15 November 2022

Politik Gagasan yang Diusung KIB Bisa Bikin Demokrasi Indonesia Lebih Sehat

Berita Golkar - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) mengklaim fokus untuk menuntaskan pembahasan program kerja koalisi yang terangkum dalam Program Akselerasi Transformasi Ekonomi Nasional (PATEN).

Koalisi yang beranggotakan Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) itu lebih memilih pendekatan program dibanding pendekatan sosok nama calon presiden jelang Pemilu 2024.

Sejumlah pengamat politik menilai pendekatan KIB itu bisa membawa Indonesia menuju era baru pemilihan umum yang lebih sehat. Dengan begitu, partai politik bisa menghadirkan calon pemimpin yang memiliki visi dan misi, ketimbang menjual persona semata.

Menurut Emanuel Melkiades Laka Lena politikus Partai Golkar, pihaknya berkomitmen dan mendukung penuh gagasan PATEN.

Baca Juga: Jerry Sambuaga Apresiasi Kinerja Airlangga Hartarto Jaga Penguatan Ekonomi RI di Tengah Pelemahan Ekonomi Global

“Kami sudah membahas komitmen itu dalam kegiatan resmi partai. Bahkan, seluruh kader Golkar dari pusat hingga daerah telah menyepakati. Itu sudah dibahas bersama dalam pertemuan DPP Partai Golkar, DPD Partai Golkar I dan DPD Partai Golkar II se-Indonesia. Juga Fraksi Partai Golkar DPR RI, Partai Golkar DPRD Provinsi dan Partai Golkar DPRD II se-Indonesia,” ujarnya di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (15/11/2022).

Sebelumnya, Airlangga Hartarto Ketua Umum DPP Partai Golkar mengungkapkan, PATEN menjadi andalan tiga parpol KIB untuk menyukseskan tiga kunci kesejahteraan nasional, yaitu sehat manusianya, sehat ekonominya, dan sehat buminya.

“Sampai hari ini, belum ada parpol di luar KIB menawarkan program ke depan. Tidak Ada. Bahkan yang sudah melakukan pengumuman capres juga belum menyampaikan apa-apa,” ujar Airlangga dalam Temu Koordinasi Nasional KIB, di Makassar, Sulawesi Selatan, Minggu (6/11/2022).

Sementara itu, Fadli Ramadhanil Peneliti Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem) mengatakan, pemilih jaman sekarang akan melihat sosok yang punya ide dan siap untuk mengeksekusi ide tersebut. “Pemilih yang tahu, kemudian jalannya proses kontestasi akan mulai berpikir ide apa yang dibutuhkan untuk menyelesaikan persoalan bangsa, dan siapa yang punya ide, dan akan diuji,” ucapnya kepada wartawan, Selasa (15/11/2022).

Baca Juga: Serahkan Dana Aspirasi Rp 150 Juta, Idah Syahidah Harap Pendidikan Madrasah di Gorontalo Makin Keren

Umumnya, lanjut Fadly, partai politik mau pun koalisi mengusung pasangan calon lebih dulu, baru memikirkan gagasan. Sedangkan langkah KIB dimaklumi sebagai bentuk kerja sama mengumpulkan suara untuk mencapai ambang batas presidential threshold.

KIB yang beranggotakan Partai Golkar, PPP dan PAN memiliki tiket emas untuk membawa pasangan calon yang nantinya mereka usung pada Pilpres 2024.

“Kalau parpol ingin mengusung pasangan calon presiden, dan merumuskan ide untuk bisa jalan bersama, maka harus dilakukan dari awal. Sementara kalau parpol atau koalisi menentukan capres atau gagasan lebih dulu, semua harus berdasarkan aspirasi rakyat. Semestinya dalam situasi sekarang parpol harus sadar kalau pemilih semakin paham, dan tahu persoalan yang dihadapi bangsa,” pungkasnya. (sumber)

 

fokus berita : #Melkiades Laka Lena