20 Desember 2022

Data Pemilih Bermasalah, Haris Effendi Pertanyakan Alasan KPU Sragen Tambah Dapil

Berita Golkar - Partai Golkar Sragen menegaskan  pihaknya tidak meminta penambahan kursi DPRD pada Dapil 3 Sragen yang meliputi Kecamatan Tanon, Miri, dan Sumberlawang. Namun mereka meminta kejelasan data yang dipakai Komisi Pemilihan Umum (KPU) Sragen berasal dari mana dalam menentukan jumlah kursi.

Hal ini disampaikan oleh Ketua Bapilu DPD Parta Golkar Sragen, Muhammad Haris Effendi, saat ditemui Solopos.com, di Kantor DPRD setempat pada Selasa (20/12/2022).

“Jadi kami luruskan, kami tidak meminta tambahan kursi. Namun, hitungan penambahan kursi di lima dapil kecuali dapil 3 Sragen itu dari mana? Katanya dari Kementerian Dalam Negeri [Kemendagri], dasarnya apa? Dia [KPU] tidak bisa memberikan dasar? Kenapa dari Kemendagri, kenapa bukan dari statistik [BPS]? Mereka hanya menyebutkan dalam aturannya dari Kementerian Dalam Negeri,” terang Haris, sapaan akrabnya.

Baca Juga: Gelar Perayaan Natal, Golkar Jayapura Bakal Undang Ratusan Kader dan Simpatisan

Ia mengungkapkan data kependudukan dari Kemendagri tersebut harus diketahui asalnya. Haris menilai lebih baik KPU menggunakan data yang mereka punyai sendiri.

“Data itu penting, orang yang sudah meninggal jangan diberikan undangan untuk coblosan lagi. Bisa dimanfaatkan untuk kecurangan di TPS [Tempat Pemungutan Suara]. Karena banyak sekali, orang yang sudah meninggal masih diberi undangan, kan berbahaya, ada kecurangan data,” ujar Haris.

Keputusan penambahan kursi di masing-masing dapil, sambungnya, harus menggunakan data paling akurat. “Data kependudukan itu banyak, ada dari BPS, Dispendukcapil, Dinas Sosial juga punya, Kementerian Komunikasi dan Informatika juga ada. Banyak yang masalah yang timbul karena data, misalnya pembagian STB [Set Top Box] kemarin,” ujar Haris.

Baca Juga: Christina Aryani Optimis Panglima TNI Yudo Margono Torehkan Kinerja Cemerlang

Dengan tidak adanya penambahan, maka harga kursi di Dapil 3 menjadi lebih mahal. Untuk bisa mendapatkan satu kursi, calon anggota legislatif harus bisa mendapatkan sekitar 7.000 suara. Sedangkan di dapil lain yang mengalami penambahan jumlah kursi, hanya 4.000 suara.

Haris juga menilai selisih jumlah penduduk di dapil 3 Sragen yang menjadi peringkat paling bawah dengan dapil IV tidak mencapai 10.000 jiwa. Karena pertumbuhan penduduk hampir merata di Sragen.

“Menurut saya pakailah data yang paling dianggap mutakhir, independen, dan bisa dipertanggungjawabkan. Ketika data tersebut sudah bisa dipertanggungjawabkan, kami terima,” ujar Haris. (sumber)

fokus berita : #Haris Effendi