18 Desember 2022

Ibu Adalah Madrasah Utama

Berita Golkar - Al-Ummu al-Madrasatul Ula” (Ibu adalah sekolah pertama bagi anaknya). Begitulah pepatah arab yang sering kita dengar. Hal ini menunjukkan bahwa peran seorang Ibu sangat vital dalam proses pendidikan manusia. Artinya, baik buruknya akhlak seorang anak sangat tergantung dari pola pendidikan orang tua, lebih-lebih seorang Ibu. Jika pola pendidikannya salah, maka bisa menjadi awal kehancuran bagi generasi bangsa.

Maka dari itu, peran dan tugas seorang Ibu bukan perkara mudah. Dalam proses mendidik anak, ia akan dihadapkan dengan berbagai kesulitan yang tentu saja perlu disikapi dengan bijak dan penuh kesabaran. Karena hanya dengan modal kesabaran dan kerja sama yang baik dengan sang suami proses pendidikan akan menghasilkan output yang berkualitas, yaitu lahirnya generasi yang berwawasan luas dan berakhlak mulia.

Kita percaya bahwa generasi hebat adalah hasil dari pendidikan keluarga. Pendidikan Ibu dalam keluaga sangat menentukan masa depan generasi mendatang. Tentu, pendidikan yang utama adalah penanaman nilai-nilai tauhid, akhlak dan pengetahuan yang sangat bermanfaat bagi anak-anaknya.

Baca Juga: Sekjen Achmad Andi Bachir Puji Soliditas dan Militansi AMPI Sumut

Agar dapat mencetak anak yang berkualitas, maka Ibu harus memiliki bekal ilmu yang cukup. Sebab, tanpa ilmu seorang Ibu akan menghadapi kendala dan kurang maksimal dalam mendidik anak-anaknya.

Momentum Hari Ibu Setiap tanggal 22 Desember diperingati Hari Ibu. Dalam cacatan sejarah, peringatan tersebut didasarkan pada Kongres Perempuan Pertama pada 22 Desember 1928 di Yogyakarta. Sosok Ibu memiliki posisi yang sangat strategis sebagai tonggak utama dan benteng pertama pertahanan keluarga.

Oleh sebab itu, peringatan  Hari Ibu kali ini harus menjadi satu pengingat, betapa peran Ibu sangat penting bagi kemajuan sebuah bangsa. Sebab, dari sosok Ibu akan lahir generasi-generasi muda yang mampu memajukan peradaban manusia.

Di balik kesuksesan anak pasti terdapat sosok Ibu hebat di belakangnya. Di sini, seorang Ibu harus berpendidikan. Pendidikan bagi seorang Ibu tidak dapat ditawar-tawar lagi mengingat perannya yang begitu besar dalam mencetak generasi bangsa yang berkualitas.

Baca Juga: Indah Putri Indriani Berhasil Tingkatkan IPM dan Tekan Persentase Penduduk Miskin di Luwu Utara

Karena itu, kita perlu ambil bagian agar semakin banyak Ibu Indonesia yang memiliki pengetahuan dan keterampilan. Dalam konteks inilah, saya sebagai anak bangsa tergerak untuk mendirikan “Sekolah Ibu”.

Sekolah ini khusus ditujukan kepada Ibu-Ibu agar mereka mampu meningkatkan kapasitas dan kualitas dirinya. Setidak-tidaknya Sekolah Ibu ini memiliki tiga program utama, yaitu kelas kewirausahaan, kelas parenting dan pendidikan kesetaraan.

Kelas kewirausahaan ini bertujuan agar Ibu memiliki mental wirausaha sehingga mampu menopang perekonomian keluarganya. Misalnya, Ibu A memiliki keterampilan menjahit, maka Ibu A bisa membuka layanan jasa permak pakaian celana dan baju di rumahnya. Atau seorang Ibu B memiliki kemampuan bahasa asing, maka si Ibu B ini bisa membuka kursus bahasa Inggris bagi anak-anak sekolah di lingkungan sekitar.

Baca Juga: Fundamental Kuat, Airlangga Hartarto Optimis RI Bisa Lalui Krisis Ekonomi 2023

Sementara kelas parenting dapat memberikan pemahaman dasar dan motivasi kepada Ibu sebagai orang tua. Parenting atau pola asuh terhadap anak meliputi pemenuhan kebutuhan fisik, yaitu makan dan minum, dan juga memenuhi kebutuhan psikologi, yaitu kasih sayang, rasa aman, serta bersosialisasi dengan masyarakat sekitar agar anak bisa hidup selaras dengan lingkungannya. Pada kelas ini, Ibu mendapatkan pendampingan langsung dari para psikolog, akademisi dan mentor kelas.

Terakhir pendidikan kesetaraan. Kelas ini bisa membantu para Ibu yang belum tuntas pendidikan SD, SMP dan SMA. Dalam kelas ini para Ibu bisa mengikuti program pendidikan kesetaraan paket A setara SD, Paket B setara SMP dan Paket C Setara SMA. Misalnya, Ibu A belum lulus SMA, maka dengan program ini Ibu tersebut bisa memiliki sertifikat ijasah paket C setara SMA, sehingga bisa menjadi kebanggaan keluarga dan syukur-syukur bisa melanjutkan ke perguruan tinggi.

Akhirnya, Sekolah Ibu yang saya rintis ini bisa menjadi wadah yang mampu melahirkan Ibu-Ibu hebat dan berkualitas. Dari rahim Ibu-Ibu hebat inilah, kita berharap akan lahir generasi bangsa yang bekualitas dan beraklak mulia yang pada gilirannya dapat memajukan bangsa dan negara ini. 

Oleh Imam Syafei, S.Pd, M.Pd (Alumni Golkar Institute dan Pendiri Sekolah Ibu)

fokus berita : #Imam Syafei