01 Agustus 2018

Berita Golkar - Kementerian Sosial (Kemensos) terus berupaya mengentaskan korban penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan zat adiktif (Napza) lainnya dengan berbagai kebijakan. Hal ini bertujuan mengurangi berbagai masalah yang lebih serius bagi generasi Indonesia mendatang. Indonesia dihadapkan pada kondisi belum dapat mengurangi jumlah penyalahgunaan Napza secara signifikan.

Kondisi ini menuntut penanganan serius dari semua pihak dan partisipasi dari masyarakat secara berkesinambungan. Menteri Sosial Idrus Marham menegaskan, pemerintah mempunyai amanat menyelamatkan generasi mendatang dari penyalahgunaan Napza. Langkah, yang harus ditempuh bukan hanya penindakan pada pengedar, tetapi rehabilitasi sosial dan pemberdayaan pada para pengguna yang didominasi anak muda agar mereka mau berubah. 

"Salah satunya, dengan program di Panti Sosial Pamardi Putra (PSPP) Galih Pakuan, dengan menerapkan metode therapeutic community (TC)," kata Idrus, Rabu, (1/8/2018). Therapeutic community adalah metode menggunakan asas kekeluargaan dan menitik beratkan kekuatan kelompok/komunitas yang terdiri dari para individu penyalahguna Napza dengan permasalahan dan kebutuhan yang sama.

Mengatasi masalah adiksi melalui solusi dari dalam diri, atau dalam ilmu pekerjaan sosial dikenal dengan konsep to help people to help themselves. Dalam pelaksanaannya, metode TC diselaraskan dengan pendekatan dan metode ilmu pekerjaan sosial, sehingga target yang dicapai dalam program rehabilitasi sosial tidak hanya sebatas menuju abstinen semata, namun menuju keberfungsian sosial dari mantan klien korban penyalahguna Napza tersebut.

"Kami punya kewajiban agar generasi muda dapat memahami dan waspada terhadap bahaya penyalahgunaan Napza dan dapat mendeteksi dini penyalahgunaan Napza," lanjut Idrus. Politikus Golkar asal Pinrang itu menegaskan, Kemensos harus jadi motor penggerak, menjadikan generasi muda garda terdepan menanggulangi penyalahgunaan Napza dan peningkatan kepedulian dan partisipasi generasi muda menanggulangi penyalahgunaan Napza.

"Potensi anak-anak muda seperti karang taruna atau organisasi kepemudaan harus dijadikan mitra strategis dalam membentengi dan menyelamatkan generasi muda dari lost generation," ujarnya. [medcom]

fokus berita : #Idrus Marham


Kategori Berita Golkar Lainnya