01 Desember 2022

Luhut Pandjaitan Pastikan KA Argo Parahyangan Ditutup Saat Ada Kereta Cepat

Berita Golkar - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan memastikan bahwa KA Argo Parahyangan akan ditutup. Hal ini menyusul proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) yang akan beroperasi Juni 2023.

"Ya [akan ditutup]," ujar Luhut menjawab pertanyaan kumparan soal apakah betul kereta tersebut bakal ditutup, saat ditemui di The Ritz-Carlton Pacific Place, Selasa (29/11/2022).

"Nanti kita lihat," sambungnya saat dikonfirmasi lagi.

Pembangunan proyek KCJB, kata Luhut, sudah mencapai 80,41 persen. Penyelesaian kereta modern itu akan dikebut agar bisa jalan sesuai rencana.

Baca Juga: Partai Golkar Runner Up Pemilu 2019, KIB: Airlangga Hartarto Prioritas Capres 2024

Panjang lintasan Kereta Cepat Jakarta-Bandung mencapai 143,2 km. Dengan empat stasiun di dalamnya yakni Stasiun Halim, Stasiun Karawang, Stasiun Padalarang, dan Stasiun Tegalluar.

Berdasarkan data PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), target penumpang kereta ini bisa mencapai 31.125 orang orang dalam sehari. Menurut Pengamat Kebijakan Publik Agus Pambagio, target tersebut sulit dicapai.

Kereta cepat harus bersaing dengan KA Argo Parahyangan yang selama ini menjadi andalan transportasi publik warga ke Bandung dari Stasiun Gambir, Jakarta.

Tak hanya Argo Parahyangan, kereta cepat juga harus bersaing dengan jalan tol yang selama ini juga menjadi pilihan para pengendara mobil pribadi, bus, atau mobil travel untuk ke Bandung, lewat Tol Jagorawi dan Tol Cipularang.

Agus melihat bukan tidak mungkin KA Argo Parahyangan ditutup. "Saya melihat pasti akan ada perintah dimatikan Argo parahyangan atau tutup jalan tol," kata Agus kepada kumparan, Kamis (17/11/2022).

Baca Juga: Survei Terbaru ARCI: Elektabilitas Golkar Mulai Dekati Tiga Besar di Jatim

Selama ini KA Argo Parahyangan menjadi andalan warga Jabodetabek untuk ke Bandung, begitupun sebaliknya, lantaran harga tiket yang terjangkau. Di Traveloka, harga tiket KA Parahyangan dibanderol dari Rp 100 ribu untuk kelas ekonomi dan Rp 140 ribu untuk kelas eksekutif.

KA Argo Parahyangan mampu mengangkut 8.300 hingga 11.000 penumpang setiap hari dengan jumlah perjalanan hingga 10 kali pulang pergi. Waktu tempuhnya 3 jam dengan jarak 166 km.

Diakui Agus, waktu tempuh KA Argo Parahyangan memang lama, 3 jam. Beda dengan yang ditawarkan kereta cepat, hanya 40 menit. Namun, kereta cepat proyek kebanggaan Jokowi dan Luhut ini tidak berhenti di pusat kota Bandung seperti Argo Parahyangan.

Penumpang hanya akan berhenti di stasiun terakhir yaitu Padalarang dan harus menyambung lagi dengan transportasi lain untuk bisa sampai ke pusat Bandung. Belum lagi harga tiketnya Rp 150 ribu hingga Rp 350 ribu.

"Kalau naik mobil pun lewat tol dengan biaya tol Rp 500 ribu, satu mobil bisa empat orang dan bisa bersantai. Sementara kereta cepat, meski hanya 40 menit, untuk jalan ke Stasiun Halim saja bisa makan waktu sejam. Lalu nanti di Padalarang, menyambung lagi dengan transportasi lain," ujarnya.

Baca Juga: Blusukan ke Pasar Flamboyan Kota Pontianak, Airlangga Hartarto Salurkan KUR Rp.1,18 Triliun

Kalau pun Argo Parahyangan tak ditutup, Agus yang sejak 2016 menolak kereta cepat, mengatakan bukan tak mungkin pemerintah akan memberikan subsidi tiket kereta cepat. Konsekuensinya, APBN akan terbebani lagi.

"Bangun transportasi ini tidak bisa dipaksa. Harus melihat rute dan jenis transportasi, tergantung berapa banyak manusia yang akan pakai. Kereta cepat ini teknologi tinggi dan Indonesia bagus bisa mengadopsinya. Tapi persoalannya, dampaknya, gimana? Sustainability-nya gimana?" tandasnya. (sumber)

 

fokus berita : #Luhut Binsar Pandjaitan