28 Desember 2022

Perebutan Kursi DPD RI di Gorontalo Seru! Kader Golkar Mendominasi, Idah Syahidah Turun Tangan

Berita Golkar - Kontestasi politik selalu saja melahirkan gesekan bahkan gesekan di internal Partai Politik. Seperti yang terlihat pada kontestasi DPD RI Dapil Gorontalo, dimana terlihat bakal terjadi pembelahan di tubuh Partai Golkar Gorontalo.

Hal ini setelah tiga kader Golkar Gorontalo, mendaftarkan diri sebagai bakal calon DPD RI pada Pileg 2024 mendatang. Tiga calon tersebut, dua di antaranya adalah petahana dan satu penantang serius. Mereka adalah Fadel Muhammad, Dewi Sartika Hemeto (DSH) dan Syarif Mbuinga (SM).

Yang menarik adalah ketika DSH dan SM menyerahkan KTP dukungan ke KPU provinsi Gorontalo untuk diverifikasi. Saat mendaftar, DSH didampingi oleh sejumlah kader Golkar seperti Maman Djakarta dan Dedy Muslim. Sementara Syarif Mbuinga didampingi kader Golkar Pohuwato, Fahmi Mopangga. Bahkan sehari sebelumnya, Syarif didampingi Ghalieb Lahidjun dan Hamzah Sidik.

Polarisasi ini awalnya terlihat normal dan alami. Karena setiap kandidat pasti punya pendukung masing-masing. Hanya saja, kondisi sedikit memanas takkala anggota DPR RI dari partai Golkar, Idah Syahidah Rusli Habibie, tiba-tiba menyatakan dukungan kepada DSH dengan memposting foto mengenakan kaos DSH.

Baca Juga: Kunjungi Pabrik Hyundai di Cikarang, Airlangga Hartarto Dukung Pengembangan ‘Electric Vehicle’

Seperti diketahui, Idah adalah juga Caleg DPR-RI Partai Golkar untuk Pileg 2024. Foto Idah menggunakan kaos DSH sempat membuat pendukung fanatik Syarif Mbuinga bereaksi negatif. Sejumlah orang bahkan secara terbuka mengecam tindakan Idah, meski tak sedikit yang membelanya dengan argumen bahwa hal tersebut wajar sebagai bentuk sikap pilihan politik.

Namun seakan ingin ‘meramaikan’ Derby Golkar ini, saat Idah menyatakan dukungan ke DSH, di tempat terpisah Caleg DPR RI dari Partai Golkar lainnya, Roem Kono, menghubungi Syarif Mbuinga melalui sambungan telepon. Roem dan Syarif terlihat berbicara serius selama kurang lebih 15 menit. Awak media yang melihat hal tersebut mengartikan bahwa ini pertanda Roem Merapat ke Syarif. Arahnya jelas, bahwa keduanya bakal tandem pada Pileg 2024.

Kejadian Roem menghubungi Syarif ini terjadi saat Syarif sedang silaturahmi ke kediaman Ketua DPRD Kabupaten Gorontalo, Syam T. Ase. Lantas, apakah terbelahnya suara dukungan Golkar akibat polarisasi di pertarungan DPD bakal merugikan Golkar, hanya waktu yang bisa menjawabnya. (sumber)

 

fokus berita : #Idah Syahidah