17 Januari 2023

Survei CNN: Duet Airlangga-Moeldoko Berpeluang Besar Menangkan Pilpres 2024

Berita Golkar - Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden masih menyisakan waktu satu tahun lebih, namun sejumlah nama telah bermunculan. Sejumlah partai bahkan telah mendeklarasikan nama yang akan diusung atau didukung sebagai pengganti Jokowi di 2024.

Deklarasi yang dilakukan jauh hari sebelum pemilu diyakini dapat mendongkrak nama Capres yang akan diusung. Selain itu, deklarasi juga merupakan satu ikhtiar parpol untuk menaikkan elektabilitasnya.

Masyarakat saat ini sudah semakin melek terhadap politik Indonesia. Mereka diyakini akan memilih calon pemimpin yang memiliki rekam jejak yang baik, apalagi pilihan tersebut akan menentukan nasib Indonesia lima tahun ke depan. Untuk mengukur suara publik, Citra Network Nasional (CNN) kembali melakukan survei sosok calon presiden (Capres) 2024.

Baca Juga: Survei CNN Unggulkan Duet Airlangga Hartarto-Moeldoko di Pilpres 2024

Direktur Eksekutif Citra Network Nasional (CNN), Muhammad Dandy mengatakan, pengambilan sample mengunakan Metode Multistage Random Sampling dengan jumlah sample 2200 Warga Negara Indonesia yang sudah berusia diatas 17 tahun dan tersebar di 34 Provinsi.

Hasil Survei ini memiliki Margin Of Error +/- 2.08 dengan Confidence level 95 persen. Survei dilakukan sejak 27 Desember 2022-9 Januari 2023. Dandy menyebutkan, adapun hasil dari survei ini menunjukkan mayoritas responden yaitu 74,4 persen menyatakan puas dengan kinerja pemerintahan Presiden Jokowi selama tiga tahun terakhir ini.

"Karena dinilai berhasil mengatasi pemulihan ekonomi akibat dampak covid 19 dan penanggulangan covid 19 sehingga status PPKM bisa dicabut dan masyarakat bisa lebih banyak melakukan kegiatan ekonominya, dan sebanyak 17,4 persen sangat tidak puas, dan yang tidak menjawab 8,2 persen," kata Dandy, Senin (16/1/2023).

Baca Juga: Partai Golkar Sumba Timur Gelar Lomba Latto-Latto, Ini Para Juaranya!

Selanjutnya, kata Dandy, dari hasil survei diketahui bahwa kriteria Presiden yang akan melanjutkan pemerintahan Jokowi yang diharapkan masyarakat yaitu Tokoh yang mampu mengelola perekonomian masyarakat diharapkan oleh 87,8 persen, karena mereka beranggapan setelah dampak covid 19 perekonomian masyarakat banyak yang menurun dan memerlukan presiden yang mampu meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dan sebanyak 62,8 persen mengharapkan presiden yang bisa melanjutkan program program pembangunan yang telah dikerjakan oleh pemerintahan Jokowi. dan hanya 27,8 persen yang menginginkan presiden yang merakyat.

"Dari Temuan survei bahwa 68,9 persen masyarakat lebih suka memilih Parpol saja saat pemilu legislative dibandingkan nama tokoh yang jadi Caleg Parpol, karena membingungkan masyarakat sedangkan 20,8 persen lebih suka memilih nama caleg yang dicalonkan Parpol, selebihnya tidak menjawab," ucap Dandy.

Baca Juga: Pasca Penangkapan Lukas Enembe, Christina Aryani Minta Pemerintah Antisipasi Gejolak Sosial di Papua

Dari Survei ini juga ditanyakan secara tertutup kepada responden, jika dalam pemilu 2024 untuk pemilihan anggota legislatif mengunakan sistim proposional tertutup atau memilih atau mencoblos Parpol saja, maka parpol mana yang akan dipilih jika pemilu digelar hari ini, hasilnya Partai dipilih paling banyak yaitu 19,8 persen. 

Kemudian diurutan kedua partai Gerindra 16,4 persen, PDI Perjuangan 14,3 persen, Demokrat 8,8 persen, PKS 7,2 persen,PKB 6,4 persen , PPP 4,4 persen, Nasdem 4,2 persen dan PAN 2,7 persen sedangkan parpol lainnya di bawah 1 persen dan yang tidak memilih sebanyak 10,2 persen

Dari simulasi tokoh bakal capres dengan pasangannya bakal cawapresnya yang diusung KIB, PDI Perjuangan, Gerindra -PKB dan Nasdem-PKS-Demokrat dan diminta kepada responden untuk memilih jika pilpres digelar hari ini, maka pilih responden kepada pasangan Airlangga Hartarto-Moeldoko 30,2 persen , lalu Pasangan Prabowo Subianto-Muhaimin Iskandar 22,2 persen,Puan Maharani-Ganjar Pranowo 21,2 persen,Anies Baswedan-Agus Harimurti Yudhono (AHY) 12,6 persen dan tidak memilih sebanyak 13,8 persen.

Baca Juga: Bobby Rizaldi Targetkan Partai Golkar Menang Pemilu dan Pertahankan Posisi Ketua DPRD Sumsel

Sementara itu, simulasi pasangan capres-cawapres dengan komposisi sebagai berikut pasangan Airlangga Hartarto-Ridwan Kamil dipilih sebanyak 27,6 persen. Sedangkan jika Prabowo Subianto-Khofifah Indar Parawansa dipasangkan maka dipilih sebanyak 27,3 persen dan pasangan Ganjar Pranowo-Puan Maharani dipilih sebanyak 23,7 persen sedangkan pasangan Anies Baswedan-Ahmad Heryawan dipilih sebanyak 14,7 persen dan yang tidak memilih sebanyak 6,7 persen

Selain itu, dengan simulasi tiga pasang capres-cawapres dari inner circle Jokowi, pasangan tokoh militer-sipil dan ditanyakan kepada responden untuk memilih jika pilpres digelar hari maka pasangan Airlangga Hartarto-Moeldoko memiliki tingkat keterpilihan tertinggi, dipilih sebanyak 36,8 persen kemudian pasangan Ganjar Pranowo-Andika Perkasa dipilih sebanyak 30,7 persen dan Prabowo Subianto-Erick Thohir dipilih sebanyak 19,6 persen dan tidak memilih sebanyak 12,9 persen.

Menanggapi hasil survei Citra Network Nasional (CNN), pengamat politik dari FISIP Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) Heri Herdiwanto mengatakan, hal yang wajar jika Airlangga Hartarto unggul di survei CNN sebagai Capres 2024 yang dipilih masyarakat.

Baca Juga: Menpora Zainudin Amali Mantap Calonkan Diri Sebagai Waketum PSSI

"Sah-sah saja lembaga survei memberikan hasil kuantitatifnya pada publik tapi harus disadari bahwa konfigurasi pasangan calon sampai saat ini baru spekulasi dan bersifat cair kemudian perlu disadari juga semua cenderung chek ombak, cocokisme dan belum menunjukan kepastian, tetapi Airlangga menjadi peluang untuk jadi Capres 2024,"kata Heri kepada awak media, Senin (16/1/2023).

Heri menyebutkan, hanya PDIP yang memiliki modal 20%, sehingga dapat mengusung calon presiden di kontestasi pilpres 2024. Heri menyebutkan Partai Golkar, dan partai yang memiliki wakil di parlemen memang memiliki modal sosial politik lebih dikenal masyarakat, namun tidak jaminan akan mendulang suara signifikan dalam konteks pilpres.

Menurut dia, pasangan-pasangan yang di usung harus memiliki prasyarat didukung oleh ketercukupan 20% dulu (UU/ pemilu atau pilres) baru bicara potensi dukungan masa. Pilpres adalah multi aspek beda dengan pileg sebagai aspek representatif politik semata. {redaksi}

fokus berita : #Airlangga Hartarto #Moeldoko