01 Agustus 2018

Berita Golkar - Stefanus Vreeke Runtu (SVR) gagal melangkah ke DPR RI. Politisi Senior Golkar ini tersingkir dari persaingan menuju Senayan. Hingga akhir perbaikan syarat pencalonan caleg Senin (31/7/2018), DPP Golkar tak mengubah formasi 6 nama yang diajukan sejak awal. Nama SVR tak masuk satu di antaranya. "Tidak maju, DPR RI (Caleg Golkar) kan sudah ditetapkan," kata SVR, Rabu (1/8/2018).

Memang ada tawaran untuk maju ke DPR RI dari partai lain, tapi SVR enggan meninggalkan Golkar partai yang membesarkannya. Adapun 6 nama yang diajukan Golkar dari dapil Sulut yakni Jerry Sambuaga, Djelantik Mokodompit, Hermin Gaghana Katamsi, Marhany Pua, Adrian Paruntu, dan Imelda Diana Rondonuwu. Karena tidak lagi maju legislatif, fokus SVR saat ini kerja sepeti biasa sebagai wakil rakyat di DPRD Sulut.

Mantan Bupati Minahasa itu menjabat Wakil Ketua DPRD. "Sekarang tidak maju, jadi kerja saja untuk rakyat," kata dia. Masa jabatan di DPRD masih ada setahun lagi. Selain itu tentu akan mendukung pencalonan dua anaknya, Careigh Naichel Runtu ke DPRD Sulut, dan Stacy Runtu ke DPRD Minahasa. "Mereka (anak-anak) saja yang maju," ujar SVR.

Politik internal partai Golkar memanas ketika SVR, kader senior Golkar terdepak dari Daftar Caleg DPR RI yang diajukan Partai Golkar ke KPU. Bukan itu saja, sang Anak Careigh Naichel Runtu (CNR) pun bernasib sama tak masuk daftar Caleg Golkar ke DPRD Sulut. Taufik Tumbelaka, Pengamat Politik Sulut mengungkapkan, sulit menghindari persaingan dua faksi di Golkar, Faksi Tetty yang saat ini berkuasa, melawan Faksi SVR yang berkuasa sebelum Tetty.

Dampak dari 'bentrokan' dua faksi ini memantik isu SVR pindah partai, apalagi tawaran sudah berdatangan, SVR tinggal mengatakan ya untuk bergabung. Loyalis SVR pun sudah banyak yang hengkang. Tapi Taufik menilai peluang SVR pindah ke partai sangat kecil. "Peluang SVR atau CNR pindah parpol sangat kecil, "darah" mereka kuning sudah menyatu dengan Golkar. Mereka dibesarkan partai Golkar," kata jebolan ilmu Politik Universitas Gajah Mada ini.

Masalah diakomodir atau tidak di Pileg, kata Taufik hanya persoalan komunikasi politik. "Peluang diakomodir tetap ada karena nampaknya Ketua DPD I PG Sulut, CEP, tetap membuka pintu kepada semua kader termasuk SVR dan CNR. Bukan tidak mungkin ini bisa mengurangi friksi antar faksi, khususnya faksi CEP dan faksi SVR. Tergantung seberapa jeli mereka mengambil momentum," ujar Putera Bungsu Mantan Gubernur Sulut, F J Tumbelaka ini.

Ia mengatakan, pertemuan akhir minggu lalu nampak CEP cukup akomodatif dengan CNR dan tidak mau terjebak dinamika liar. "CEP berusaha meredam situasi agar dinamika pencalegan tetap terkontrol kontelasinya," kata dia lagi Taufik menilai kalau nantinya SVR atau CNR pindah parpol maka akan merugikan diri sendiri dari sisi pamor politik. "SVR sudah dari dulu Golkar, bukan kader karbitan, bagaimanapun ada rasa memiliki yg kuat," ujarnya. [tribunnews]

fokus berita : #Stevanus Vreeke Runtu


Kategori Berita Golkar Lainnya