23 November 2022

Syahmud Basri Ngabalin Ungkap Gerakan Intelijen BSNPG Untuk Hadapi Pemilu 2024

Berita Golkar - Menghadapi pemilu serentak tahun 2024, Badan Saksi Nasional Partai Golkar (BSNPG) yang dipimpin oleh Syahmud Basri Ngabalin terus melakukan upaya penguatan kelembagaan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM).

Salah satunya adalah melalui kegiatan Pendidikan Politik (Dikpol) dan Rapat Koordinasi Teknis (Rakornis) untuk Pengurus BSNPG se-Indonesia yang digelar di hotel Borobudur Jakarta, pada tanggal 18-20 November 2022 lalu.

Ditemui di sela acara penutupan Pendidikan Politik Bidang Media dan Penggalangan Opini (MPO) DPP Partai Golkar, Syahmud Basri Ngabalin menyebut tujuan diselenggarakannya Dikpol BSNPG tersebut sebagai sarana konsolidasi untuk memenangkan Partai Golkar di Pemilu 2024.

Baca Juga: Muhidin M Said Dukung Pencanangan GNPIP Guna Intervensi Inflasi Melalui Operasi Pasar

“Pertama Dikpol BSNPG tujuannya bagaimana bisa mengumpulkan seluruh BSN seluruh Indonesia, untuk memastikan konsolidasi hidup di tingkatan paling bawah yakni TPS,” jelas Syahmud Basri Ngabalin kepada redaksi Golkarpedia.com di Hotel Sultan, Senayan, Jakarta (22/11/2022).

Syahmud lantas mengungkap bahwa selain Dikpol dan Rakornis, disusun pula strategi untuk memenangkan Partai Golkar, yakni membuat badan khusus di bawah koordinasi BSNPG. Lembaga ini akan memiliki tugas yang lebih spesifik dan tajam terkait tugasnya menggalang suara di tingkatan TPS.

“Targetnya kita sesuaikan dengan jumlah TPS. Untuk saat ini mungkin ada satu juta lebih TPS, kalau target kita dari BSNPG menyiapkan saksi, maka ke depan kita harus siapkan kelembagaan BSNPG TPS,” ungkap kader Partai Golkar asal timur Indonesia ini.

Baca Juga: Airlangga Hartarto Instruksikan Kader Golkar Gerak Cepat Bantu Korban Bencana Gempa Cianjur

Dirinya merasa BSNPG TPS menjadi urgent keberadaannya saat ini mengingat kebutuhan personel tingkat TPS untuk menggalang suara bagi Partai Golkar. Terdapat satu juta lebih TPS saat Pemilu 2024, BSNPG sendiri menghendaki adanya 5 sampai 10 saksi Partai Golkar di tingkat TPS nantinya.

“Sehingga kehadiran BSNPG TPS, itu bisa memastikan pelaksanaan demokrasi yang terjadi di 2024 itu, Golkar bisa memastikan demokrasi berjalan secara baik dan utuh,” tambah Syahmud Basri Ngabalin.

Saat disinggung mengenai pernyataan Sekjen DPP Partai Golkar, Lodewijk F. Paulus terkait gerakan intelijen memenangkan Partai Golkar, Syahmud Basri Ngabalin menjelaskan bahwa itu adalah prinsip dasar dari proses penggalangan suara BSNPG.

“Jadi kita harus pahami dulu visi BSNPG, yaitu jaga pemilih, jaga TPS dan jaga suara. Maksudnya bagaimana kelembagaan BSNPG TPS wajib memastikan bahwa 300 orang yang terdaftar dalam data di TPS itu harus menggunakan hak pilihnya pada saat pemilihan,” tambahnya.

Baca Juga: Dukung Keberadaan Institusi Pendidikan Agama, Sarmuji Berikan Bantuan 50 Madrasah di Kediri

“Yang kedua itu terkait jaga TPS, bagaimana setelah memastikan 300 orang yang terdaftar ini harus datang ke TPS untuk menggunakan hak suaranya. Hingga kita bisa minimalisir kecurangan-kecurangan yang terjadi di pelaksanaan tingkat TPS,” jelas Syahmud Basri Ngabalin.

Prinsip ketiga adalah jaga suara pemilih. Menurut Syahmud Basri Ngabalin, ketiga prinsip dan visi yang akan dilakukan BSNPG itu akan beroperasi secara senyap. Hingga diksi yang dikeluarkan Sekjen DPP Partai Golkar Lodewijk F. Paulus adalah gerakan intelijen sebagai cerminan dari sebuah pola senyap penggalangan suara.

“Yang ketiga ini adalah jaga suara, nah BSNPG TPS ini fungsi dan perannya harus optimal. BSNPG TPS harus memastikan jumlah suara Partai Golkar adalah sekian dari jumlah 300 itu,” ungkap Pimpinan PP AMPG ini.

Baca Juga: Sekjen Lodewijk F. Paulus Ungkap Strategi Golkar Menangkan Pemilu 2024, Optimalkan Pasukan Udara dan Infanteri

Tidak main-main, dengan visi jaga pemilih, jaga TPS dan jaga suara, Syahmud Basri Ngabalin optimis Partai Golkar akan mendapatkan suara lebih dari 50% di tiap TPS. Basis-basis suara organik pun nantinya akan bermunculan seiring aktivasi gerakan intelijen BSNPG TPS.

“Target kita adalah di atas 50% dari jumlah pemilih di tiap TPS. Karenanya kita harus masuk ke rumah, harus canvasing, sehingga seluruh pelaksanaan Pemilu kita sudah bisa pastikan berapa modal Partai Golkar di Pemilu 2024,” pungkasnya mengakhiri pembicaraan. {redaksi}

fokus berita : #Syahmud Basri Ngabalin