08 November 2022

Tuntutan Zaman, Bamsoet Sebut Digitalisasi Ekonomi UMKM Sebuah Keharusan

Berita Golkar - Ketua MPR RI Bambang Soesatyo (Bamsoet) mengatakan, hampir 96 persen pelaku usaha di Indonesia bergerak di sektor Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat jumlah UMKM mencapai 64,19 juta unit, menyerap 97 persen dari total tenaga kerja, berkontribusi terhadap 60 persen PDB.

"Salah satu pengembangan UMKM dengan melakukan digitalisasi UMKM. Hal tersebut sesuai dengan komitmen pemerintahan Presiden Joko Widodo mempercepat transformasi digital UMKM. Tahun ini, digitalisasi ekonomi UMKM ditargetkan menembus 20 juta UMKM. Serta di tahun 2023 ditargetkan 30 juta UMKM sudah berhubungan dengan ekosistem ekonomi digital," kata Bamsoet saat menerima Pengurus Himpunan Pengusaha dan Wiraswasta (HIPWI) FKPPI di Jakarta, Senin 7 November 2022.

Digitalisasi UMKM, kata dia, merupakan keharusan. Menjadikan UMKM tidak hanya mampu bertahan ditengah gempuran sistem ekonomi liberal, namun juga mampu meningkatkan kontribusi terhadap ekonomi Indonesia.

Baca Juga: Zulfikar Arse Sadikin Ingatkan BPK Perwakilan DIY Untuk Kuatkan Sisi Perencanaan Dana Keistimewaan

"Berdasarkan proyeksi Google, nilai ekonomi digital Indonesia pada 2025 bisa mencapai US$146 miliar. Besarnya jumlah tersebut harus dinikmati oleh UMKM. Pada tahun 2021, nilai ekonomi digital Indonesia sudah mencapai US$70 miliar, tumbuh hingga 49 persen (year-on-year/YoY) dari capaian 2020 senilai US$47 miliar," kata Bamsoet yang dalam pertemuan itu mendukung HIPWI FKPPI menggelar kegiatan 'BerGrak bersama UMKM HIPWI FKPPI Membangun Negeri' pada 20-22 Januari 2023.

Hadir Pengurus HIPWI FKPPI antara lain Ketua Umum Toro Sudarmadi, Waketum Dwi Setya Tarigan, Bendahara Umum Greez Numberi, Wasekjen Diman Andrew Kurniawan, Bendahara Yulia Pramu dan Ketua Bidang Affan Siregar. (sumber)

 

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet