah destinasi wisata terbesar dikunjungi Wisatawan Mancanegara (wisman) dan Wisatawan Nusantara (wisnu).

Baca Juga: Menko Airlangga: PSN Palapa Ring Integrasi Percepat Transformasi Digital

Dan pembangunan yang diperjuangkan Cen Sui Lan membangun Kepri harus hadir secara sah dan resmi dianggarkan dan finalisasinya dikerjakan para eksekutif PUPR di lapangan.

Namun kendala di lapangan ada saja yang terjadi.Namun masih dalam batas toleransi dimana dalam pengertian memperhatikan juga aspirasi lainnya yang sangat memerlukan.

Seperti belum lama ini, meski proyek infrastruktur masih akan dilaksanakan pada tahun 2023 yang akan datang.Pergeseran lokasi pengerjaan dengan nilai Rp 50 Milyar membangun ruas jalan Barelang Batam ke Kabupaten Lingga masih dapat dimaklumi dan diterima akal.

Cen Sui Lan, Anggota Komisi V DPR RI Fraksi Golkar Dapil Kepulauan Riau (Kepri), memohon maaf kepada masyarakat Batam. Upaya Cen Sui Lan menggolkan APBN untuk membiayai pembangunan dapil Kepri, kandas karena tidak tuntas penyerahan aset ke pemerintah pusat.

Baca Juga: Survei LSI Denny JA: Golkar Tempel Ketat PDIP di Posisi Dua, Berpotensi Menyalip di Tikungan

“Saya mohon maaf, tadinya sudah dianggarkan di APBN tahun 2023 sebesar Rp50 miliar pembangunan jalan nasional di Batam. Tapi, penyerahan aset tak tuntas, saya alihkan dana Rp50 miliar itu ke Lingga,” tutur Cen Sui Lan kepada wartawan, di seka-sela meninjau culvert box dan drainase di ruas jalan Simpang Kabil ke Telaga Punggur, Rabu (26/10/2022).

Detailnya mungkin disebabkan belum tuntasnya penyerahan aset pembangunan Jalan Nasional ke Pemerintah Pusat. Cen Sui Lan enggan membeberkan persoalan ini, mestinya untuk hal seperti ini tidak perlu dibesar-besarkan, karena untuk kebutuhan masyarakat yang berada di Propinsi Kepri juga.

“Sayang saja, saya sudah all out perjuangkan dana APBN untuk pembangunan jalan nasional di Batam. Daripada di Batam tak bisa karena tidak tuntas penyerahan aset, saya alihkan saja ke Kabupaten Lingga yang lebih siap,” ungkap Cen Sui Lan wanita yang gigih berjuang berkarya membangun Dapilnya Kepri ini

Yang penting, sebut Cen Sui Lan bahwa dana APBN sebesar Rp50 miliar yang dianggarkan untuk tahun 2023, itu tetap terserap di dapil Kepri. “Karena Batam tak siap, ya saya alihkanlah ke daerah yang siap. Kebetulan yang siap di Kabupaten Lingga,” ujar Cen Sui Lan bersemangat.

Baca Juga: golkarpedia.com/id/baca/29155-ketua-mpr-ri-bamsoet-dukung-kajian-utusan-golongan-kembali-masuk-dpr-ri

Lebih jauh kata Cen Sui Lan, masing-masing daerah di Indonesia berlomba-lomba menarik pembiayaan pembangunan dari APBN di pusat dan wakil rakyatnya tak boleh berpangku tangan, harus kerja keras.

“Dan ada yang harus diperhatikan, dan tak boleh diabaikan sesuai norma aturan yang ada.Salah satunya syarat suatu pembangunan bisa dibiayai APBN, jika sudah tuntas penyerahan aset,” ungkap wanita yang masuk kategori 10 wanita Partai Golkar Terpopuler se-Indonesia ini.

Tahun 2023, Lingga mendapatkan alokasi pembangunan jalan nasional di Singkep dan Daik, kata Cen. Dan kata Cen pada tahun 2022 ini, Ditjen Bina Marga melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) mengerjakan proyek APBN senilai Rp23,5 miliar di Batam.

Saat peninjauan culvert box dan drainase yang sedang dalam pengerjaan ini, Cen Sui Lan didampingi Kepala Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Kepri Itu Handyana. Ada juga Ir Faisal selaku Staf Ditjen Bina Marga dan Hendra ST Kepala Satker Jalan Nasional Wilayah I.

Baca Juga: Temui Jokowi, Menpora Zainudin Amali Tegaskan Tak Ikut Campur Urusan KLB PSSI

Pada bagian lain, sebut Cen Sui Lan bahwa penyerahan aset Jalan Nasional di Batam belum tuntas dari pihak Badan Pengusahaan (BP) Batam. Sehingga di pihak Ditjen Bina Marga tersendat lantaran itu menjadi temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK).Audit BPK, kata Cen Sui Lan, selalu memberikan catatan khusus.

Akibatnya, lanjut Cen Sui Lan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) tak mau menganggarkan atau menunda lagi pembangunan jalan nasional di Batam sebelum urusan penyerahan aset tuntas.

Sedianya Batam tahun 2023 mendapatkan alokasi Rp 50 miliar ruas jalan nasional ke Barelang itu. “Tapi, Pak Dirjen Bina Marga Pak Heidy Rahardian meminta saya, agar sebelum itu tuntas, dialihkan saja,” kata Cen Sui Lan mengulang penegasan Pak Dirjen Heidy Rahardian. (sumber)

 

fokus berita : #Cen Sui Lan