09 Mei 2018

Berita Golkar - Kesatuan Perempuan Partai Golkar (KPPG) menggelar Konsolidasi Nasional Fungsionaris Perempuan, Rabu (9/5). Ketua Bidang Pemberdayaan Perempuan DPP Partai Golkar Hetifah Sjaifudian mengatakan kegiatan ini dibuat untuk mempersiapkan calon legislatif perempuan yang berkualitas di Pemilu Serentak 2019.

Hetifah yang juga Ketua Umum KPPG menyebut, caleg perempuan sangat berisiko dicurangi saat Pemilu, salah satunya dengan politik identitas. "Makanya hari ini ada beberapa tema-tema di masalah hukum, ada kerentanan pemilu isu-isu penggunaan politik identitas seperti radikalisme, perempuan juga rentan akan hal itu," kata Hetifah di Kantor DPP Partai Golkar, Slipi, Jakarta, Rabu (9/5/18).

Untuk itu, caleg perempuan yang akan diusung Golkar harus dipersiapkan secara matang. Baik dari segi kompetensi, mental dan psikologis dalam menghadapi kecurangan-kecurangan. Termasuk kesiapan mental ketika caleg perempuan tidak lolos ke 'Senayan'.

"Jadi kita siapkan pemilu yang sehat, dan juga penyiapan mental nanti kita akan undang prof Hamdi Muluk juga. Soal psikologis juga jadi penting supaya perempuan kuat mental dalam arti harus yakin dia punya sugesti mampu," terangnya.

"Kalau dia menang atau kalah dia bisa menerima situasi itu. Jangan sampai kalah pemilu stress, membawa dampak negatif yang berkepanjangan," sambung Hetifah. Diketahui, Partai Golkar menargetkan 20-25 kursi di DPR untuk caleg perempuan. Sementara secara umum, Golkar memasang target 18 persen di Pemilu 2019 mendatang. [merdeka]

fokus berita : #Hetifah


Kategori Berita Golkar Lainnya