15 November 2022

Robert Kardinal Tegaskan Partai Golkar Takkan Toleransi Perilaku Kader Terjerat Kasus Korupsi

Berita Golkar - Pengurus Pusat Partai Golongan Karya (Golkar) Robert Joppy Kardinal, menyampaikan pernyataan tegas perihal adanya kader Golkar di daerah yang terjerat kasus korupsi. Kardinal menekankan, Golkar tidak akan pernah melindungi kader-kadernya yang tersangkut kasus korupsi.

Disampaikan Robert Kardinal, saat dihubungi awak media ini, perihal adanya kader Golkar di Sorong berinisial SW yg akan segera dilakukan pemanggilan paksa oleh Penyidik Kejaksaan Negeri Sorong, menyusul penyidikan kasus dugaan korupsi Pembangunan Jaringan Listrik Tegangan Rendah dan Menengah pada Dinas Pertambangan dan Energi Kabupaten Raja Ampat.

SW sendiri telah ditetapkan sebagai tersangka pada tanggal 16 Agustus 2022, karena yang bersangkutan adalah salah satu orang yang ikut menikmati aliran uang negara tersebut. Penetapan tersangka SW tertuang dalam surat penetapan tersangka Kepala Kejaksaan Negeri Sorong Nomor : KEP – 25./R.2.11/Fd.1/08/2022, kemudian perintah penyidikan Kejari sorong nomor : PRINT – 02/R.2.11/ Fd.1/08/2022 tanggal 16 Agustus 2022.

Juga tertuang dalam surat nomor : B – 2592/R.2.11/Fd.1/08/ 2022 tanggal 16 Agustus 2022, perihal pemberitahuan penyidikan perkara tindak pidana korupsi ditujukan kepada Ketua KPK Republik Indonesia, Jl. HR. Rasuna Said Kav. C-1 Kuningan Jakarta Selatan.

Baca Juga: Jerry Sambuaga Apresiasi Kinerja Airlangga Hartarto Jaga Penguatan Ekonomi RI di Tengah Pelemahan Ekonomi Global

Meski sudah berstatus tersangka SW terhitung sudah dua kali mangkir dari panggilan penyidik Kejaksaan. Hingga publik berspekulasi ada intervensi dalam penanganan kasus tersebut. Hal ini tentu dibantah dengan keras oleh Robert Kardinal, selaku kader senior Golkar, Kardinal mengaku tahu betul tentang pandangan politik dan moralitas Golkar dalam berpartai.

Kardinal mengungkapkan, saat menang dalam bursa pemilihan ketua umum DPP Golkar, Airlangga Hartarto secara gamblang menyebutkan bahwa ia akan melakukan bersih-bersih terhadap semua pengurus dan kader Golkar yang tersangkut kasus korupsi.

Artinya, sebut Robert Golkar tidak mentolelir prakter korupsi di tanah air, apalagi yang dilakukan oleh anggotanya sendiri. Golkar, tidak akan memberikan perlindungan bagi kader-kadernya yang tengah menjalani proses hukum kasus korupsi.

“Memang komitmennya beliau (Airlangga Hartarto) begitu. Bersih-bersihlah, jangan lagi ada kader yang masih melakukan tindakan korupsi,” ujar Robert Kardinal diujung sambungan telephone, Selasa (15/11/2022). Terkait kasus yang menjerat SW, Robert menekankan pihaknya sama-sekali tidak memberikan perlindungan.

Baca Juga: Jika Publik dan Swasta Berkolaborasi Apik, Airlangga Hartarto Optimis Pertumbuhan Ekonomi RI Tembus 5,4%

Bahkan ia menegaskan pihaknya siap mengambil tindakan bilamana ditemukan atau terbukti ada pengurus maupun kader lain yang melindungi apalagi menghalang-halangi proses hukum yang sedang berjalan. “Kita tidak lindungi, kalaupun ada yang lindungi laporkan saja ke kami, supaya kami teruskan ke pimpinan tertinggi Golkar, agar segera diambil langkah. Intinya korupsi ini musuh bersama termasuk kami di Partai Golkar,” tegas Robert.

Pada kesempatan itu, ia juga mempersilahkan pihak penegak hukum, dalam hal ini Kejaksaan Negeri Sorong agar dapat mengambil langkah hukum sebagaimana mestinya. Ia juga meminta agar SW bisa mempertanggungjabkan perbuatanya dengan sungguh-sungguh.

“Penegak hukum silahkan jalan sesui koridor yang ada. Kemudian untuk saudari SW harus siap bertanggungjawab. Intinya kami tidak akan melindungi, tapi jika SW meminta bantuan hukum silahlan karena di Golkar ada bagian hukum,” ungkapnya sembari mengaku dirinya sangat tidak bisa memaklumi praktek korupsi, karena selain merugikan masyarakat, juga menodai marwah dan mencoreng nama baik partai. (sumber)

fokus berita : #Robert Joppy Kardinal