20 Desember 2022

Airlangga Hartarto Akui Dihujani Pertanyaan Dari Anggota G20 Terkait Keberhasilan RI Hadapi Pandemi

Berita Golkar - Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian meluncurkan buku Penanganan dan Pemulihan Ekonomi Nasional. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengapresiasi Sekretaris Menko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso yang berpartisipasi dalam penulisan buku itu.

Buku tersebut dibuat atas kerja sama dengan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Menurut dia, buku ini disusun sebagai catatan terhadap apa yang dilakukan selama penanganan covid-19.

“Karena sebelum pada saat kita menangani Covid-19 tidak ada buku mengenai pandemi. Jadi ini semuanya merupakan catatan yang menjadi pembelajaran kepada kita semua dalam kebijakan publik menghadapi krisis,” ujar dia di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, pada Selasa, 20 Desember 2022.

Airlangga mengatakan krisis akibat pandemi Covid-19 merupakan yang pertama dalam seratus tahun terakhir. Banyak negara yang dilanda Covid-19, tapi kurang bisa menanganinya. Namun, kata dia, Indonesia berhasil lulus menghadapi pandemi yang sudah berjalan hampir tiga tahun ini.

Baca Juga: Politisi Senior Golkar Apresiasi Kerja Nyata Cen Sui Lan Untuk Natuna Pasca Banjir

“Indonesia hari ini lulus dengan inflasi yang terkendali 5,42 persen, pertumbuhan ekonomi relatif baik 5,72 persem dan penanganan Covid yang kasus harian di bawah 5.000,” ucap dia. “Banyak negara, khususnya anggota G20, bertanya bagaimana kita sukses menangani hal tersebut.”

Semua kisah tersebut, kata Airlangga, sudah tertulis dalam buku. “Tentu ini menjadi sebagian nanti ada di dalam buku, kecuali ada beberapa hal yang tidak berani ditulis,” tutur Airlangga.

Dia juga mengatakan alasan acara peluncuran buku dibuka dengan tarian yang abstrak. Karena, Airlangga melanjutkan, abstrak itu menggambarkan Covid-19, sehingga semuanya dikembalikan lagi kepada penikmat dan orang yang melihatnya.

Baca Juga: Elson Angkat Pimpin Golkar Pakpak Bharat Berbagi Kasih Jelang Natal

“Apa maksud dari tarian itu demikian pula covid-19 tergantung penerjemahannya seperti apa ada terjemahan dari segi ekonomi, ada penerjemahan dari segi kesehatan,” tutur dia.

Sekretaris Menko Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso mengatakan buku tersebut disusun oleh Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (PC-PEN) yang di koordinasikan Kemenko Bidang Perekonomian. Tujuannya untuk mendokumentasikan kebijakan kita secara nasioal. “Dari presiden pusat sampai daerah, bahkan mikro di kelurahan kita dokumentasikan dalam buku ini,” kata dia.

Sehingga, upaya yang sudah dilakukan bisa menjadi referensi pada saat nati generaai mendatang, dan menjadi satu pedoman dalam menangani pandemi atau krisis. “Penyusunan buku ini prosesnya enam bulan dan akhir tahun ini sudah selesai, mudah-mudahan selesainya buku ini, selesai pula pandemi dan akan menyongsong pemulihan ke depan,” ujar Susiwijono. 

Baca Juga: Ace Hasan: Politik Uang Merusak Sistem Demokrasi Berkualitas

Selain itu, Airlangga berujar, yang paling menarik itu adalah pemain tengah diganti tiga kali, yaitu Kepala BNPB yaitu Doni Monardo, Ganip Warsito, dan Suharyanto. “Karena lawannya itu kuat, sehingga membutuhkan pemain tengah yang bapasnya kuat,” tutur Airlangga.

Menurut Airlangga, dampak terhadap pemain tengah itu cukup jelas. “Jadi Pak Doni itu waktu diawal rambutnya hitam begitu diakhir hilang semua rambut hitamnya, tetapi begitu sudah alumni lebat lagi. Ini luar biasa damnpak daripada covid-19,” ujar Ailangga.

Kementerian yang dipimpin Airlangga meluncurkan buku Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional bekerja sama dengan Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) – Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia. Menurut dia, buku tersebut disusun sebagai catatan terhadap apa yang dilakukan dalam rangka penanganan covid-19. 

Baca Juga: Sachrudin Minta Kader Golkar Kota Tangerang Tancap Gas Menuju Kemenangan Pemilu 2024

“Karena sebelum pada saat kita menangani covid-19 tidak ada buku mengenai covid-19. Jadi ini semuanya merupakan catatan yang menjadi pembelajaran kepada kita semua dalam kebijakan publik menghadapi krisis,” ucap dia.

Airlangga mengatakan krisis akibat pandemi covid-19 merupakan yang pertama dalam 100 tahun terakhir. Banyak negara yang diterjang covid-19, tapi kurang bisa menanganinya. Namun Indonesia berhasil lulus menghadapi pandemi yang sudah berjalan hampir tiga tahun ini.

“Indonesia hari ini lulus dengan inflasi yang terkendali 5,42 persen, pertumbuhan ekonomi relatif baik 5,72 persem dan penanganan covid yang kasus harian di bawah 5.000 ,” ucap dia. “Banyak negara, khususnya anggota G20 bertanya bagaiman mana kita sukses menangani hal tersebut.”

Semua kisah tersebut, kata Airlangga, sudah tertulis dalam buku tersebut. “Tentu ini menjadi sebagian nanti ada di dalam buku, kecuali ada beberapa hal yang tidak berani ditulis,” tutur Airlangga. (sumber)

 

fokus berita : #Airlangga Hartarto