06 Desember 2022

Demi Parlemen Berkualitas, Hetifah Harap Generasi Muda Termotivasi Terjun ke Dunia Politik

Berita Golkar - Setjen DPR RI kembali menggelar even tahunan, yaitu Parlemen Remaja yang memberikan pembelajaran politik bagi generasi muda khususnya pelajar tingkat SMA sederajat dari seluruh penjuru negeri.

Pada perhelatan tersebut, para anggota Parja diajarkan dinamika perpolitikan di tanah air secara komprehensif. Sehingga, dapat menyadarkan arti pentingnya berdemokrasi secara benar. 

Adapun tema yang diusung Parja 2022 ini adalah “Generasi Sadar Privasi, Dataku Tanggung Jawabku”. Tema ini dinilai sangat relevan, apalagi Bangsa Indonesia digemparkan oleh berbagai kebocoran data pribadi dari berbagai instansi yang mengelola data. Terbaru, viralnya Hacker Bjorka yang membocorkan data-data penting diantaranya milik para pejabat negara.

Baca Juga: Supriansa Persilahkan Masyarakat Yang Tak Puas RUU KUHP Lakukan Gugatan ke MK

Tim Bagian Humas dan Pengelolaan Museum dengan ketat menyeleksi rekrutmen anggota parja dengan sangat ketat. Dalam proses seleksinya, selain mengumpulkan curriculum vitae (CV), calon anggota Parja 2022 diwajibkan membuat video, esai sesuai tema yang ditentukan. Dari sekitar 4000-an pendaftar, terjaringlah 132 pelajar SMA sederajat yang diundang ke DPR RI pada tanggal 10-14 Oktober 2022 untuk mendapatkan bekal Pendidikan Keparlemenan di Indonesia.

Pahami Mekanisme Pengelolaan Data

Didaulat sebagai brand ambassador Parlemen Remaja 2022, Anggota Komisi I DPR RI Rizki Aulia Rahman Natakusumah berharap generasi muda mengerti mekanisme cara kerja pemerintah dalam melaksanakan perlindungan data pribadi. Pengetahuan tersebut tentunya akan mendorong pemahaman mengenai pelindungan data pribadi dan mendorong kewaspadaan masyarakat secara umum agar tidak sembarangan membuka data pribadi mereka.

“Kesadaran individu dan kolektif masyarakat sangat penting dalam upaya pelindungan data pribadi. Pelindung data pribadi pertama adalah individu subjek data. Maka setiap individu harus sadar dan paham data pribadi mana saja yang perlu mereka tutupi dan tidak boleh diketahui orang lain,” ucap Rizki.

Baca Juga: Hadiri Tabligh Akbar Majelis Bin Yahya, Airlangga Hartarto: Ulama Itu Pelita dan Pemersatu Rakyat

Selain itu, lembaga pengendali dan pemroses data juga harus hati-hati dalam menjamin keamanan data. Apalagi, lembaga-lembaga tersebut mengelola data pribadi dengan jumlah yang sangat banyak tentu rentan untuk disalahgunakan.

“Di beberapa kesempatan ketika para pengendali-pemroses data pribadi sudah menjalankan skema pelindungan data pribadi sesuai prosedur, terkadang masih saja data disalahgunakan. Di sinilah peran negara untuk bisa mengejar para pelaku penyalahgunaan data dan menghukum mereka sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” tutur Rizki.

Perlu Kesadaran Politik Generasi Muda

Proses demokrasi di Indonesia ke depan sangat dipengaruhi oleh kesadaran politik generasi muda. Apalagi, Indonesia digadang-gadang akan mendapatkan bonus demografi yang benar-benar harus disambut dengan matang.

“Jadi, ini kesempatan bagi mereka untuk melihat langsung, merasakan dan tentu saja mereka akan menjadi duta-duta bagi daerahnya,” terang Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian saat opening ceremony Parja 2022 di Kompleks Parlemen, Kamis, (13/10/2022).

Di daerah masing-masing, ujar Hetifah, para anggota Parja bisa menyosialisasikan tentang proses politik di DPR RI seperti pengambilan keputusan maupun kebijakan yang sangat kompleks. Yang pasti, keterampilan dan pengalaman didapatkan selama menjadi anggota Parja bisa menjadi sugesti positif dan memotivasi mereka untuk terjun ke dunia politik.

Baca Juga: Puteri Komarudin: Fundamental Ekonomi Masih Bagus, Indonesia Belum Resesi!

“Karena mereka ini, memang, orang-orang terbaik. Kami juga berharap tentu parlemen ke depan akan berkualitas dengan masuknya orang-orang yang berkualitas dari kalangan generasi muda,” harap politisi Fraksi Partai Golkar itu.

Terkait substansi yang sedang dibahas dan menjadi tema Parja 2022 ini, banyak sekali perspektif baru yang sama sekali berbeda dengan yang dibahas di DPR RI selama ini. Karena memang dua per tiga pengguna internet aktif adalah anak muda.

“Tentu saja mereka termasuk kelompok yang data pribadinya rentan disalahgunakan. Oleh sebab itu, kesadaran akan pentingnya melindungi secara pribadi data-data itu,” tutur Hetifah.

Semangat Peserta Parja

Kepala Biro Protokol dan Humas Setjen DPR RI Suratna mengapresiasi semangat para Anggota Parlemen Remaja 2022 yang mampu mensimulasikan rapat dan persidangan DPR RI dengan sangat baik. Tak hanya itu, dalam simulasi rapat kerja dan rapat paripurna, para anggota Parja mampu memerankan layaknya anggota DPR, seperti menyerap dan menyuarakan aspirasi, menjalankan fungsi pengawasan, lobi-lobi politik antarfraksi, bahkan interupsi saat rapat paripurna.

“Dilihat saat simulasi rapat kerja dan rapat paripurna, para anggota Parja sangat menguasai materi. Dinamika yang mereka hadirkan saat simulasi ini melampaui target yang kita harapkan,” ujar Suratna. Anggota Parja sangat memahami masalah substansi terkait pelindungan data pribadi. Apalagi, sebelumnya sudah dibekali materi substansi pelindungan data pribadi dari akademisi, pakar ilmu komputer, PT Telkomsel, Elsam yang semuanya bersinggungan dengan pengelolaan data.

Baca Juga: Daftar 5 Menteri Terpopuler Partai Golkar Di Kabinet Indonesia Maju November 2022, Airlangga Hartarto Masih Posisi Satu

Setelah mengikuti serangkaian agenda di DPR RI, para anggota Parja diharapkan bisa memahami dan merasakan secara langsung tugas dan fungsi DPR RI, karena banyak opini yang beredar di masyarakat terkait masalah DPR. Ketika melakukan tugas dan fungsinya sangat minim.

“Mereka sekarang merasakan bagaimana anggota DPR menjalankan fungsinya. Bagaimana kemarin beberapa orang akhirnya sakit akibat kelelahan. Karena memang pada dasarnya mengemban amanat rakyat sebagai Anggota DPR RI sangatlah berat,” terangnya. (sumber)

 

fokus berita : # Hetifah Sjaifudian