11 Desember 2022

Dari Keinginan Makan Es, Dedi Mulyadi Bermetamorfosis Jadi Elit Politik Tanah Air, Ini Perjalanan Hidupnya!

Berita Golkar - Kang Dedi Mulyadi pernah memiliki cita-cita bisa makan es. Sebuah cita-cita yang terbilang sangat sederhana jika dibandingkan dengan saat ini. Namun di saat itu, cita-cita tersebut menjadi sesuatu yang sangat diimpikan oleh Kang Dedi Mulyadi.

Dikisahkan, untuk bisa makan es, Kang Dedi Mulyadi harus berkeliling untul jualan es batang. Masa kecilnya dihabiskan di tanah kelahiran, Subang, Jawa Barat. "Ya saya tuh pengen makan es kayak orang, tapi gak punya duit. Ya akhirnya gimana caranya bisa makan es, cita-citanya cuma makan es, ya ngambil (menjualkan) lah (es) dari tetangga," kata dia.

Kata dia, setiap ambil 50 batang es, dia mendapat upah 5 batang es. Akan tetapi, "otak dagangnya" malah lebih bekerja. Sehingga, untungnya itu tidak dia makan.

"Saya malah ketika dapat (es) lebihnya itu gak dimakan, karena sayang, ya, diuangin semuanya," ucap Kang Dedi lantas terkekeh, dikutip dari kanal YouTube 'wa uceng chanel' yang juga dicuplik dari acara 'Kick Andy Show', dikutip Suara Denpasar, Minggu (11/12/2022).

Baca Juga: Paguyuban Sanggar Senam di Bantul Dukung Airlangga Hartarto Maju Capres 2024

Selain berjualan es, Kang Dedi Mulyadi saat SD kelas 4 menjadi kuli batu-bata agar bisa membeli baju baru saat Hari Raya Lebaran. "Ya kita kan suka pengen punya duit juga, kalau buat hari raya Lebaran kan buat beli baju baru, itu saya suka kuli mikul. Mikul bata itu kan jauh, hampir 5 kilometer dari hutan, dibawa ke kampung untuk dibakar," terangnya.

Dia mengatakan, upah dari kuli mikul batu bata satunya 10 perak. Sekali bawa bisa 10 biji. Kemudian, uangnya dia simpan. Selain itu, saat duduk di bangku SMA, ia menjadi tukang ojek di kampungnya untuk membantu biaya sekolahnya. Dari ojek ia diupah 2 ribu rupiah per hari.

Dalam kisahnya tersebut, Kang Dedi Mulyadi bercerita bahwa sejak kecil dia memang memiliki keinginan yang kuat. Bahkan keinginannya untuk memiliki domba bisa ia penuhi. Siapa sangka, seekor domba itulah yang telah menyelamatkan keluarganya, dan bisa membantu membiayai sekolah Kang Dedi Mulyadi.

Domba yang dibeli Kang Dedi itu dipeliharanya dengan baik sehingga bisa berkembang sampai 40-an ekor. "Dari situ beranak dua, dua jadi 40 puluh," kisah Kang Dedi Mulyadi.

Ia akhirnya bisa kuliah di Purwakarta. Saat kuliah, dia juga menjadi aktivis HMI Cabang Purwakarta.  Selain itu, dia juga sempat berjualan beras, jadi buruh di pabrik, dan segala pekerjaan pernah dia lakoni.

Baca Juga: Bupati Bima Indah Dhamayanti Putri Didorong Maju Pilgub NTB 2024

Setelah Reformasi, dia yang awalnya hanya jadi tukang ketik pidato pimpinan Golkar pada waktu itu, bergabung dengan Partai Golkar dan menjadi caleg. Pada Pemilu 1999 dia terpilih menjadi anggota DPR Purwakarta dan didapuk sebagai Ketua Komisi E DPRD Purwakarta. Usianya pada waktu itu sekitar 28 tahun.

Perjalanan karier Kang Dedi Mulyadi di dunia politik pun terbilang sangat cemerlang. Pada 2003, dia berhasil menjadi wakil Bupati Purwakarta, kemudian menjadi Bupati Purwakarta pada 2008, dan terpilih untuk kedua kali pada 2013 hingga 2018.

Pada 2018 dia sempat bertarung menjadi wakil gubernur Jawa Barat. Namun gagal. Akhirnya dia mencalonkan diri jadi anggota DPR RI pada 2019. Dia meraih suara tertinggi dari seluruh caleg Golkar di Indonesia. (sumber)

 

fokus berita : #Dedi Mulyadi