10 Januari 2023

Bahas Sistem Pemilu, Bagus Adhi Mahendra Putra: Komisi II DPR Bakal Panggil Mendagri Tito Karnavian

Berita Golkar - Rapat internal Komisi II DPR RI memutuskan akan mengundang Rapat Kerja, besok, dengan Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian antara lain dengan agenda membahas Pemilu sistim proporsional terbuka.

Untuk diketahui sejak dua pekan terakhir kembali muncul permohonan uji materi yang menuntut ke sistim Pemilu proporsional tertutup dengan menguji atas UU Pemilu ke Mahkamah Konstitusi.

“MK sebaiknya menolak uji materi baru yang diajukan pemohon itu sebab MK sudah pernah membuat Norma baru atas putusan atas uji materi yang sama pada uji materi sebelumnya kecuali ada Novum “.

Pendapat ini diutarakan A.A. Bagus Adhi Mahendra Putra anggota Fraksi Partai Golkar usai rapat internal Komisi II di Jakarta, Selasa (10/1/2023).

Baca Juga: Bamsoet Dorong Pengembangan Kewirausahaan di Generasi Milenial

Dikatakan, selama ini dengan sistim proporsioanal terbuka sudah memberikan keadilan bagi pemilih dan Caleg. Dimana setiap calon anggota legislatif diberi kesempatakan yang sama untuk bertemu rakyat sejak sedari awal sejak jadi bakal Caleg, ini kan masuk akal logikanya. Agar supaya mendapat simpati langsung dari masarakat di hari H Pemilu, dan serta berharap agar di pilih pada hari H Pemilu.

“Disini makna keterwakilan unsurnya jelas sudah tercermin pada siapa caleg nanti yang mendapat suara terbanyak maka dialah yang telah dipercaya oleh rakyat. Sistim ini kan sudah diberlakukan sejak Pemilu yang lalu”, tegasnya.

Sebaliknya sistim proporsional tertutup posisi pemilih hanya diberi kesempatan memilih lambang partai saja, cenderung tidak mengenal wakilnya, lebih pada droping ataupun tidak mengenalkan Calegnya kecuali mengenalkan partainya dari pada figurnya, paparnya.

Baca Juga: Sulawesi Utara Jadi Tuan Rumah Perayaan Natal Nasional Partai Golkar

Dengan kata lain, tambahnya, putusan MK yang lama dengan sistim proporsional terbuka sudah benar dan sudah mencerminkan keadilan dimana masing masing caleg dapat keadilan yang sama untuk mendekati rakyat. Dengan ukuran barang siapa Caleg yang mendapat suara terbanyak, dialah yang pantas disebut wakil rakyat dalam demokrasi kita, kata Blli Adhi asal Bali.

Sebelumnya sebagian elemen masarakat melakukan uji materi atas UU Pemilu ke Mahkamah Konstitusi, ditengah tahapan Pemilu yang telah dimulai bulan lalu dengan tetap menerapkan dan memberlakukan sistim proporsional terbuka seperti Pemilu sebelumnya sesuai Putusan Mahkamah Konstitusi,MK, di periode sebelumnya. (sumber)

 

fokus berita : #Bagus Adhi Mahendra Putra