11 Mei 2018

Berita Golkar - Setiap tahun selalu terjadi lonjakan harga pangan atau harga kebutuhan pokok lainnya, cerita mahalnya harga berbagai kebutuhan pokok selalu menjadi kisah nyata yang tidak bisa dihindari oleh warga masyarakat di Indonesia.

Tradisi yang sudah melekat menjelang hari-hari besar keagamaan melonjaknya harga pangan ternyata bukan saja menjadi tugas pemerintah, ada pihak-pihak terkait yang terlibat di dalamnya seperti para petani, pedagang, pengusaha dan para penegak hukum.

Jika seluruh pemangku kepentingan dalam rantai bisnis pangan nasional bisa bersinergi, maka tradisi harga pangan yang melonjak saat Lebaran bisa diminimalisir sehingga kehidupan warga masyarakat bisa akan lebih baik lagi dan uang bisa dipergunakan untuk kebutuhan lainnya.

Ada beberapa hal yang perlu dikaji dan diketahui oleh masyarakat yang membuat terjadinya kenaikan harga sembako saat menjelanga Lebaran, seperti :
1. Tingkat konsumsi masyarakat Indonesia selalu naik drastis memasuki Bulan Ramadhan, Bulan Puasa dan Hari Lebaran selalu dimanfaatkan untuk makan secara bersamaan, sehingga masyarakat akan lebih banyak belanja sembakonya.
2. Semua PNS dan Pegawai Swasta mendapatkan dana Tunjangan Hari Raya (THR), kalau dana lagi banyak, tentunya ingin belanja artinya permintaan sembako bisa melonjak jauh dibanding hari-hari biasa. Melihat kesempatan emas ini, para pedagang bakal ramai-ramai menaikkan harga karena pedagang ingin mendapatkan untung lebih banyak.
3. Banyak pedagang menimbun sembako karena dalam ilmu ekonomi dikatakan bahwa harga bisa stabil kalau jumlah barang yang diminta sama dengan barang yang tersedia. Kalau terjadi ekses demand sedangkan suplay sedikit maka otomatis harga akan melonjak.
4. Sistem distribusi sembako di Indonesia, sembako yang kita beli oleh masyarakat di pasar melalui proses penyaluran dan perlakuan agar tidak cepat busuk, ada biaya logistik didalamnya seperti biaya transportasi dan pergudangan.
5. Adanya mafia logistik, akibatnya barang yang harusnya bisa langsung dikirim ke pembeli, ditahan berkali-kali sebelum sampai ke tangan konsumen, dengan semakin seringnya barang sembako ditahan maka harga akan semakin tinggi.
6. Tidak adanya musin diskon sembako karena dimonopoli para mafia sehingga para pedagang jadi susah bersaing.

Pemerintah bersama semua pemangku kepentingan perlu sinergitas di dalamnya, sinergitas adalah kunci utama, perlu penanganan yang berbeda agar masalah harga pangan saat Lebaran bisa diminimalisir, pemerintah perlu membangun sinergitas antar kementerian maupun antar lembaga negara.

Tidak hanya menjadi tanggung jawab para kalangan pembuatan kebijakan tapi pemerintah juga perlu melibatkan petani, pedagang, pengusaha, pelaku industry dan hingga aparat penegak hukum. Dengan demikian maka kita berharap bisa merasakan harga pangan saat Lebaran bisa stabil walaupun mungkin tetap masih ada kenaikan-kenaikan harga yang terjadi di beberapa komoditas strategis.

Tonny Saritua Purba, Aktivis PMB dan Fungsionaris Partai Golkar Kota Bogor

fokus berita :


Kategori Berita Golkar Lainnya