15 Januari 2023

Kongres Biasa PSSI, Menpora Zainudin Amali Puji Peringkat FIFA Timnas Melesat ke Ranking 151

Berita Golkar - Menpora Zainudin Amali memberikan sambutan di Kongres Biasa PSSI, Jakarta, Minggu (15/1/2023). Ia berpesan federasi harus berjalan beriringan dengan pemerintah.

Kongres Biasa PSSI digelar untuk memilih Komite Pemilihan (KP) dan Komite Banding Pemilihan (KBP). KP dan KBP ini akan bekerja dalam menjaring dan menerima banding Calon Ketua Umum, Wakil Ketua Umum, dan anggota Komite Eksekutif (Exco) PSSI.

Caketum, Cawaketum, dan anggota Exco ini akan dipilih dalam Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada 16 Februari mendatang. Itu berarti PSSI kepemimpinan Mochamad Iriawan akan segera berakhir.

KLB PSSI nantinya juga akan menjadi momen kemunculan sosok baru di pucuk pimpinan federasi. Sejauh ini sudah ada dua orang yang mendaftarkan diri dalam bursa caketum yakni La Nyalla Mattalitti dan Erick Thohir.

Baca Juga: Nurul Arifin Pastikan Masuknya Ridwan Kamil ke Partai Golkar Tinggal Tunggu Legal Formal

Zainudin Amali punya pesan kepada siapapun pemenangnya dalam KLB PSSI nanti. Menurutnya hubungan baik antara PSSI dan Pemerintah yang sudah berjalan baik harus dipertahankan.

"Ada satu hal yang selalu saya katakan dalam kegiatan PSSI, contohnya saat saya membuka kompetisi Liga 2 (2020) di Stadion Batakan, Kalimantan, pukul 16.00 WIT. Tapi dua jam kemudian saya harus mengumumkan kompetisi Liga 1 dan Liga 2 harus dihentikan," kata Amali saat memberi pernyataan di Kongres Biasa PSSI.

"Saya semangat, berapi-api tapi dua jam kemudian dengan berat hati meminta Ketum dan Exco menggelar rapat darurat untuk menghentikan sikap karena cabor-cabor yang berkompetisi sudah menghentikan pertandingan," ujarnya.

"Sampai akhirnya PSSI dibantu pemerintah untuk masalah izin menggelar kompetisi guna membentuk timnas, sehingga terjadinya turnamen pramusim Piala Menpora meski dalam situasi yang tidak memungkinkan," katanya lagi.

PSSI era pimpinan Mochamad Iriawan semakin mesra hubungannya dengan pemerintah. Oleh karena itu Timnas Indonesia U-20 bisa berkali-kali menggelar Pemusatan Latihan (TC) di luar negeri dalam rangka persiapan Piala Dunia U-20 2021.

Baca Juga: Balas Sindiran PDIP, Nurul Arifin: Bukan Hore-Hore, Penolakan Sistem Proporsional Tertutup Hal Serius

Saat Piala Dunia U-20 2021 digeser ke 2023, Timnas U-20 generasi baru juga mendapatkan kesempatan yang sama untuk menggelar TC di luar negeri. Ronaldo Kwateh Cs berlatih di Turki dan Spanyol.

"Intinya kalau PSSI dan pemerintah berjalan seiringan tidak ada hal yang tidak bisa diselesaikan. Peringkat FIFA dari ranking ke-179 menjadi ke-151 bukan hal mudah, kita lolos ke Piala Asia U-20 meski sudah dipastikan jadi peserta tapi kita mampu membuktikan," ucap Amali. (sumber)

 

fokus berita : #Zainudin Amali