17 November 2022

Golkar Yakin PKS Segera Gabung KIB Hadapi Pilpres 2024

Berita Golkar - Pengurus Partai Golkar di Jawa Barat memiliki prediksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan bergabung dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) di Pilpres 2024. Pada sisi lain, sejauh ini, PKS juga belum memutuskan untuk mendeklarasikan koalisi dengan poros yang digagas Partai Nasdem dan Demokrat.

Menurut Ketua Bapilu Partai Golkar Jabar Yomanius Untung, KIB masih terbuka untuk partai lain. Soal penentuan sosok calon presiden (Capres) akan tetap menunggu momen akhir sebelum Pilpres 2024. Ia menyebut peluang PKS masuk ke koalisi KIB, yang diisi Golkar, PAN, dan PPP masih terbuka.

“Insya Allah PKS tidak akan lama lagi masuk ke KIB. Kita akan mencoba mengajak masyarakat agar lebih rasional bahwa ada tantangan besar di depan. Kita tidak terjebak pada hal yang sifatnya pencitraan, popularisme, sehingga lupa pada substansi masalah bangsa,” kata ujarnya usai diskusi media online Jabar bertajuk “Figur Jabar dalam Pilpres 2024” di Bandung.

“Seiring dengan memantapkan konsolidasi, KIB menyiapkan konsep program akselerasi transformasi ekonomi nasional,” lanjutnya. Sementara, untuk melanggengkan konsep dan program itu, KIB menargetkan tak hanya bisa memenangkan Pilpres 2024. Namun, lebih dari itu, mereka ingin bisa mempertahankan kepemimpinan pada Pilpres 2029.

Baca Juga: Kagum Keindahan Kukar, Hetifah Optimis Potensi Pariwisatanya Bisa Tarik Minat Wisatawan Asia Pasifik

Soal peluang bergabungnya PKS, ia tak menjelaskan secara detil. Setiap prosesnya pasti melalui pembahasan dengan anggota KIB yang sudah masuk terlebih dahulu. “Kita menghargai anggota KIB yang lain. Saya punya feeling PKS akan bergabung dengan KIB,” katanya.

Sementara itu, di tempat yang sama, Ketua Pemenangan Pemilu PKS Jabar Joko Ardi Ambawang Syafii menilai secara prinsip partainya masih terbuka dengan segala kemungkinan. Namun, hal yang menjadi titik berat adalah dimana tempat PKS berada dalam koalisi harus bisa mengakomodir tempat untuk calon wakil presiden.

“Kita tahu diri bahwa PKS kalau mengacu 2019 kita urutannya enggak besar, masih kategori partai menengah lah ya. sehingga otomatis kami hanya menyiapkan di Cawapres untuk saat ini dan hasil dewan syura sudah mengarah PKS akan menyiapkan Cawapres sehingga, bagi kami siapapun calon presidennya asal wakilnya dari PKS,” terangnya.

Meski begitu, ia mengklaim hubungan PKS dengan Demokrat dan Nasdem masih terjaga. Namun, ia tak menampik bahwa komunikasi dengan partai lain pun berjalan, termasuk dengan Golkar. “Pada prinsipnya mereka (Nasdem dan Demokrat) yang saat ini paling rajin berkomunikasi dengan kami. Tapi ada partai lain juga, dari tim Golkar juga ada (komunikasi),” jelasnya.

Baca Juga: Sukses Pileg, Pilkada dan Pilpres, Golkar Pandeglang Siapkan Kader Maju Kontestasi Politik 2024

“Memang secara DNA, keaggotaan banyak yang memilih ke Anies (Baswedan), secara DNA lho ya. Secara sejarah kita pernah bareng. Dengan Golkar kita belum punya sejarah, makanya lagi ngebangun mudah-mudahan baik aja ya,” ia melanjutkan. Disinggung mengenai jatah calon wakil Presiden yang harus diakomodir. Hasil majelis syuro memutuskan sosok itu jatuh kepada Ahmad Heryawan. Profilnya dianggap paling baik secara kinerja.

“Untuk saat ini, potensi (calon wakil presiden) di Jabar masih pak Aher. Dua periode (Gubernur Jabar) sukses. Kemudian beliau menunjukan kesungguhannya dengan berkomunikasi kepada legislatif,” imbuhnya.

“Intinya, siapapun capres yang ditetapkan oleh DPP PKS, kami Jabar siap memenangkan. Walaupun secara DNA (kader PKS banyak mendukung) Anies, tapi siapapun, catatannya wakilnya dari PKS,” pungkasnya. (sumber)

 

fokus berita : #Partai Golkar