15 Desember 2022

Beri Materi di Golkar Institute, Hetifah Tekankan Pentingnya Evaluasi Implementasi Kebijakan Publik

Berita Golkar - Wakil Ketua Komisi X DPR RI, Hetifah Sjaifudian memberikan materi “Kebijakan Publik” kepada para peserta pelatihan Golkar Institute, Executive Education Program For Young Political Leaders Angkatan ke-10, saat peserta berkunjung ke Gedung Nusantara II, DPR RI, Rabu (14/12/22). Hetifah menyampaikan pentingnya evaluasi dan monitoring dalam pembuatan dan implementasi kebijakan publik.

“Hal yang paling penting dalam kebijakaan publik adalah menentukan dahulu agenda yang akan dilaksanakan. Satu kebijakan jika tidak didukung walaupun pemerintah telah membuat argumen mengapa hal itu penting. Bila tidak ada legitimasi atau support, bisa saja agenda itu tidak terbahas. Jadi, evaluasi dan monitoring itu penting dalam proses kebijakan publik”, ujar Hetifah.

Menurutnya komponen paling penting dalam pengambilan kebijakan publik adalah masyarakat. Aktor-aktor penting ini, bukan hanya politisi dan birokrat saja, masyarakat adalah komponen yang sangat penting dalam pengambilan kebijakan. Masyarakat dalam memberikan aspirasi dibutuhkan chanelling atau yang memberi masukan bagaimana memberikan aspirasi kepada DPR”.

Baca Juga: Temui Airlangga Hartarto, Pengusaha Eropa Minta IEU-CEPA Segera Rampung

“Harus ada siklus dimana masyarakat dapat menilai siklus kerja dari politisi tersebut. Masyarakat jika ingin memberikan aspirasi butuh wadah”, sambungnya.

Tokoh perempuan Partai Golkar ini juga menekankan pentingnya evidence-based policy atau kebijakan berbasis bukti yang dapat dipertanggung jawabkan dalam membuat keputusan dan kebijakan publik.

“Sisi pengambilan keputusan dan kebijakan publik harus berdasarkan kepada bukti-bukti, penelitian dengan metodologi yang dapat dipertanggung jawabkan. Data BPS, data potensi desa, DTKS, termasuk data spasial,” kata Hetifah.

Dalam setiap siklus kebijakan biasakan kita untuk bertanya, tingkatkan rasa penasaran kita. Ketika kita menempatkan agenda, kita harus melihat seberapa besar urgensinya. Ketika formulasi, formulasinya apa saja.

Baca Juga: Yuni Abdi Nur Sulaiman Optimis Golkar Kota Banjarmasin Sapu Bersih Kemenangan di Kontestasi Politik 2024

“Jika kita ingin mendpatkan data, kita harus meningkatkan keterampilan kita untuk mencari darimana sumber data tersebut. Biasanya sumber data berasal dari media, statistik resmi data dari BPS dan lembaga internasional, termasuk pengetahuan tradisional kita”, sambungnya.

Ketua Umum DPP Pengajian Al-Hidayah ini juga menyampaikan dukungannya kepada para perempuan untuk bisa menjadi role model dalam meningkatkan peranannya.

“Jangan jadi politisi jika kita tidak memiliki keinginan untuk merubah sesuatu. Jika ingin menjadi orang yang berpengaruh, kita harus mendapatkan legitimasi. Perempuan kadang level peneriamaannya lebih rendah, kita perlu menjadi role model, menjadi contoh. Kalau kita ssebbagai perempuan tidak memberi contoh, akan lebih sulit untuk perempuan-perempuan lainnya”, ujar Hetifah.

Disisi lain, Belladina Peserta Golkar Institute dari Kepulauan Riau berharap bahwa dalam pembahasan dan pembuatan kebijakan agar lebih banyak melibatkan, karena kebijakan yang dilahirkan nantinya juga ditujukan kepada masyarakat luas agar meminimalisir kontra yang terjasi setelah kebijakan publik lahir. (sumber)

 

fokus berita : #Hetifah Sjaifudian