02 Agustus 2018

Berita Golkar - Ibnu Munzir mendesak pemerintah daerah (pemda) mempercepat perpanjangan landasan pacu Bandara Rendani di Kabupaten Manokwari, Papua Barat, yang terkendala pembebasan lahan masyarakat. Mengingat Bandara Rendani saat ini banyak dilintasi pesawat berbadan lebar namun, tidak sebanding panjang landasan pacu yang hanya berkisar 2000 meter. Minimal landasan pacu pesawat berbadan lebar sepanjang 2500 meter.

“Jika hal ini dibiarkan terus menerus akan membahayakan keselamatan penumpang. Kami terus berupaya mendesak pemda agar mempercepat prosesnya. Sangat disayangkan sampai saat ini progresnya sangat lamban,” jelas Wakil Ketua Komisi V DPR RI ini usai memimpin rapat dengan Kepala Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Bandara Rendani, Ditjen Perhubungan Udara, BMKG dan Basarnas di Bandara Rendani, Manokwari, Selasa (31/7/2018).

Padahal lanjut politisi Golkar asal Sulawesi Barat itu, jika Pemerintah Kabupaten Manokwari dan Pemerintah Provinsi Papua Barat benar-benar serius menangani persoalan tersebut, Komisi V DPR RI segera mendorong pemerintah pusat memutuskan anggaran terkait perpanjangan landasan pacu yang diikuti pula oleh rencana perluasan area terminal bandara.

“Memang saat ini yang menjadi kendala adalah masalah pembebasan lahan masyarakat. Selain lahan milik pribadi, juga terdapat tanah milik adat. Jika ada hal-hal yang mungkin tidak bisa diselesaikan, mungkin bisa diselesaikan melalui cara adat. Bandara ini kan merupakan objek vital, maka hal ini harus cepat diselesaikan,” tandas Ketua Korbid Kepartaian DPP Partai Golkar ini. [kontributor Papua]

fokus berita : #Ibnu Munzir


Kategori Berita Golkar Lainnya