20 November 2022

Majunya Airlangga Hartarto di Pilpres 2024 Bukan Soal Elektabilitas Tapi Pertaruhan Harga Diri Partai Golkar

Berita Golkar - Pengamat politik dari Citra Institute, Efriza, mengatakan, Golkar hanya berusaha mematuhi keputusan bersama untuk mengusung Airlangga Hartarto sebagai capres. Meski begitu, Golkar pun tidak akan memaksanakan kehendaknya jika Airlangga tidak dipilih.

"Golkar tidak kaku. Mereka bisa menerima jika bukan Airlangga yang dipilih oleh KIB," kata dia, Minggu (20/11/2022).

Akan tetapi, sampai detik ini, Golkar masih berjuang untuk mengajukan Airlangga sebagai capres ataupun cawapres dari KIB. Kata Efriza, Golkar sebagai partai pemilik suara terbanyak ketiga pastinya ingin mengajukan capres dari internal partai. "Ini tentang harga diri sebagai partai peraih suara ketiga di Pemilu 2019," ujar dia.

Baca Juga: Golkar Kota Makassar Beri Sembako dan Makanan Siap Saji ke Warga Korban Banjir di Biringkanaya

"Bagi Golkar ini bukan lagi tentang elektabilitas Airlangga yang kecil, tetapi ini tentang harga diri partai," kata Efriza menambahkan.

Terkait munculnya nama Anies sebagai capres usulan PAN dan PPP di daerah, kata Efriza, akan membuat Partai Golkar dilema. Anies tentu diperhitungkan Koalisi Indonesia Bersatu. "PPP dan PAN bisa saja akan berkomunikasi kepada Golkar untuk mengusung Anies Baswedan," kata dia.

PPP dan PAN akan tetap bertahan di dalam KIB. Pastinya, kedua partai itu sampai saat ini masih menjaga hubungannya dengan pemerintah sebagai partai pengusung Jokowi. "Tetapi ke depannya bisa saja KIB memilih bergabung dengan koalisi lainnya untuk mengusung Anies Baswedan," terang dia.

Peluang menggaet dan memperluas koalisi sangat mungkin dilakukan untuk Anies Baswedan. PAN dan PPP pun intens melakukan komunikasi dengan Partai Nasdem. Mau tidak mau Partai Golkar akan mengikuti langkah politik yang dilakukan PAN dan PPP.

Baca Juga: Wow! Ahmed Zaki Iskandar Gelar Nobar Piala Dunia 2022 Sebulan Penuh Hingga Final

"Sebab, ketiga partai itu mempertaruhkan gengsi KIB sebagai poros koalisi pertama. Sehingga, diharapkan akan bersama-sama," ucap dia. 

Disamping itu, jika Koalisi Indonesia Bersatu bubar, tidak akan berdampak terhadap perolehan suara PAN dan PPP. Malah sebaliknya, jika kedua partai itu memilih Anies akan mendapatkan efek ekor jas. "Sebab, PAN dan PPP malah mengikuti kemauan konstituennya menggandeng Anies," pungkas dia. (sumber)

 

fokus berita : #Airlangga Hartarto