14 November 2022

Rawan Ancaman, Christina Aryani Minta Pemerintah Tingkatkan Pengamanan KTT G20 Bali

Berita Golkar - Anggota Komisi I DPR RI Christina Aryani meminta Pemerintah meningkatkan antisipasi keamanan agar tidak ada celah bagi pihak-pihak yang ingin mengganggu jalannya Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 pada Selasa (15/11) dan Rabu (16/11) di Bali.

"Saya tetap mengingatkan agar berbagai persiapan, terutama antisipasi keamanan, bisa lebih ditingkatkan lagi sehingga tidak ada sedikit pun celah bagi pihak yang ingin mengganggu jalannya KTT G20 di Bali," kata Christina di Jakarta, Senin.

Dia mengaku optimistis semua unsur keamanan yang terlibat dalam pengamanan KTT G20, seperti TNI dan Polri, bersiaga penuh untuk memastikan segalanya berjalan baik. Menurut Christina, KTT G20 menjadi pertaruhan bagi bangsa Indonesia karena semua dunia melihat Indonesia; sehingga gangguan keamanan sekecil apa pun harus diantisipasi.

Baca Juga: Pemain Naturalisasi Terlalu Banyak di Timnas Indonesia, Ini Tanggapan Menpora Zainudin Amali

Dia juga mengapresiasi Pemerintah atas berbagai persiapan yang saat ini sudah dipastikan maksimal menjelang perhelatan puncak G20 di Bali.

"Jika dilihat persiapan sejauh ini, atensi tinggi presiden dan para pejabat tinggi, termasuk panglima TNI, kapolri, dan yang lainnya, kita pantas memberi apresiasi atas seluruh kerja keras Pemerintah untuk penyelenggaraan KTT G20," tambahnya.

Selain itu, dia menilai Indonesia mampu mengendalikan dinamika di tengah berbagai isu menjelang perhelatan puncak acara G20, terutama terkait kehadiran para pemimpin dunia. Christina mengatakan ketidakhadiran sejumlah kepala negara, seperti Rusia, Ukraina, Meksiko, dan Brasil, sudah dilakukan melalui komunikasi yang baik.

Baca Juga: Bamsoet Dukung Upaya Pemprov Sumsel Ambil Alih PT. Vale Indonesia

"Di sini kita lihat Indonesia memperlihatkan kemampuan diplomasi yang baik, bahwa tidak semua kepala negara hadir, seperti Rusia, Ukraina, Meksiko, dan Brasil. Itu tentu sudah melalui komunikasi yang baik dan kita hargai itu," katanya.

Menurut dia, Indonesia tidak bisa memaksakan kehendak terkait pandangan beberapa pihak tentang kemungkinan tidak tercapainya komunike para pemimpin dunia dalam KTT G20. Namun, lanjutnya, untuk mengangkat segala isu krusial, forum KTT G20 sudah memberikan nilai tersendiri bagi presidensi Indonesia.

"Jangan lupa, ada kesepakatan-kesepakatan lain yang berhasil dicapai di bidang kesehatan, dekarbonisasi, dan restorasi mangrove. Semua itu konkret dan menjadi prestasi presidensi Indonesia," ujar Christina Aryani. (sumber)

fokus berita : #Christina Aryani