18 Januari 2023

Mei 2023, Capres-Cawapres KIB

Berita Golkar - Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) yang terdiri dari Partai Golkar, Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) akan mengumumkan pasangan Calon Presiden (Capres) dan Calon Wakil Presiden (Cawapres) 2024-2029 usai lebaran nanti. Wacana itu berkembang dari keterangan Nurul Arifin, Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar.

Kapan itu?

Tentu setelah Idul Fitri yang jatuh tanggal 21-22 April 2023. Berhubung masih liburan sampai akhir April, kemungkinan besar diumumkan pada Mei 2023. Belum lagi, proses pencalonan anggota Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) sudah dimulai tanggal 24 April 2023. Alias, partai politik menyerahkan Daftar Calon Sementara (DCS) awal hingga tanggal 25 November 2023.

Usai urusan penetapan DCS awal itulah, KIB melakukan konsolidasi penuh untuk deklarasi Bakal Capres- Bakal Cawapres RI 2024-2029. Pendaftaran Capres-Cawapres sesuai tahapan adalah 19 Oktober – 25 November 2023. Terdapat waktu enam bulan bagi Bakal Capres-Bakal Cawapres KIB itu sebelum ditetapkan oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai Capres-Cawapres.

Baca Juga: Optimis Tatap Pemilu 2024, Cen Sui Lan Yakin Pertahankan Kursi DPR RI Dapil Kepri

Praktis, usai disahkan sebagai pasangan Capres-Cawapres, masa kampanye hanya berlangsung dua setengah bulan, sebelum D Day.

Sejauh ini, nama-nama populer, perlahan kehilangan pengaruh di kalangan elite pengusung pasangan Capres-Cawapres. Sesuai konstitusi, pengusung pasangan Capres-Cawapres adalah partai politik atau gabungan partai politik, baik berdasarkan perolehan kursi di DPR RI (minimal 20%) ataupun jumlah pemilih (25%) dalam pemilu sebelumnya (2019).

Di luar nama-nama ketua umum partai politik, terdapat nama populis seperti Ganjar Pranowo, Anies Rasyid Baswedan, Ridwan Kamil, dan Sandiaga Salahuddin Uno.

Ganjar adalah kader yang direkrut dari Badan Pendidikan dan Pelatihan (Badiklat) PDI Perjuangan. Anies sudah dideklarasikan oleh Partai Nasdem, tetapi belum jelas menjadi kader partai politik mana. Ridwan sebentar lagi bakal masuk Partai Golkar, setelah bergabung dengan Ormas Kosgoro 1957. Sandiaga masih menjadi salah seorang Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, namun kini lebih banyak ta’aruf atau hadir di lingkungan PPP.

Baca Juga: Ratu Tatu Chasanah Instruksikan Kader Partai Golkar Banten Antisipasi Dampak Resesi dan PHK

Bagi Partai Golkar, kandidat utama Capres adalah Airlangga Hartarto. Pasca Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) Partai Golkar di Bali tahun 2016, Airlangga mulai menapak ikon sentral korps beringin. Munaslub Bali menyatukan kembali dua kubu kepengurusan Partai Golkar, sejak Oktober 2014.

Airlangga lantas masuk kabinet Joko Widodo – Jusuf Kalla, menyusul Luhut Binsar Panjaitan, sebagai kader Partai Golkar murni. Selama hampir 6,5 tahun ini, Airlangga berjibaku dengan urusan pemerintahan.

Kehadiran PAN dan PPP di pemerintahan, tidak terlepas dari pengaruh Airlangga dalam tata kelola ruang politik. Politik identitas tak lagi keras dan beringas, berbeda dengan beberapa bulan pasca Pilpres 2019. Walau Prabowo Subianto masuk kabinet, tetapi pangsa pasar Islam modernis bukanlah DNA (deoksinbonukleat) Partai Gerindra.

Baca Juga: Sesali Tragedi Berdarah, Agus Gumiwang Dorong Perusahaan Smelter Nikel PT GNI Dialog Dengan Karyawan

Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) lebih mewakili apa yang disebut Islam tradisional, alias kalangan Nahdliyin. Sementara anak-cucu Partai Masyumi tersebar menjadi loyalis Partai Keadilan Sejahtera, PAN, dan PPP.
Apakah ada nama selain Airlangga Hartarto?

Politik tidak sama dengan hukum kekekalan energi. Energi tidak dapat diciptakan ataupun dimusnahkan, namun dapat berpindah dari satu bentuk ke bentuk lainnya, begitu bunyinya menurut Sang Penemu, James Prescott.
Apakah pemilih Ganjar atau Anies bisa berubah menjadi pemilih Airlangga, jika Ganjar atau Anies sama sekali tak mendapatkan syarat dukungan partai politik yang cukup?

Tentu banyak variable yang mempengaruhi. Sangat sulit seseorang yang didukung pemilih dalam prosentase besar, bisa begitu saja menghimbau pemilihnya untuk berganti pilihan. Termasuk, jika seseorang itu sedang menjabat sebagai presiden, misalnya. Hasil survei menunjukkan betapa sosok Presiden Joko Widodo, sama sekali memiliki pengaruh yang tak kuat di kalangan pemilih.

Baca Juga: Ketum PSSI Bukan Jabatan Politik, Robert Kardinal: Pejabat Tak Usah Ikut Cawe-Cawe

Jarang seseorang menjadi single atau independent variable, terkecuali pengaruh ibu kepada anak-anaknya, atau sebaliknya. Istilah single parent, sama sekali identik dengan ibu, bukan ayah. Di Amerika Serikat, sekalipun mantan-mantan presiden mendapatkan vote dalam Konvensi Nasional Partai Republik atau Konvensi Nasional Partai Demokrat, tetap saja penentu kemenangan kandidat yang diusung ditentukan oleh sebaran pemilih beragam dari masing-masing negara bagian.

Apakah ada nama lapis kedua, setelah nama Airlangga Hartarto atau Zulkifli Hasan?

Dari segi gerak dan preferensi partai politik dan tokoh, nama Ridwan Kamil dan Sandiaga Uno menjadi menarik. Kedua nama ini sama sekali belum memiliki kelompok yang punya tone negatif, berbeda dengan Ganjar dan Anies yang sudah punya “haters ideologis”: Cebong versus Kampret. Ridwan dan Sandi tak mulai dari nol, sudah punya pemilih dengan prosentase memadai, padahal tak punya mesin partai politik atau kelompok relawan militan yang saban minggu deklarasi.

Bagi KIB, terbaca sekali keinginan menjaga Republik Indonesia terlepas dari politik identitas yang negatif. KIB terdiri dari kelompok politisi moderat, berpendidikan tinggi, sadar ekonomi, serta berwatak nasionalis religius. Mayoritas berada dalam klaster Islam modernis. Prinsip pendiri Taman Siswa, Ki Hadjar Dewantara, yakni Ing Ngarso Sung Tulodho, Ing Madyo Mangun Karso, Tut Wuri Handayani, tertanam kuat dalam diri tokoh-tokoh KIB.

Baca Juga: Timbul Jaya Sibarani Ungkap Kesiapan Kabupaten Simalungun Sambut Silaturahmi Pengurus Partai Golkar Sumut

Tiga setengah bulan lagi, bukan waktu yang lama guna memutuskan dua nama yang diusung KIB. Dua nama yang tentu diberi mandat penuh untuk menang. Andai kedua nama itu muncul pada awal Mei, waktu yang tersedia tinggal delapan bulan menuju D Day. Hari Penentuan. Tanggal Penyoblosan, 14 Februari 2024, Hari Kasih Sayang Internasional yang tak dimandatkan Perserikatan Bangsa Bangsa.

Kepandaian, kecakapan, dan keahlian yang dimiliki para tokoh KIB, sangat diperlukan dalam proses ini. Mereka yang sering menyanyikan lagu Indonesia Raya dalam kegiatan kepartaian.

Bangunlah Jiwanya //

Bangunlah Badannya //

Pertemuan demi pertemuan, terutama pada bulan Ramadhan, akan menyolidkan pilihan itu.

Semoga….

Jakarta, 17 Januari 2023

Oleh Indra J Piliang

Korsa Airlangga Hartarto

fokus berita : #Indra J Piliang #Airlangga Hartarto