21 Januari 2023

Sambut Imlek 2547, Bambang Patijaya: Momentum Kebangkitan Ekonomi Warga Tionghoa Babel

Berita Golkar - Anggota Komisi VII Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI, Bambang Patijaya memaknai Imlek 2574 sebagai momentum kebangkitan ekonomi nasional, khususnya ekonomi Bangka Belitung.

“Tahun ini tahun kebangkitan dari keterpurukan ekonomi akibat pandemi, ini momentum yang baik untuk kita semua. Kita berdoa semoga semua lebih baik lagi di tahun 2023 ini,” ujar Bambang kepada Bangka Pos, Jumat (21/1/2023).

Politikus Partai Golkar ini juga mengungkapkan, Imlek tahun 2023 sekaligus menjadi momen berbenah ke arah yang lebih baik. “Tahun baru nasional maupun tahun baru Imlek tentu ada harapan, cita-cita serta hal positif yang ingin kita raih dan ini kita doakan,” kata pria yang akrab disapa BPJ ini, Jumat (20/1/2023).

Secara pribadi, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Bangka Belitung ini juga mendoakan hal baik kepada semua orang. “Saya mendoakan semua orang agar baik-baik saja,  terlepas dari persoalan yang dihadapi dan bisa bangkit dari keterpurukan. Mudah-mudahan kita semua bisa sukses,” ucapnya.

Baca Juga: Dipimpin Yanti Airlangga, IIPG Gelar Jumat Berkah di Lapas Perempuan Tangerang

Dalam momentum Imlek ini, BPJ juga mengajak semuanya untuk dimanfaatkan dengan saling berbagi. “Saatnya berbagi, bagi yang ada rezeki, mari berbagi, mungkin ada bantuan kepada masyarakat,” imbuhnya.

Tidak berbeda dengan warga Tionghoa lainnya, BPJ mengaku telah melakukan persiapan menyambut Tahun Baru Imlek 2574, misalnya bersih-bersih rumah dan menyiapkan berbagai makanan. BPJ pun pada Imlek tahun ini menggelar open house dan mempersilakan masyarakat Bangka Belitung yang hendak bertamu ke rumahnya. “Kami berharap para sahabat, keluarga dan handai taulan, jangan sungkan untuk datang bertamu,” ajaknya.

Penuh Suka Cita

Sementara bagi Ketua DPRD Bangka Tengah, Me Hoa, momentum Imlek tahun ini merupakan hal yang luar biasa dan cukup berbeda dari tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, di Imlek tahun 2023 yang jatuh tepat pada Minggu tanggal 22 Januari besok, adalah wujud sukacita dan wujud syukur karena pandemi Covid-19 sudah berakhir.

“Rasanya itu bahagia dan luar biasa. Soalnya teringat masa-masa sulit dulu, di mana kita sulit berjumpa dan berjabat tangan karena Covid-19,” kata Me Hoa, Jumat (20/1/2023).

Padahal, menurutnya, berjumpa dan berjabat tangan adalah bentuk rasa hormat kepada orang tua dan kasih sayang pada saudara serta sahabat. Oleh karena itu, dirinya menyambut momen Imlek tahun ini dengan penuh sukacita dan telah melakukan berbagai persiapan.

Baca Juga: Supriansa Minta Pemerintah Gerak Cepat Selidiki Akibat Bentrokan Tenaga Kerja di PT. GNI

Bahkan dirinya juga akan menggelar open house kepada sanak saudara, kerabat, teman maupun masyarakat yang mau berkunjung dan bersilahturahmi ke kediamannya. “Termasuk bagi masyarakat muslim, karena saya juga sudah menyiapkan katering makanan yang halal,” terangnya.

Menurut Me Hoa, Imlek tahun ini terbilang cukup spesial karena tahuntahun sebelumnya dirinya tidak bisa menggelar open house dan menerima tamu akibat pandemi Covid-19. Terlebih Imlek tahun ini adalah tahun kelinci air yang kata Me Hoa bermakna agar bisa bekerja lebih baik lagi dan dijauhkan dari hal-hal yang tidak baik. “Harus banyak-banyak mengambil hikmat dari kejadian di tahun-tahun sebelumnya, supaya lebih baik lagi ke depannya,” pungkasnya.

Memberi Kerukunan

Terpisah Ketua Yayasan Kelenteng Kwan Tie Miau Henry Kurniawan berharap, Shio Kelinci Air pada tahun ini diharapkan mampu memberi kerukunan untuk masyarakat Tionghoa dan umat beragama lainnya.

“Sebetulnya semua orang punya pandangan tersendiri dengan makna shio itu, tapi arti dari shio itu sama seperti binatang itu sendiri, kita lihat kelinci diyakini memiliki personalitas yang lembut, ramah, mampu menyesuaikan diri dengan kondisi yang berbeda,” sebutnya kepada Bangka Pos, Jumat (20/1/2023).

Terlepas dari semua ramalan yang ada tersebut, Henry menyebut, yang perlu diyakini adalah masyarakat harus tetap bekerja keras, berusaha, dan menjalankan amal kebajikan, serta berdoa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa.

Baca Juga: Bikin Banyak Gebrakan Saat Pimpin Solo, Melchias Markus Mekeng Dukung Gibran Maju Pilgub 2024

Dia berharap, pada tahun yang baru ini kerukunan umat beragama dapat terus terjalin baik. Dan tahun baru ini dapat membersihkan para umat dari segala macam penyakit yang menyerang. “Sebelumnya kita ketahui dua tahun lalu saat Covid-19 kita dipaksa untuk ibadah di rumah, tanpa mengurangi syukur kita kepada Tuhan. Tahun ini semoga semua masyarakat dapat terbebaskan dari segala penyakit, negara kita Indonesia ini segera bangkit dan pulih,” harapnya.

Potensi Wisata

Wali Kota Pangkalpinang, Maulan Aklil memastikan akan memantau keamanan perayaan Tahun Baru Imlek 2574 yang akan jatuh pada, Minggu (22/1/2023) mendatang supaya berlangsung aman dan kondusif.

Ia menyatakan siap menjaga kerukunan umat beragama di Kota Pangkalpinang. Hal ini dilakukan supaya tidak terjadi konflik suku, agama, ras dan antargolongan atau SARA. “Ini sebagaimana makna Imlek tahun ini, kebersamaan dengan keanekaragaman kita dengan segala perbedaan tetap satu dan bersama-sama,” katanya, Jumat (20/1/2023) malam.

Molen sapaan akrabnya berujar, perayaan Imlek tahun ini dipastikan akan meriah dibandingkan dengan dua tahun sebelumnya. Terlebih dengan dicabutnya status Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) oleh pemerintah pusat.

Tentunya bisa menjadi angin segar bagi warga Tionghoa agar lebih khidmat merayakan ibadahnya.

Tak hanya itu, pemerintah kota sendiri siap menggelar perayaan tahun baru Imlek di Rumah Dinas Wali Kota Pangkalpinang dan Alun-alun Taman Merdeka. Perayaan sendiri bakal dilakukan secara besar-besaran, lantaran kedua aset tersebut merupakan milik masyarakat Kota Pangkalpinang.

Baca Juga: Melki Laka Lena Apresiasi Pelayanan Kesehatan dan Program Deteksi Dini FKTP di Yogyakarta

“Tahun ini agak spesial karena dua tahun terakhir kita tidak merayakan. Jadi kita akan merayakan imlek bersama di rumah dinas  Wali Kota Pangkalpinang,” ujar Molen.

Di sisi lain lanjut dia, momentum perayaan Imlek sendiri memiliki nilai dan peluang bagi sektor pariwisata di Kota Pangkalpinang. Bahkan potensi cuan bisa dirasakan bagi para pengusaha hotel, restoran dan pusat perbelanjaan selama perayaan Imlek ini. Terlebih perayaan Imlek sendiri long weekend atau akhir pekan panjang.

Maka dari itu pihaknya mencoba menjual sektor pariwisata melalui kebudayaan yang ada. Mulai dari adanya atraksi barongsai, tradisi budaya etnis Tionghoa dan Agama. Terlebih nantinya juga akan dilanjutkan  dengan tradisi Cheng Beng atau sembahyang kubur.

“Ini salah satu atraksi budaya yang akan kita jual untuk pariwisata kita melalui atraksi, budaya dan agama. Saya rasa ini satu hal yang bagus untuk kita, dan bisa dijual sebagai pariwisata budaya di Pangkalpinang,” ungkapnya.

Kendati demikian Molen berharap, perayaan Imlek tahun ini bagi yang merayakannya, agar bisa menikmatinya dan harus mendukung perayaan itu. Selain itu, masyarakat yang tidak merayakan Imlek diharapkan dapat mendukung dan menyambutnya dengan positif serta ikut meramaikan.

“Selamat kepada masyarakat Kota Pangkalpinang khususnya dan Bangka Belitung pada umumnya yang akan merayakan Imlek ini. Semoga imlek tahun ini kesehatan dan kesuksesan menyertai kita semua,” harap Molen. (sumber)

 

 

 

fokus berita : #Bambang Patijaya #BPJ