22 Desember 2022

Momentum Hari Ibu, Idah Syahidah: Stop Segala Bentuk Kekerasan Terhadap Perempuan

Berita Golkar - Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia Idah Syahidah Rusli Habibie berharap agar peringatan hari Ibu tanggal 22 Desember dapat dijadikan sebagai gerakan untuk memuliakan kaum perempuan.

Hal ini Idah Syahidah sampaikan pada kegiatan Kampanye 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan (HAKTP) dan Peringatan Hari IBU ke 94 tahun 2022 “Ciptakan Ruang Aman Kenali UU TPKS” Perempuan Berdaya, Indonesia Maju. Kamis (22/12/2022).

Idah menjelaskan memuliakan perempuan ini bukan hanya perasaannya, namun perlindungan hukum juga harus diberikan. Agar kaum perempuan bisa hidup bermartabat, terjaga dan termuliakan.

“Tidak boleh dan tidak ada pengecualian adanya tindak kekerasan terhadap seorang perempuan, baik itu fisik maupun psikis. Untuk itu, hukum positif harus kita dorong untuk memberikan perlindungan kepada kaum perempuan, khususnya seorang ibu,” jelasnya.

Baca Juga: Lantik Pengurus Satkar Ulama DIY, Idris Laena Minta Kader Rambahi Pondok Pesantren

Lebih jauh Idah katakan bahwa saat ini berbagai produk hukum telah dikeluarkan. Bahkan Undang-undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual telah lahir untuk menjaga dan kemuliaan martabat kaum perempuan. Pada saat yang bersamaan, pemerintah juga terus mengkampanyekan gerakan 16 hari Tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan.

Ini juga merupakan bagian dari kampanye internasional untuk mendorong upaya-upaya penghapusan kekerasan terhadap perempuan diseluruh dunia. Sebab kekerasan terhadap perempuan adalah salah satu bentuk pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Dalam rentang 16 hari, kita bisa melaksanakan beberapa strategi program untuk membangun kesadaran, bahwa kekerasan terhadap perempuan adalah pelanggaran HAM. Mendorong kegiatan bersama untuk menjamin perlindungan yang lebih baik bagi para survivor,” ucap Srikandi Golkar itu.

Dalam kesempatan itu, Idah Syahidah mengajak seluruh pihak untuk turut terlibat aktif sesuai dengan kapasitasnya dalam upaya penghapusan segala bentuk kekerasan terhadap kaum perempuan.

Baca Juga: Dana Cukup, Airlangga Hartarto Sampaikan Ke Jokowi Segera Mulai Pembangunan Ibukota Baru

“Penghapusan kekerasan terhadap perempuan membutuhkan kerja bersama dan sinergi dari berbagai komponen masyarakat untuk bergerak secara serentak. Dan saya berharap kepada semua orang dapat menggelorakan semangat Gerakan 16 Hari Tanpa Kekerasan Terhadap Perempuan,” tandasnya. (sumber)

 

fokus berita : #Idah Syahidah