09 Desember 2022

Ciptakan Iklim Belajar Nyaman, Hetifah Ingatkan Sekolah Tak Lagi Kompetisi, Tapi Kolaborasi

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifuddin menghadiri Fokus Group Discussion yang digelar Forum Komunikasi Kepala Sekolah (FKKS), Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU), di Hotel Ika Petung, Jumat (9/12/2022).

FGD yang membahas Analisa Assesment ini, dibuka Sekda PPU Tohar juga dihadiri Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) PPU, Alimuddin serta puluhan kepala sekolah baik negeri maupun swasta.

Sekda PPU, Tohar menyampaikan bahwa pendidikan kepada murid harus memiliki tiga hal, yakni pengetahuan, keterampilan dan sifat.

Baca Juga: Idah Syahidah Salurkan Bantuan Program Rutilahu Untuk Ratusan Warga Sumalata, Rp. 20 Juta Per KK

Sifat lanjut Tohar akan membentuk karanter kepada siswa. Tohar mengatakan, dalam membentuk karakter harus mencontoh para pemain Jepang dalam Piala Dunia Qatar. "Bahkan mereka bisa menjadi inspirasi bagi kita semua. Kenapa menjadi inspirasi karena bisa memberikan contoh yang baik," ujarnya

Tohar mencontohkan, bagaimana mereka sangat menghormati tuan rumah, membantu membersihkan tribun penonton dan juga ruang ganti pemain. "Ternyata mereka sudah terbiasa dengan hal seperti itu sejak du dunia pendidikan. Bagaimana pendidikan di Jepang bisa membentuk karakter para siswa," ujarnya.

Tohar menyatakan, dunia pendidikan tak lagi harus terjebak bahwa membentuk karakter adalah tanggung jawab guru. Namun peran orangtua juga harus  andil dalam membentuk karakter.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifuddin mengatakan bahwa PPU saat ini adalah masa depan Indonesia dengan ditunjuknya menjadi Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

Ia mengatakan, dengan adanya IKN Nusantara ini maka sudah banyak perguruan tinggi yang siap berdiri di daerah ini. "Banyak Malaysia sendiri siap membantu dalam mengembangkan pendidikan di PPU," katanya.

Baca Juga: Tak Mampu Tingkatkan PAD, Heri Mustamin Pertanyakan Kinerja Pemprov Kalbar

Hetifah juga mengingatkan agar orangtua maupun guru tidak membanding-bandingkan siswa atau anak dengan orang lain. Karena masing-masing anak memiliki karakter yang berbeda. "Di Australia itu ada kedekatan guru dengan anak atau siswa. Mereka diberikan kesempatan untuk melakukan kreasi," katanya.

Ia juga meminta agar antar sekolah tak lagi harus bersaing, namun bagaimana mereka bisa berkolaborasi dengan memajukan dunia pendidikan khususnya di PPU. (sumber)

 

 

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian