01 Januari 2023

Gandeng Organisasi Cipayung, Adi Krisna Gelar ‘Ngobrol Asyik’ Bareng Duta Golkar

Berita Golkar - Pada malam penghujung tahun 2022, Partai Golkar Bondowoso mengadakan acara Ngobrol Asyik Bareng Duta Golkar yang singkat Ngobras, Sabtu (31/12/2022).

Acara tersebut memang spesial digelar untuk menyambut Tahun Baru 2023, dengan mengangkat tema "Anak Muda Bicara Masa Depan Bondowoso, Creating 2023 Action 2024".

Kegiatan tersebut terdiri dari beberapa acara mulai dari talkshow dan hiburan lainya. Dalam acara Talkshow itu dibagi menjadi 2 sesi yaitu Talkshow yang melibatkan organisasi kemanusiaan dan kepemudaan, serta Ekonomi Kreatif dan Digital oleh pengusaha batik di Bondowoso.

Acara itu dihadiri oleh beberapa organisasi yaitu PMII, HMI, Ansor, IMM, pengurus partai kecamatan dan RTIK Bondowoso.

Baca Juga: Cen Sui Lan Perjuangkan 4.000 Pelajar di Kepri Terima Bantuan Pendidikan PIP di Tahun 2023

Adi Krisna selaku Ketua Partai Golkar Bondowoso menyampaikan bahwa acara Ngobras itu juga sebagai refleksi bagi segenap elemen masyarakat, utamanya pemuda untuk menatap tahun 2023 menjadikan masa depan Bondowoso lebih cerah.

"Barangkali kita perlu merancang, kita perlu mengkreasikan bagaimana kontribusi kita yang nanti juga akan menentukan masa depan Bondowoso di tahun 2023," ucap Adi Krisna.

Sementara dalam acara Talkshow yang dihadiri oleh beberapa organisasi kemahasiswaan dan kepemudaan, turut hadir Firmanzah Ketua Cabang PMII Bondowoso yang juga sebagai narasumber pada acara tersebut.

Firmanzah yang mendapatkan pertanyaan pertama, ia ditanya mengenai faktor apa saja yang dapat meningktkan ekonomi bondowoso.

Baca Juga: Pencabutan PPKM, Airlangga Hartarto Harap Tahun 2023 Indonesia Lebih Sehat, Kuat dan Bersatu

Kemudian Ketua Cabang PMII Bondowoso itu menjawab bahwa ada banyak faktor yang dapat meningkatkan ekonomi di Bondowoso, yang memerlukam perhatian dari pemerintah.

Faktor pertama yang dapat meningkatkan ekonomi Bondowoso adalah sumber daya manusia yang indeks pembangunannya terbilang rendah di angka 66,59. Sementara di bidang pendidikan rata-rata lama pendidikan generasi Bondowoso masih di angka 5,94 tahun.

"Artinya dari angka itu, pendidikan kita masih rendah, dan perlu menjadi pembenahan agar SDM Bondowoso harus terus dipacu, karena dengan banyaknya sumber daya manusia yang kualitas pendidikannya lebih baik akan meningkatkan ekonomi di Bondowoso," ujar Firmanzah.

Kemudian faktor kedua adalah sumber daya alam (SDA) Bondowoso dengan dominasi lahan pertanian, serta juga berkembangnya ekonomi di sektor pergudangan dan industri lainnya yang semakin meluas.

Baca Juga: Dave Laksono Nilai Sistem Pemilu Coblos Parpol Mencabut Hak Rakyat

"Ada hal yang harus kita cermati bersama bahwa Bondowoso ini kan petaninya itu banyak, lahan pertaniannya begitu luas, kenapa pemerintah ini tidak fokus terhadap pengembangan ekonomi berbasis desa dengan sektor pertanian sebagai program unggulannya, karena pertanian inikan sebagai tiang penyangga negara, selain itu ada juga sumber daya alam baru berupa panas bumi yang ada di kawasan Ijen, yang bisa mengungkit pertumbahan ekonomi masayarakat Bondowoso," jelasnya.

Faktor selanjutnya adalah ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK), yang bisa dijadikan sebagai tolak ukur maju atau tidaknya sebuah daerah atau negara.

"Harapan kita dari anak muda seperti saya, ilmu pengetahuan dan tekhnologi ini harus menjadi kesadaran bersama dan mendapatkan dukungan penuh dari para pemangku kebijakan," kata pemuda Desa Sumber Pandan itu.

Lebih lanjut Firmanzah juga menyampaikan bahwa sumber daya modal juga menjadi faktor pengembangan dari ilmu pengetahuan dan teknologi.

Terakhir, Firmanzah juga menyinggung bahwa masyarakat Bondowoso harus memiliki budaya kerja yang disiplin, jujur, ulet, pekerja keras dan bekerja cerdas agar dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi. (sumber)

 

 

fokus berita : # Adi Krisna