31 Juli 2018

Berita Golkar - Partai Golkar punya alasan khusus mengganti dua bakal calon legislatif (bacaleg) eks napi koruptor di KPU. Liaison Officer (LO) Golkar, Ichsan Firdaus, menjelaskan alasan pihaknya mengganti kedua nama bacaleg agar tidak ada kekosongan calon dari Golkar pada Pilpres 2019. "Biar semua 575 (bacaleg) itu lengkap sesuai jatah yang diisi di 80 dapil (daerah pemilihan)," ujar Ketua Pemenangan Pemilu Jawa-Kaltim DPP Golkar itu di kantor KPU, Selasa (31/7/2018).

Ichsan menambahkan, kekosongan bacaleg bakal berdampak pada kekuatan Golkar. Khususnya, terkait strategi merebut kursi DPR. Bagaimana pun, kata Ichsan, kekuatan Golkar ada di caleg. Semakin banyak caleg berpartisipasi, semakin berpotensi Golkar merebut kursi. Selain itu, Ichsan menambahkan, Golkar saat ini sedang memperhatikan pergantian eks napi korupsi di masing-masing daerah. Pengurus Golkar di daerah telah diminta mengikuti aturan yang ditetapkan KPU.

"Daerah kami sedang pantau, kami menyampaikan kepada seluruh pengurus daerah untuk mengikuti aturan KPU karena mengingat waktu yang sedikit," pungkasnya. Seperti diketahui, sebelumnya Golkar mendaftarkan dua bacaleg eks napi korupsi. Yaitu, TM Nurlif selaku Ketua DPD I Golkar Aceh dan Iqbal sebagai Ketua Harian DPD Golkar Jawa Tengah. [rmol]

fokus berita : #Ichsan Firdaus


Kategori Berita Golkar Lainnya