24 November 2022

Sosok 3 Jagoan Golkar Ini Diprediksi Tingkatkan Kursi DPR RI Dari Dapil Sulsel II

Berita Golkar - Suara pemilih Golkar di Bone bakal terpecah tiga di Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024. Tiga tokoh Golkar mendaftar sebagai bakal calon (bacaleg) DPR RI.

Tiga tokoh tersebut, yaitu Wakil Ketua Umum DPP Golkar Nurdin Halid (NH), Bupati Bone Andi Fahsar Padjalalangi, dan Anggota DPR RI Andi Rio Padjalalangi. Pendaftaran tiga tokoh ini dibenarkan Andi Rio Padjalalangi saat dikonfirmasi , Rabu, 23 November.

Selain itu, Rio juga menyebut beberapa tokoh lainnya yang mendaftar sebagai bacaleg Sulsel II. Pria yang sudah duduk di anggota DPR RI itu juga menyebut anggota DPR RI, Surpriansyah juga kembali mendaftar. Kemudian Wali Kota Parepare yang juga Ketua DPD I Golkar, Taufan Pawe (TP). "Itu semua daftar di DPR RI Dapil Sulsel II," beber Andi Rio.

NH menyebutkan posisi tersebut sebagai amanah dan tugas Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto. "Amanah ini siap kami jalankan. Adapun yang menjadi target partai ke depan, Insyaallah kami akan realisasikan dengan kerja keras, terukur, terarah, dan massif," tegas NH.

Baca Juga: Andika Hazrumy Pastikan Kader Ormas MKGR Banten Dapat Prioritas Jadi Caleg di Pemilu 2024

Sementara anggota DPR RI dapil Sulsel III, Muhammad Fauzi juga membenarkan adanya pendaftaran tersebut. "Ia benar, saya juga tetap maju di dapil III. Di Golkar itu pendaftar bacaleg sudah mencapai 200 persen sudah terpenuhi. Kemarin (dua hari lalu) itu kami diberikan SK penugasan oleh Partai," katanya.

Artinya kata dia, karena pendaftar 200 persen, sehingga tidak semuanya akan lolos menjadi calon legislatif. "Pasti nanti ada yang terseleksi atau tidak," jelas suami dari Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani itu.

Ia juga membenarkan bahwa beberapa bupati incumbent juga mendaftar. "Kalau istri kan (Indah Putri Indriani) tidak mungkin maju karena ada saya. Istri kan belum habis (periode), kan 2025 baru habis," ungkapnya.

Untungkan Partai

Analis politik Unhas, Sukri Tamma menilai bahwa majunya sejumlah tokoh tersebut ke DPR RI itu karena perintah partai. Hal tersebut merupakan strategi partai untuk meningkatkan suara elektoral. "Jadi semakin banyak maju itu dianggap menguntungkan partai. Tapi itu berat bagi calon karena harus berbagi suara," katanya.

Kondisi itu juga bisa menguntungkan partai lain untuk meraup suara karena banyaknya calon Golkar di Bone. Artinya suara akan terpecah, khususnya Fahsar dan Andi Rio yang keluarga.

Baca Juga: Ridwan Bae Cepat Tindaklanjuti Aduan Warga Terkait Rusaknya Gedung Sekolah SMPN 4 Raha

Di sisi lain, Sukri mengatakan, hal tersebut juga menjadi strategi Golkar. Pasalnya, Pileg dan Pilkada itu tidak dilaksanakan bersamaan. Jadi biasa saja, seperti Rio Padjalalangi, NH, dan Taufan Pawe itu maju di DPR RI. Namun kembali maju di Pilkada.

"Kan suara DPR RI bisa diambil yang lain. Kalau Pileg mereka melihat ada peluang maju Pilkada, maka bisa saja akan seperti itu," pungkas Dekan Fisip Unhas itu.

Di Golkar, ada delapan figur yang berpeluang bertarung di DPR RI. Selain nama di atas, ada juga mantan Bupati Pangkep Syamsudin Hamid, Wabup Maros Suhartina Buhari, dan Wabup Sinjai A Kartini Ottong. (sumber)

 

fokus berita : #Golkar Sulsel