27 Juli 2018

Berita Golkar - Tidak mudah bagi Pemerintah Indonesia menjaga keharmonisan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia. Namun justru dengan demokrasi, rakyat Indonesia bisa dipersatukan. Hal ini disampaikan Duta Besar (Dubes) Indonesia untuk Selandia Baru, Samoa, dan Tonga, Tantowi Yahya, saat bertemu dengan para petinggi gereja di Wellington, Selandia Baru hari ini, Kamis (26/7/2018).

Salah satu yang dibahas dalam pertemuan itu adalah masalah kebebasan beragama. Tantowi menyampaikan bahwa hak setiap warga negara Indonesia memeluk agama dan kepercayaan dan itu dilindungi oleh konstitusi. “Indonesia mungkin satu-satunya negara di dunia yang memiliki kementerian agama. Selain sebagai manifestasi dari Pancasila, juga upaya negara untuk memastikan kebutuhan masyarakat Indonesia dalam menjalankan agamanya dapat terpenuhi," ujar Tantowi.

Lebih lanjut, Tantowi menerangkan bahwa Indonesia saat ini adalah negara demokrasi terbesar ketiga di dunia, dan satu-satunya negara dimana Demokrasi dan Islam dapat bersanding dengan mesra. Pernyataan Tantowi ini dibenarkan dan didukung oleh Pendeta Alistair Lane dari St. John’s Presbyterian Church Wellington yang pernah berkunjung ke Indonesia tahun lalu.

Menanggapi isu sulitnya pendirian rumah ibadah yang ditanyakan salah seorang peserta, Tantowi menerangkan itu tidak benar. Pemerintah menjamin asal mengikuti peraturan yang ada. SKB Pendirian Rumah Ibadah dimaksudkan untuk mencegah konflik. “SKB tidak hanya mengatur prosedur pendirian tempat ibadah, tapi juga mengharuskan pemerintah menyediakan tempat bagi umat yang belum dapat memenuhi persyaratan pendirian rumah ibadah,” tekan Tantowi.

Para pemuka gereja mengungkapkan rasa senang mereka atas kesempatan bertukar pikiran dengan Dubes Indonesia, dan harapan agar dialog semacam itu dapat terus berlangsung. [kontributor khusus]

fokus berita : #Tantowi Yahya


Kategori Berita Golkar Lainnya