07 November 2022

Reformasi Struktural dan Digitalisasi Ekonomi Bakal Jadi Senjata Golkar Gaet Milenial dan Gen Z

Berita Golkar - Partai Golkar menyadari posisi para pemilih muda dalam kontestasi pemilu 2024 dan menyiapkan beberapa strategi untuk bisa menggaet suara para kawula muda. Berikut strategi-strategi Golkar dalam menarik minat anak muda.

Ketua DPP Golkar, Ace Hasan Syadzily buka-bukaan, perihal taktik Golkar dalam menggaet suara dari generasi milenial dan generasi z yang menjadi mayoritas pemilih pemilu 2024. Menurut Ace, isu utama yang disinyalir akan menarik suara anak-anak muda ialah upaya dalam menciptakan lapangan pekerjaan.

Karenanya partai berlambang pohon beringin ini akan mendorong adanya reformasi besar-besaran. “Isu reformasi struktural dalam rangka bagaimana menjadikan Indonesia dapat menciptakan lapangan kerja,” kata Ace saat ditemui di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta Barat, Senin (7/11/2022).

Baca Juga: Jadi Tuan Rumah Kejuaraan Taekwondo, Airin Rachmi Diany Dukung Kemajuan Olahraga di Banten

Selain itu, lanjut dia, Golkar juga mengedepankan isu digitalisasi ekonomi sebagai upaya lain meningkatkan elektabilitas di kalangan muda. Senjata lain yang disiapkan ialah mendorong anak-anak muda untuk berkarir politik. “Kami memberikan ruang terbuka kepada anak-anak muda untuk bisa berkiprah menjadi calon legislatif melalui Partai Golkar,” ucap Ace.

Adapun senjata pamungkasnya, aku Ace, ialah mendorong isu pendidikan untuk meningkatkan sumber daya manusia. Dengan begitu, anak-anak muda bisa memiliki kompetensi yang mumpuni dalam mengelola digitalisasi ekonomi. “Kami ingin ada talenta yang diarahkan kepada digitalisasi ekonomi,” tandasnya.

Diketahui, dari segi jumlah, pemilih muda merupakan kekuatan politik yang signifikan pada pemilu 2024. Secara kualitatif, suara mereka tak bisa diabaikan. Sejarah mengajarkan, banyak perubahan sosial digerakkan oleh kaum muda.

Jumlah pemilih muda (usia 17-39 tahun) mendekati 60 persen. Data Kemendagri menunjukkan, jumlah pemilih pada 2024 mencapai 206.689.516 orang. Dari jumlah tersebut, sebanyak 110.934.265 jiwa (53,6 persen) merupakan pemilih dengan rentang usia 17-39 tahun. Para pemilih muda itu, generasi Z dan milenial, akan menjadi rebutan parpol dan capres atau cawapres. Namun, tidak mudah mendapat suara dan dukungan kaum muda. (sumber)

fokus berita : #Ace Hasan Syadzily #Kang Ace