18 Januari 2023

Miris! Dedi Mulyadi Ungkap Masih Ada Guru Honorer Yang Digaji Rp.450 Ribu Perbulan

Berita Golkar - Anggota DPR RI Dedi Mulyadi mengungkap kondisi miris bagi para guru honorer di Kabupaten Purwakarta. Salah satunya bernama Yosi, yang merupakan guru mata pelajaran Seni Budaya di SMPN 4 Darangdan. Sudah 14 tahun mengabdi sebagai guru honorer, guru Yosi hanya digaji Rp450 ribu per bulan.

Hal itu terungkap di tengah Dedi Mulyadi mendampingi guru Yoyos yang dilaporkan ke polisi karena memukul siswa. Seperti terlihat dalam tayangan di kanal Youtube Kang Dedi Mulyadi Channel, Dedi Mulyadi usai memediasi pertemuan antara guru Yoyos dengan orang tua siswa yang dipukul guru.

Setelah pertemuan selesai, Dedi Mulyadi bertemu dengan guru Yosi di kantor Desa Darangdan. Kemudian mereka bersama-sama naik mobil Dedi Mulyadi. Di dalam mobil, Dedi Mulyadi mengungkap bahwa guru Yosi belum PNS. Dia sampai saat ini masih guru honorer.

Baca Juga: Novel Saleh Hilabi Janji Habis-Habisan Menangkan Partai Golkar dan Airlangga Hartarto

“Ternyata ini pak guru yang bidang kesiswaan itu, guru seni itu belum PNS. Ya, Pak?” tanya Kang Dedi kepada guru Yosi yang duduk di belakang, yang tayang Rabu (18/1/2023).

“Ya betul,” kata guru Yosi. Guru Yosi mengaku sudah mengajar sejak 2009 dengan status sebagai guru honorer. Jadi sudah 14 tahun. Sebagai guru honorer, dia mengaku mendapat penghasilan Rp450 ribu per bulan.

“Rp450 ribu sebulan. Nggak dapat apa-apa lagi,” kata dia. “Total Rp450 ribu? Ya Allah, Ya Rabbi,” ucap Dedi Mulyadi. Guru Yosi mengakui gaji Rp450 ribu sebetulnya tidak cukup untuk memenuhi kebutuah hidup sehari-hari. Nah, untuk memenuhi kebutuhan, dia biasa mendapat kiriman beras dari orang tuanya di kampung.

Baca Juga: Kantor Airlangga Hartarto Buka Lowongan Kerja Non PNS, Gajinya Menggiurkan!

“Bayar listri Rp25 ribu. Beras dapat kiriman terus dari orang tua. Beras gratis,” kata Pak Guru Yosi. Dia mengatakan, per hati memberi jatah Rp20 ribu untuk istrinya. Belum listrik, BBM, juga liburan.

“Kalau saya hitung, biaya hidup bapak Rp1 juta sebulan. Bapak nomboknya dari mana?” tanya Kang Dedi. Nah, untuk memenuhi kebutuhan hidup, guru Yosi pun harus mengambil pekerjaan-pekerjaan lain. Di antaranya, Guru Yosi menjadi anggota BPD (Badan Perwakilan Desa). Dia mengaku mendapat gaji sebagai anggota BPD Rp500 ribu per bulan.

Selain itu, dia juga sering dimintai tolong oleh warga untuk mengurus surat-surat di desa. Contohnya kalau ada yang mau menikah, guru Yosi membantu menguruskan. Dari membantu warga itu, kadang dia diberi uang Rp100 ribu sampai Rp200 ribu.

Baca Juga: Pendiri Kampus Umitra Lampung, Andi Surya Maju Caleg DPR RI Dari Partai Golkar

“Mudah-mudahan bapak segera diangkat jadi tenaga P3K (pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja). Lumayan lah, Rp4 jutaan. Nanti saya sampaikan pesannya,” terang dia.

Setelah belanja di toko dan sebelum berpisah, Kang Dedi mendoakan agar guru Yosi menjadi guru dengan status P3K. “Biar gak Rp450 ribu lagi per bulan,” ucapnya. (sumber)

 

fokus berita : # Dedi Mulyadi