08 Februari 2023

Usai PPKM Dicabut, Melki Laka Lena Ingatkan Kemenkes RI Antisipasi Varian Baru Covid-19

Berita Golkar - Pemerintah telah mencabut kebijakan pemberlakukan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). merespon hal itu, Komisi IX DPR RI mendesak Kementerian Kesehatan RI untuk tetap mengantisipasi varian baru Covid-19 dengan memperhatikan status PHEIC ('Public Health Emergency of International Concern') dari WHO melalui Percepatan vaksinasi primer lengkap di seluruh provinsi, vaksinasi dosis ke-2 lansia, dan vaksinasi booster. 

Hal itu disampaikan Wakil Ketua Komisi IX DPR RI Emanuel Melkiades Laka Lena saat membacakan salah satu kesimpulan rapat kerja Komisi IX dengan Menteri Kesehatan di Gedung Parlemen, Jakarta, Rabu (8/2/2023). Selain percepatan vaksinasi, Komisi IX, lanjut Melki juga meminta Menkes memastikan regulasi tes Covid-19 yang dilakukan secara mandiri di masyarakat. 

“Selain itu, edukasi dan sosialisasi protokol kesehatan juga perlu terus digaungkan demi meminimalisir penyebaran virus; dan integrasi prosedur alur perawatan bagi orang yang positif Covid- 19 termasuk bagi yang melakukan tes mandiri,” tegasnya. 

Baca Juga: Satu Abad NU, Baliho Airlangga Hartarto Bertebaran di Kota Surabaya, Tanda Dukungan?

Ditempat yang sama, Menteri Kesehatan RI Budi Gunadi Sadikin  menyampaikan ada dua strategi pemerintah dalam penanganan Covid-19 di Indonesia. Pertama, adalah penggunaan teknologi genome sequencing untuk mengetahui adanya varian baru Covid-19. Sebab, naiknya kasus terkonfirmasi positif bukan disebabkan oleh mobilitas massa, melainkan karena hadirnya varian-varian baru Covid-19.

"Dengan mekanisme ini, salah satu strategi utama penanganan pandemi di mana kita tahu jenis musuh kita, siapa dia, dan ada di mana, kita bisa melakukan respons yang tepat," ujar Budi. Strategi kedua adalah peningkatan dan penguatan daya tahan tubuh masyarakat Indonesia. Jelasnya, secara ilmiah pandemi bisa dikatakan terkendali apabila reproduction rate atau laju penularannya di bawah 1.

Rendahnya laju penularan Covid-19 di Indonesia disebabkan oleh semakin kuatnya antibodi dan imunitas masyarakat terhadap virus tersebut. Adapun penguatannya dapat dilakukan lewat vaksinasi dan kekebalan alami. "Di bulan Juli (2022), (kadar antibodi masyarakat) naik dari 88 persen menjadi 98 persen populasi kita sudah memiliki antibodi. Levelnya juga naik ke 2 ribu, di bulan Januari yang terakhir itu naik lagi menjadi 99 persen dengan kadar antibodi 3.200," ujar Budi. (sumber)

fokus berita : #Melkiades Laka Lena