13 Mei 2018

Berita Golkar - Sehubungan dengan tragedi ledakan bom yang terjadi pada Minggu 13 Mei 2018 di sejumlah gereja di Surabaya dan menimbulkan korban jiwa, cidera dan luka-luka serta kerusakkan bangunan dengan ini menyatakan:

1. Pimpinan Pusat Kolektif (PPK) Kosgoro 1957 menyatakan duka cita yang mendalam dan mengutuk keras siapa pun pelakunya serta berharap tidak boleh ada lagi darah yang tertumpah karena adanya sikap intoleran.

2. Meminta aparat negara segera mengusut tuntas pelaku pemboman termasuk aktor intelektualnya seraya mendesak Kepolisian Republik Indonesia (Polri) selalu meningkatkan kinerja khususnya intelijen serta koordinasi dengan pihak Tentara Nasional Indonesia (TNI).

3. Mendesak agar program deradikaliasi makin diintensifkan secara masif kepada seluruh elemen masyarakat.

4. Mendesak pemerintah membangun komunikasi lebih intensif dengan kolompok-kelompok orang yang ditengarai acapkali memaksakan kehendaknya dan berbeda pandangan tentang semangat ke Indonesiaan dan kebhinekaan yang harus selalu kita jaga dan rawat dengan baik.

5. Dalam rangka memantapkan koordinasi dan komunikasi yang baik, maka Kosgoro 1957 mendesak pemerintah melakukan dialog kebangsaan yang melibatkan organisasi keagamaan dan kebangsaan.

6. Kosgoro 1957 juga mendesak agar negara atau pemerintah lebih sungguh-sungguh menyusun dan memformulasikan strategi perlindungan dan ketentraman sehingga masyarakat tidak merasa terancam dalam melaksanakan aktififitas sehari-hari dan aktifitas keagamaan khususnya.

7. Menghimbau kepada seluruh Anak Bangsa dari ujung timur hingga ujung barat agar terus menjaga simpul kebersamaan dan meningkatkan keamanan dan ketertiban di lingkungan masing-masing. 

HR. Agung Laksono, Ketua umum PPK KOSGORO 1957

fokus berita : #Agung Laksono


Kategori Berita Golkar Lainnya