09 Januari 2023

Bamsoet Dorong Pengembangan Kewirausahaan di Generasi Milenial

Berita Golkar - Ketua MPR sekaligus Wakil Ketua Umum Partai Golkar Bambang Soesatyo mendukung penyelenggaraan Event Market Day, Entrepreneur Challenge Day 2022 (Eldest 2022) SMA Labschool Jakarta yang akan diselenggarakan pada Jumat (13/1), di Lapangan SMA Labschool Jakarta.

Melalui event ini, siswa-siswi kelas XII yang berjumlah sekitar 273 orang dibagi menjadi 24 kelompok. Masing-masing kelompok membuat inovasi yang dituangkan menjadi sebuah brand. Hal ini diharapkan dapat menumbuhkembangkan jiwa entrepreneurship pada generasi muda Indonesia.

Bamsoet, sapaan akrab Bambang, menerangkan bahwa Global Entrepreneurship Index (GEI), sebagai patokan untuk melihat negara dunia mengalokasikan sumber daya dalam mempromosikan kewirausahaan, menempatkan Indonesia di urutan ke-75 dari 137 negara yang disurvei. Untuk menaikkannya, Indonesia perlu melahirkan lebih banyak lagi wirausaha baru.

Baca Juga: Tak Sulit Cari Figur, Efi Irwansyah Pane Sebut Golkar Asahan Tak Buka Pendaftaran Caleg Untuk Pemilu 2024

“Presiden Joko Widodo, sebagaimana tersirat dalam Perpres Nomor 2 Tahun 2022 tentang Pengembangan Kewirausahaan Nasional Tahun 2021-2024, menargetkan lahirnya sejuta wirausaha baru hingga tahun 2024. Merealisasikannya perlu dukungan semua pihak, terutama dari lembaga pendidikan seperti yang dilakukan SMA Labschool Jakarta melalui event Eldest 2022," ujar Bamsoet, usai menerima siswa-siswi SMA Labschool Jakarta peserta Eldest 2022, di Jakarta, Senin (9/1).

Siswa-siswi SMA Labschool Jakarta peserta Eldest 2022 yang hadir antara lain, Nayla Shakina Nur Rachmanto, Nazhira Shakila Nur Rachmanto, Evan Ryo Ardiansyah, Cahyani Citra, Ilham Dwi, Anandaku Dimas Rumi dan Omar Muhammad.

Ketua DPR ke-20 ini juga memberikan motivasi dan kiat menjadi entrepreneur. Pada saat menjadi mahasiswa di Universitas Jayabaya, Bamsoet tanpa modal memulai usaha menjual pisang goreng hingga kaos. Saat menjadi wartawan dan meliput pembukaan pasar induk Kramat Jati, dirinya mengetahui dari pedagang bahwa mereka mengambil barang dari Bekasi.

Baca Juga: Ridwan Hisjam: Pakde Karwo Itu Golkar Yang Dikaryakan di Demokrat

"Lantas saya menawarkan diri untuk menjadi pemasok. Para pedagang menyetujui sepanjang harganya lebih murah atau sama dari pemasok lainnya. Dengan menggunakan kendaraan pick up, setiap pagi dini hari saya bolak-balik dari Bekasi ke pasar induk. Hal ini menunjukan alasan modal tidak boleh menjadi alasan untuk memulai usaha, karena dengan modal yang minim atau bahkan sama sekali tanpa modal, kita juga bisa memulai sebuah usaha. Kuncinya adalah pada niat dan ketekunan," jelas Bamsoet.

Kepala Badan Hubungan Penegakan Hukum, Pertahanan dan Keamanan KADIN Indonesia ini menerangkan, membangun kewirausahaan dalam konteks Indonesia kontemporer merupakan sebuah keniscayaan. Karena sebagai negara dengan jumlah penduduk lebih dari 275,36 juta jiwa, persentase jumlah wirausahawan di Indonesia baru mencapai 3,47 persen dari total jumlah populasi. Masih tertinggal dibandingkan berbagai negara lain seperti Amerika Serikat (11,5 persen), Singapura (7,2 persen), dan Malaysia (5 persen).

"Jumlah wirausaha merupakan salah satu indikator kemajuan sebuah negara. Karenanya, melahirkan wirausahawan muda merupakan prioritas yang tidak boleh dielakkan. Konsekuensi dari kegagalan kita untuk menumbuhkembangkan wirausahawan, berpotensi menempatkan posisi kita hanya sebagai 'pasar' bagi produk komunitas global," pungkas Bamsoet. (sumber)

 

fokus berita : #Bambang Soesatyo #Bamsoet