11 November 2022

Bobby Rizaldi Ungkap Bakal Ada 2 Kali Pergantian Panglima TNI Jelang Pemilu 2024, Kok Bisa?

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR RI Bobby Adhityo Rizaldi menyebut Indonesia bakal mengalami dua kali pergantian Panglima TNI menjelang Pemilu 2024. Pergantian itu bakal dilakukan pada akhir 2022 dan 2023.

Untuk diketahui, masa jabatan Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa bakal berakhir pada Desember 2022 karena memasuki masa pensiun. Calon pengganti Jenderal Andika, setidaknya ada 3 sosok yakni KSAL Laksamana Yudo Margono, KSAD Jenderal Dudung Abdurachman, dan KSAU Marsekal Fadjar Prasetyo.

Akan tetapi, Bobby menyebut ketiganya juga bakal memasuki masa pensiun di akhir 2023. Oleh sebab itu, dia memastikan Presiden Joko Widodo (Jokowi) bakal memilih pengganti Panglima TNI untuk tahun ini dan tahun depan.

"Kalau dilihat dari tiga-tiganya ini, tahun depan itu dipastikan ada pergantian (Panglima TNI) sekali lagi juga. Karena kan umur-umrunya," kata Bobby kepada wartawan, Jumat (11/11/2022).

Baca Juga: Melki Laka Lena: Kasus Gagal Ginjal Akut Anak di Aceh Sudah Terkendali

Bobby mengatakan bahwa Laksamana Yudo Margono bakal pensiun di akhir tahun 2023. Sementara, Jenderal Dudung justru akan pensiun lebih cepat. "Pak Yudo tahun depan juga (pensiun). Pak Dudung juga, malah lebih cepat bulan November 2023," ucapnya.

Oleh sebab itu, dia menyebut bukan tidak mungkin bahwa bakal ada pemilihan Panglima TNI kembali pada 2023. Dia memastikan pemilihan Panglima TNI itu dilakukan sebelum Pemilu 2024.

Namun saat ditanya soal perpanjangan masa jabatan Andika Perkasa, Bobby meyakini Jokowi bakal memiliki rencana yang tidak bakal membuat gejolak yang tinggi. Terlebih, menjelang Pemilu 2024.

"Sampai saat ini kami masih meyakini bahawa presiden memiliki rencana yang cukup bisa membuat tidak banyak dinamika. Apalagi kan kita baru pertama kali besok 2024 itu ada perhelatan sangat besar, pilkada-nya juga dari ratusan kabupaten-kota dalam tahun yang sama," ujarnya.

Baca Juga: Nurul Arifin Nilai Distribusi STB Untuk Masyarakat Masih Belum Tepat Sasaran

Oleh karena itu, siapapun yang bakal dipilih Jokowi menggantikan Jenderal Andika merupakan sosok yang terbaik. Bobby menekankan bahwa tidak ada perbedaan di antara tiga matra tersebut.

"Saya rasa siapapun Panglima saat ini, utamanya kita lihat hierarki, decisive, lantas yang paling utama tidak ada suatu matra yang lebih penting dibanding yang lainnya. Jadi siapapun pilihan Presiden karena sumbernya sudah jelas dari yang tiga ini, kami yakin pasti yang terbaik," pungkasnya. (sumber)

 

fokus berita : #Bobby Adhityo Rizaldi