12 November 2022

Agus Gumiwang Minta Masyarakat Utamakan Produk Dalam Negeri Sebagai Wujud Kemandirian

Berita Golkar - Kementerian Perindustrian (Kemenprin) terus berupaya mendorong dan mengawal agar masyarakat Indonesia maksimal untuk penggunaan produk dalam negeri sebagai wujud kemandirian.

Melalui Rapat Koordinasi Pengawasan (Rakorwas) secara daring pada Kamis, 10 November 2022, Kemenperin menegaskan pihaknya akan mengawal penggunaan produk dalam negeri sebagai wujud kemandirian.

Supaya gerakan penggunaan produk dalam negeri sebagai wujud kemandirian, Kemenperin ikut melibatkan pejabat Unit Eselon I maupun dengan mengembangkan pola-pola pengelolaan risiko. Tidak hanya itu, Kemenperin telah berupaya mengembangkan dan manajemen risiko untuk mencapai target kinerja secara efektif, efisien, dan akuntabel.

Dikutip dari laman kemenperin.go.id, Rakorwas Kementerian tahun 2022 mengusung tema “Sinergi Mengawal Produk Dalam Negeri Wujudkan Industri Mandiri”.

Baca Juga: Lumbung Suara Partai Golkar, Ace Hasan Sebut Jawa Barat Kunci Kemenangan di Pemilu 2024

Pemilihan tema tersebut, Menurut Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita merupakan wujud semangat untuk terus mengawal target penggunaan Produk Dalam Negeri (PDN) dalam pengadaan barang atau jasa pemerintah.

“Saya berpesan agar Inspektorat Jenderal sebagai APIP di lingkungan Kemenperin dapat secara serius mengawal belanja produk dalam negeri, sebagai salah satu ikhtiar kita dalam mendorong industri dalam negeri,” ujar Agus Gumiwang.

Lebih jauh Menprin menegaskan keberadaan Aparat Pengawas APIP menjadi partner sekaligus mitra strategis dan terpercaya bagi satuan kerja. “Saya berharap APIP, khususnya para auditor, dapat menjadi partner yang strategis dan terpercaya bagi satuan kerja," tegas Agus.

"Sehingga proses pengawasan, baik assurance maupun consulting, dapat berjalan dengan efektif,” imbuhnya.

Menprin juga mengatakan pengawasan internal yang dilaksanakan oleh Inspektorat Jenderal Kemenperin lebih dititik beratkan pada pengawasan bersifat dan dapat berfungsi sebagai early warning system. “Oleh karena itu, peningkatan kapasitas dan kapabilitas pengawasan juga menjadi hal yang perlu dipersiapkan,” ujarnya.

Baca Juga: Berjalan Sukses, Bamsoet Apresiasi Konser Slank ‘Beautiful Smile Indonesia’ di Makassar

Masih dalam forum yang sama Menprin meminta APIP di Kemenperin untuk selalu menjaga integritas dan kompetensinya sehingga mampu untuk melakukan pengawalan. Keberadaan APIP sekaligus menjadi pendampingan program-program prioritas serta mendorong peningkatan kinerja dan peningkatan kapabilitas pengawasan.

Sementara itu, Inspektorat Jenderal (Irjen) Kemenperin Masrokhan mengatakan pihaknya langsung melaksanakan arahan Menprin untuk mengawal target Penggunaan Produk dalam Negeri (PDN) sampai dengan tahun 2023.

Masrokhan menuturkan, untuk mencapai target terkait PDN, Itjen Kemenperin turut mengajak seluruh pimpinan Unit Eselon I, pimpinan Satker serta seluruh pegawai. Hal tersebut untuk mendeklarasikan komitmen bersama untuk meningkatkan penggunaan produk dalam negeri.

Komitmen tersebut selanjutnya diimplementasikan dengan budaya manajemen risiko di lingkungan masing-masing. “Keberhasilan serta efektivitas pengawasan internal tentu saja tidak akan terwujud tanpa adanya kolaborasi serta sinergi antara APIP dengan seluruh Satker di lingkungan Kemenperin,” ujarnya.

Baca Juga: Golkar Aceh Tamiang Dorong Kepemilikan Aula dan Perahu Karet di Tiap Desa Untuk Evakuasi Korban Banjir

Masrokhan menambahkan, melalui kegiatan Rakorwas tahun 2022, Kemenperin juga memberikan apresiasi kepada Satuan Kerja yang telah mampu meningkatkan kualitas tata kelola di lingkungan masing-masing sektor. “Pemberian penghargaan ini bertujuan untuk memberi semangat seluruh Satuan Kerja di lingkungan Kemenperin," ujarnya.

"Agar mendorong kinerja di lingkungan masing-masing, yang pada muaranya akan meningkatkan kinerja Kementerian Perindustrian secara keseluruhan,” tandasnya. (sumber)

 

fokus berita : #Agus Gumiwang Kartasasmita