20 November 2022

Jungkalkan PDIP, Popularitas Partai Golkar Tertinggi Berdasar Survei Terbaru Voxpol Center

Berita Golkar - Pesta demokrasi pemilihan umum (Pemilu) 2024 semakin dekat. Bakal calon peserta mulai dari tokoh publik hingga partai politik mulai berlomba meraih simpati masyarakat. Perjuangan itu dilakukan untuk meningkatkan popularitas.

Berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh lembaga survei Voxpol Center Research and Consulting menunjukkan polularitas Partai Golongan Karya (Golkar berada) berada pada posisi tertinggi, yaitu 89,8 persen.

Popularitas partai berlambang pohon beringin itu mengungguli Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) dan Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP).

Gerindra dan PDIP memiliki persentase popularitas yang sama yakni 88,6 persen disusul Partai Keadilan Sejahtera (PKS) sebesar 79,5 persen.

Baca Juga: Sarmuji Dukung Gubernur Jatim Khofifah Jadi Cawapres Airlangga Hartarto

"Dari sisi popularitas, Golkar 89,8 persen, Gerindra 88,6 persen, PDIP 88,6 persen, dan PKS 79,5 persen," kata Direktur Voxpol Center Research & Consulting, Pangi Syarwi Chaniago dalam Rilis Peta Elektoral dan Simulasi Kandidat Capres-Cawapres Potensial Pilpres 2024 pada Jumat (18/11/2022).

Lanjut dia, posisi berikutnya diikuti Partai Demokrat 79,4 persen, NasDem 78,9 persen, PKB 78,4 persen, PAN 78,2 persen, PPP 74,8 persen, Perindo 66,8 persen, Hanura 65,3 persen, PBB 55,9 persen, dan PSI 42,5 persen.

Menurutnya, ada beberapa hal yang mempengaruhi ranking popularitas parpol. "Ada isu, banyak program, dan deklarasi yang mempengaruhi data ini," ujarnya.

Meski banyak yang dikenal, tak lantas menjadikan masyarakat merasa dekat dengan parpol. Berdasarkan hasil survei, sebanyak 75,8 persen masyarakat merasa tidak memiliki kedekatan dengan parpol tertentu.

Baca Juga: Lamhot Sinaga: Kehadiran Smelter Berhasil Tingkatkan Pertumbuhan Ekonomi Morowali

Sementara yang merasa dekat, hanya 13,8 persen. "Dan yang 44 persennya merasa cukup dekat dengan partai politik tertentu," kata Pangi.

Sebagai informasi, survei kali ini dilaksanakan pada 22 Oktober sampai 7 November 2022. Metode pemilihan sampel yang digunakan dalam survei ini yaitu multistage rando sampling melalui dua tahap.

Kedua tahap tersebut yaitu systematic random sampling dalam memilih TPS dan systematic random sampling dalam memilih responden dari daftar pemilih tetap (DPT). Dari metode pemilihan sampel tersebut, diperoleh sebanyak 1.220 responden dengan margin of error 2,81 persen.

Para responden dalam survei ini merupakan warga negara Indonesia (WNI) yang telah memiliki hak pilih. "Yakni berusia 17 tahun ke atas, memiliki KTP, atau yang sudah menikah," pungkasnya. (sumber)

 

 

 

 

fokus berita : #Partai Golkar